Friday, February 26, 2021
Home News Mengenal Huawei AppGallery di Huawei Mobile Service

Mengenal Huawei AppGallery di Huawei Mobile Service

Must Read

Update Harga Realme Narzo 2021, Turun Rp400 ribu!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme Narzo kini sudah mengalami perubahan. Apalagi hanya tinggal menghitung hari...

Telkomsel Cegah Stunting di Sumedang dengan e-Health SIMPATI

Techbiz.id - Telkomsel membangun kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan menghadirkan aplikasi e-Health SIMPATI (Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi). Kehadiran aplikasi e-Health SIMPATI ini...

Accenture dan VMWare Bikin Group Bisnis Layanan Cloud

Techbiz.id - Accenture dan VMware mengumumkan perluasan kemitraan mereka sekaligus peluncuran Business Group baru untuk mendukung akselerasi dalam pengadopsian...

ASUS Hadirkan Jajaran Laptop ZenBook Terbaru

Techbiz.id - ASUS memperkenalkan tiga laptop ZenBook terbaru dalam acara peluncuran bertajuk "Built For Brilliance", yaitu ZenBook Flip S...

Hadispedia Permudah Pencarian Hadis

Techbiz.id - Pernah kesulitan mencari hadis yang kamu dengar saat pengajian atau shalat Jumat? Kini ada solusinya dalam genggaman lewat...

Techbiz.id – Perang dagang antara Amerika dengan China berdampak besar bagi Huawei. Brand teknologi tersebut tak lagi bisa mengandalkan Google Mobile Service (GMS), melainkan diganti dengan Huawei Mobile Service (HMS).

Meski terdengar baru, sebenarnya HMS sudah lama dikembangkan Huawei. Lebih tepatnya, pengembangan secara domestik di pasar China. Namun, Huawei baru merilisnya secara global sejak adanya larangan menggunakan GMS dari Pemerintah Amerika.

- Advertisement -

Huawei Mobile Service hadir pertama kali dalam perangkat Mate 30 Series. Saat itu, Ekosistem Huawei menggantikan seluruh layanan Google, termasuk toko aplikasi, Google Play Store.

Huawei menyebut penggantinya dengan nama ‘Huawei App Gallery’. Melalui toko aplikasi tersebut, Huawei berusaha memperkuat posisi HMS dengan cara menjalin kolaborasi dengan berbagai developer aplikasi.

Lo Khing Seng selaku Deputy Head Huawei Consumer Business Group Indonesia, mengatakan bahwa Huawei terus berupaya mengembangkan ekosistemnya di Indonesia, termasuk menghadirkan lebih banyak aplikasi lokal.

Baca juga: Huawei Cloud Dukung Ekspansi Perusahaan Internet Asia Pasifik

Sejauh ini, Huawei AppGallery sudah diisi lebih dari 161 aplikasi untuk mendukung aktivitas harian. Namun, angka tersebut masih kalah jauh dengan Play Store yang hampir melebihi 2,8 juta aplikasi.

Kendati begitu, Huawei tetap ‘percaya diri’. Perusahaan asal Tiongkok itu sengaja menggandeng developer lokal di Indonesia, untuk bergabung dengan Huawei AppGallery.

Hingga saat ini, telah tersedia beragam aplikasi Top lokal di AppGallery. Khusus kategori perbankan, tersedia BNI Mobile Banking, BCA Mobile, Permata Mobile, GO Mobile, hingga platform transaksi digital Dana dan Akulaku.

Sementara, sector e-commerce diisi oleh Shopee, Tokopedia, JD.ID, Matahari, dan Blibli. Tak sampai disitu, Huawei juga mengajak pemerintah untuk turut bergabung, diantaranya aplikasi BPJSTKU dan Info BMKG

Sayangnya, sejumlah aplikasi populer justru belum hadir di AppGallery, seperti Instagram, Facebook, Twiiter, WhatsApp, Youtube, hingga aplikasi ojek online lokal, GoJek.

Ke depannya, Huawei masih terus berusaha mengembangkan AppGallery agar lebih banyak lagi aplikasi di dalamnya. Terlebih, posisi Huawei yang masih tertinggal jauh dari Google.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Update Harga Realme Narzo 2021, Turun Rp400 ribu!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme Narzo kini sudah mengalami perubahan. Apalagi hanya tinggal menghitung hari...

Artikel Terkait