Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsGandeng Institusi Pendidikan, Alita Kembangkan SDM TI

Gandeng Institusi Pendidikan, Alita Kembangkan SDM TI

Must Read

Techbiz.id – Bekerjasama dengan Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS) dan ARS University, Alita Praya Mitra mengembangkan keahlian sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Menurut Direktur Utama PT Alita Praya Mitra, Teguh Prasetya, Alita sangat menyadari pentingnya pengembangan kualitas sumber daya manusia untuk industri ini.

Sebagai perusahaan penyedia jaringan dan solusi di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi, menyambut era transformasi ekonomi digital ini disampaikan Teguh Alita memiliki tanggung jawab dalam membangun infrastruktur digital yang saat ini sudah menjangkau 7 provinsi 63 kota/kabupaten 2547 desa dan sekitar 8000 km dan di tahun ini akan dikembangkan hingga mendekati 20.000 km untuk jaringan Fiber Optik serta beragam solusi berbasis IoT (Internet of Things) yang diperlukan.

“Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan infrastruktur digital dan penetrasi solusi IoT di seluruh wilayah Indonesia agar percerpatan penetrasi broadband internet yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat segera terwujud tentunya dengan bantuan rektor, dekan, dosen serta mahasiswa terbaik dari ITENAS dan ARS University,” ujar Teguh.

Alita bergerak dinamis mengikuti tren teknologi yang terus berkembang. Diperlukan SDM yang adaptif, responsive, dan memiliki passion pada bidang ini agar dapat memberikan layanan terbaik bagi pengguna dan masyarakat.

Memasuki revolusi industri 4.0, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tuntutan penyediaan sarana pendidikan berbasis kecanggihan teknologi. Untuk menjawab tantangan tersebut, diskursus tentang integrasi teknologi ke dunia pendidikan telah digaungkan di awal 2020 berupa kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Baca juga: Alita Lengkapi Taman Nasional Bali dengan Teknologi Telekomunikasi

Berdasarkan Peraturan Mendikbud No. 3 Tahun 2020, Kampus Merdeka memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar selama tiga semester di luar program studinya sehingga mahasiswa dapat memperkaya wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion-nya.

Desain perkuliahan dan kurikulum Kampus Merdeka juga diharapkan mulai memasukkan nilai keunggulan industri 4.0 yang aplikatif dan sejalan dengan perkembangan industri.

Teguh menambahkan saat ini masih banyak terdengar keluhan sulitnya lulusan perguruan tinggi mencari pekerjaan, sementara di sisi lain, banyak perusahaan kesulitan mendapatkan pegawai dengan kualifikasi yang memenuhi kebutuhan industri.

“Bukan karena pekerjaan tersebut memerlukan pengalaman kerja bertahun-tahun atau keahlian khusus yang sulit dipelajari, namun kebutuhan industri ternyata tidak dipelajari di kampus,” ujarnya.

Adanya kerjasama ini merupakan kolaborasi menguntungkan bagi institusi pendidikan dan industri, termasuk mempersiapkan mahasiswa untuk mengukur sejauh mana implementasi ilmu yang diperoleh di kampus dengan ilmu di dunia kerja nyata.

Di sisi lain, kampus dan industri bersama mengembangkan kurikulum atau memetakan apa saja yang menjadi kebutuhan industri saat ini atau bersama melihat tren kebutuhan industri di masa depan.

Alita mengharapkan kolaborasi ini berjalan dengan lancar dan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi semua pihak. Perlu digarisbawahi bahwa pada dasarnya peran kampus sangat signifikan dalam menjembatani kebutuhan industri sekaligus dalam membantu mahasiswa untuk memilih karir yang sesuai dengan passion-nya.

Oleh karena itu, ekstensifikasi Kampus Merdeka melalui learning hub sudah semestinya menjadi panggung bagi kampus untuk memimpin proses link and match dengan mencetak sarjana berkualitas yang siap bersaing di era Industri 4.0.

Selain sisi infrastruktur, Alita juga merupakan pelopor solusi pintar berbasis IoT yang saat ini berkembang pesat di Indonesia. Akhir tahun lalu, bersama dengan stakeholder baik itu pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademia serta penyedia teknologi Alita meluncurkan inisiatif pembuatan Virtual Techno Park yang bertujuan mempermudah ruang kolaborasi serta industrialisasi berbagai bentuk R&D teknologi IoT khususnya di Indonesia.

“Dengan kolaborasi ini kami nantikan berbagai inovasi solusi pintar dari kampus untuk kita bawa bersama guna menjawab kebutuhan industri hingga dapat dinikmati manfaatnya segera oleh masyarakat secara meluas,” ujarnya.

Terkait

Artikel Terkait

DJI Mini 3 Pro, Drone Ringan dengan Video 4K

Techbiz.id - DJI Mini 3 Pro resmi hadir di Indonesia melalui jaringan ritel Erajaya Active Lifestyle dan diklaim menjadi...