Saturday, July 24, 2021
Home News Trade Desk Tawarkan Inventory Iklan Premium Lewat Programatic Ads

Trade Desk Tawarkan Inventory Iklan Premium Lewat Programatic Ads

Must Read

Kolaborasi Tokko dan LinkAja Dorong Inklusi Digital UMKM

Techbiz.id - Platform pembuatan toko online, Tokko, mengumumkan kolaborasinya dengan LinkAja. Kolaborasi Tokko dan LinkAja ini bertujuan mengedukasi UMKM...

Layanan VoLTE XL Axiata Jangkau 224 Kota/Kabupaten

Techbiz.id - Jangkauan wilayah layanan Voice over LTE (VoLTE) milik XL Axiata hingga Juni 2021 dilaporkan sudah bisa dinikmati...

Update Harga Huawei Mate 40 Pro 5G 2021, Turun Rp 3 Juta!

Techbiz.id - Jelang setahun sejak peluncurannya pada 2020 lalu, harga Huawei Mate 40 Pro 5G kini menjadi lebih terjangkau...

Instagram Stories Kini Mampu Terjemahkan Lebih dari 90 Bahasa

Techbiz.id - Dengan popularitas Instagram yang mencapai tingkat global, sebagian Kalian mungkin saja akan menemukan Stories dengan bahasa asing...

Metrodata Siap Dukung Kebutuhan Super App Perbankan

Techbiz.id - PT Mitra Integrasi Informatika (MII) — salah satu entitas anak PT Metrodata Electronics siap menjadi mitra bagi industri perbankan...

Techbiz.id – Melalui platform Programmatic Advertising miliknya, The Trade Desk menawarkan inventory iklan premium di berbagai situs web, aplikasi, podcast, dan platform streaming OTT untuk dapat menargetkan ke audiens yang relevan di berbagai perangkat di medium yang tepat, pada waktu yang tepat.

Seperti diketahui, pesatnya digitalisasi industri media memberikan perubahan paradigma dalam cara masyarakat Indonesia mengonsumsi konten online. Lonjakan konsumsi digital di seluruh Indonesia terjadi di saat orang-orang berada di rumah akibat pandemi yang sedang berlangsung. Konsumen semakin mengandalkan perangkat yang terhubung dengan internet untuk mendapatkan hiburan dan informasi termasuk juga streaming videostreaming audio, dan berita secara daring.

Hal ini memberikan peluang baru bagi pengiklan untuk menjangkau audiens di berbagai perangkat agar dapat selalu terhubung dengan perjalanan dan jejak mereka di ranah digital.

Baca juga: Belanja Iklan Digital Naik Saat Pandemi

“Pada tahun lalu, ketika pengiklan dihadapkan pada kekuatan data, mereka beralih menggunakan programmatic advertising seperti platform The Trade Desk dengan lebih agresif dibandingkan dengan sebelumnya. CTV dan OTT adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat di platform kami,” kata Florencia Eka, Country Manager Indonesia, The Trade Desk.

trade desk

Menurut hasil riset Kantar yang dilakukan oleh The Trade Desk, masyarakat Indonesia melakukan streaming konten OTT hampir tiga miliar jam per bulan, yang menjadikan Indonesia negara yang paling banyak menonton OTT di Asia Tenggara. Konsumen Indonesia juga termasuk yang paling toleran terhadap iklan.

Sembilan puluh lima persen pemirsa OTT di Indonesia akan menonton iklan dengan imbalan berupa konten gratis, dan 66 persen pemirsa OTT Indonesia mengaku mengingat merek, produk, atau layanan dari iklan terakhir yang mereka lihat. Ini merupakan peluang signifikan bagi pengiklan untuk merangkul OTT sebagai salah satu saluran yang berkembang pesat untuk menjangkau konsumen dalam skala besar.

Oleh karenanya The Trade Desk juga mengumumkan kemitraan strategis dengan RCTI+ dan IndiHome untuk membuka lebih banyak peluang bagi pengiklan.

“Kami senang dan sangat bersemangat untuk dapat bermitra dengan pemimpin pasar seperti RCTI+ dan IndiHome dan kami akan terus meningkatkan efektivitas penyedia layanan inventory periklanan untuk membantu pengiklan mengikuti perubahan perilaku konsumen,” pungkas Florencia Eka.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...