Friday, May 7, 2021
Home News Kemkominfo: Paul Zhang Bisa Dijerat UU ITE

Kemkominfo: Paul Zhang Bisa Dijerat UU ITE

Must Read

XL Axiata Donasi 100 Laptop ke Belasan Pesantren

Techbiz.id - XL Axiata menyalurkan donasi 100 unit laptop dan sarana akses internet untuk 12 pondok pesantren di sejumlah...

Microlens OPPO Find X3 Pro Mampu Memotret Seperti Mikroskop

Techbiz.id - Kamera makro smartphone pada umumnya mampu memperbesar tampilan subjek yang akan difoto (zoom) sekitar dua kali lipat...

3 TV Premium Samsung Ini Cocok Buat Lifestyle

Techbiz.id - Selain menghadirkan Neo QLED 8K TV, Samsung juga menghadirkan jajran TV premium untuk memperkuat jajaran Lifestyle TV...

Sony Hadirkan Kamera Terbaru FX3 di Jajaran Cinema Line

Techbiz.id - Sony Indonesia resmi meluncurkan kamera FX3 (model ILME-FX3) di Indonesia. Kamera paling ringan dan ringkas dari rangkaian...

Pops Worldwide Perkuat Posisi di Pasar Indonesia

Techbiz.id - Pops Worldwide, perusahaan hiburan digital yang berbasis di Asia Tenggara, mengumumkan momentum pertumbuhan bisnis mereka untuk memperkuat...

Techbiz.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai tindakan Paul Zhang dapat dikategorikan sebagai pembuatan konten yang melanggar pasal 28 ayat 2 jo. pasal 45A Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan. Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (20/04/2021). Menurutnya, konten dugaan ujaran kebencian atau penistaan agama yang dilakukan oleh Paul Zhang tidak bisa ditoleransi dan tidak dapat diterima. 

- Advertisement -

“Karena Kementerian Kominfo selalu berpendapat dan memiliki suatu ketegasan untuk menilai bahwa ini adalah hal yang merusak persatuan bangsa dengan membawa isu Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) di ruang digital, seperti halnya di ruang fisik,” tegasnya.

Baca juga: Kominfo Diminta Bijak dalam Membuat Regulasi

Mengutip pengaturan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan. Transaksi Elektronik, Jubir Dedy Permadi menilai tindakan Paul Zhang dapat dikategorikan sebagai pembuatan konten yang melanggar pasal 28 ayat 2 jo. pasal 45A.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah),” jelasnya.

Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi

Upaya penanganan konten Paul Zhang yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo, telah sesuai dengan beberapa ketentuan perundangan yang berlaku, antara lain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE).

“Khususnya pada Pasal 5 terkait larangan pemuatan konten yang melanggar aturan dan Pasal 96 terkait klasifikasi dan definisi konten yang melanggar peraturan,” jelas Jubir Kementerian Kominfo.

Selain itu, konten tersebut juga melanggar Peraturan Menteri (PM) No. 5 tahun 2020, khususnya Pasal 13 mengenai kewajiban pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik (IE) dan Dokumen Elektronik (DE) yang dilarang, serta Pasal 15 mengenai ketentuan waktu serta prosedur pemutusan akses konten yang dilarang.

Extrateritorial

Mengenai posisi pengunggah konten dugaan ujaran kebencian yang berada di luar negeri, Jubir Dedy Permadi menyatakan UU ITE telah menerapkan azas extrateritorial dimana Undang-Undang ini berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia.

“Terkait dengan keberadaan yang bersangkutan, yang diduga berada di luar negeri, perlu ditekankan bahwa dengan merujuk pada pasal 2 UU ITE, UU ini menerapkan azas extrateritorial dimana Undang-Undang ini berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia. Yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia, dan merugikan kepentingan Indonesia,” tandasnya.

Menurut Jubir Kementerian Kominfo, pihaknya  terus melakukan patroli siber untuk menemukan konten-konten yang berisi ujaran kebencian Paul Zhang. Kementerian Kominfo juga telah mengajukan pemblokiran atas 20 konten di akun Youtube milik Paul Zhang. 

“Per hari ini, 20 April 2021, telah dilakukan takedown pada 20 konten di Youtube terkait ujaran kebencian tersebut, termasuk 1 konten berjudul “Puasa Lalim Islam” di akun milik Paul Zhang,” ujarnya.

Dedy Permadi menjelaskan dari 20 konten tersebut, 7 konten telah diblokir pada tanggal 19 April 2021. “Sedangkan 13 konten lainnya diblokir siang hari ini, yakni 20 April 2021,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Apple Watch Bakal Bisa Deteksi Kadar Gula dan Alkohol dalam Darah

Techbiz.id - Apple terus meningkatkan fitur kesehatan di perangkat Apple Watch miliknya. Jam tangan pintar generasi berikutnya dikabarkan bakal...

Artikel Terkait