Senin, Mei 23, 2022
BerandaTipsAwas Kena Hoaks, Simak 6 Cara Cek Fakta Disini!

Awas Kena Hoaks, Simak 6 Cara Cek Fakta Disini!

Must Read

Techbiz.id – Berkat kehadiran Internet, kita memiliki akses ke informasi dalam jumlah tak terbatas, yang seringkali sulit untuk dipilah dan dicari tahu mana yang benar dan tidak.

Kita semua pasti pernah melihat berita utama seperti ‘Ilmuwan Belanda Membuktikan Virus Corona Tidak Ada,’ ‘Orang yang Tidak Divaksinasi Ditahan di Kamp Konsentrasi di Australia,’ dan ‘Jarum Terinfeksi HIV Ditempatkan di Kursi Bioskop.’

Itu adalah contoh mitos yang menyebar di web di seluruh dunia yang saat ini biasa kita sebut “berita palsu” atau hoaks. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mempercayai hoaks, tanpa memandang usia atau status sosial.

Walaupun demikian, pelajaran penting adalah bahwa informasi perlu untuk diperiksa karena informasi palsu dapat ditemukan di tempat yang tidak terduga.

Kaspersky mengungkapkan beberapa langkah berikut untuk memeriksa keaslian dan ketepatan sebuah informasi di internet agar terhindar dari hoaks:

  1. Temukan sumber informasi terlebih dahulu

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa dari mana informasi itu berasal. Mungkin ada beberapa opsi di sini. Outlet media, blogger, saluran messenger, dan komunitas di jejaring sosial biasanya memiliki semacam reputasi.

Penting untuk dipahami bahwa bahkan sumber yang paling bereputasi sekali pun dapat mempublikasikan informasi yang masih dapat diperdebatkan. Tahap verifikasi ini terutama diperlukan untuk menyaring sumber yang “tidak dapat dipercaya” secara mutlak.

  1. Temukan tautan ke sumber utama

Setiap informasi yang diklaim dapat dipercaya harus mengandung tautan ke sumber asli. Artikel atau posting tanpa tautan seharusnya belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Langkah selanjutnya adalah memeriksa tautan itu sendiri.

Semuanya tergantung pada spesifikasi bahan. Misalnya, jika sebuah teks menggambarkan beberapa peristiwa di suatu negara, teks tersebut harus berisi tautan ke publikasi lokal dalam bahasa aslinya. Referensi ke publikasi resmi atau studi ilmiah juga merupakan tanda keabsahan informasi yang baik.

  1. Melakukan pengecekan fakta

Setiap teks, video, atau materi audio memiliki fakta tertentu yang dapat diverifikasi oleh sumber lain. Seringkali ini adalah nama, tanggal, lokasi geografis, beberapa fakta ilmiah, dan sebagainya. Data ini dapat diverifikasi dengan pencarian Internet secara cepat.

Perusahaan mesin pencari, seperti Google, bahkan akan memberi tahu lebih banyak tentang semua fitur pencarian yang lebih kompleks. Misalnya, materi ini akan membantu Anda memahami cara mencari informasi di Google dengan benar. Jika Anda menemukan lebih dari dua atau tiga ketidakakuratan, teks tersebut mungkin tidak layak dipercaya. 

Baca juga: Tips Memilih Smartphone Pendamping untuk PTM 2022

  1. Memerhatikan detail

Perhatikan juga detail lainnya seperti gambar, kutipan, istilah, dan lain-lain. Hal ini karena gambar dapat diubah menggunakan Photoshop dan alat pengeditan lainnya. Untuk melihat apakah gambar telah diubah, coba cari gambar orisinil dengan pencarian gambar Google atau TinEye.

Kemudian, perhatikan juga kutipan, dimana kerap kali diambil di luar konteks. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pencarian cepat di Internet pada kata-kata pertama. Ini akan membantu untuk melihat gambaran lengkap kutipan tersebut.

  1. Mencari keberagaman kasus

Ketika datang ke teks-teks yang merujuk pada beberapa dugaan fenomena massa, seperti berita bahwa “setelah vaksinasi, orang kehilangan kemampuan untuk hamil,” Anda dapat mulai mencari semua sumber yang ada untuk pertanyaan ini.

Sebaiknya fokus pada hal-hal seperti nama, usia atau saksi mata, serta tempat dan tanggal acara. Jika detail kunci seperti itu dalam cerita mengalami kecocokan secara berulang, kemungkinan itu adalah kasus tunggal, dan bukan fenomena massal yang mereka coba yakinkan.

  1. Gunakan sumber daya yang andal dalam verifikasi informasi

Tentu saja, tidak mungkin untuk memeriksa setiap teks yang kita lihat di Internet. Selain itu, seringkali tidak perlu karena para profesional telah melakukannya untuk Anda.

Pemeriksa fakta berita berbahasa Inggris yang terpercaya seperti Snopes dapat memisahkan mana berita palsu dan yang tidak, sumber daya menggunakan sistem peringkat kompleks yang membantu Anda memahami apakah sebuah informasi adalah benar, bohong belaka, atau hanya kesalahan.

Perlu diingat bahwa seperti sumber online lainnya, pemeriksa fakta juga melakukan kesalahan, itulah sebabnya sangat penting untuk dapat memeriksa informasi secara mandiri. Dengan mata yang terlatih, Anda akan segera mengerti di mana letak kesalahan dalam penalaran sebuah pesan.

Terkait

Artikel Terkait

OPPO Ajak Perbaiki Ponsel di Service Center Resmi, Ada Diskon 30%

Techbiz.id - OPPO mengajak para pengguna yang mengalami kerusakan pada ponsel OPPO untuk memperbaiki secara langsung di Service Center...