Tuesday, April 20, 2021
Home Fintech Ovo Ungkap Perilaku Penggunanya Selama Ramadan

Ovo Ungkap Perilaku Penggunanya Selama Ramadan

Must Read

Jadwal Debut Redmi 10 Kian ‘Dekat’

Techbiz.id - Usai memperluas keluarga Redmi 9 menjadi beberapa varian, kini Xiaomi dikabarkan bakal memulai debut bagi Redmi 10. Menurut...

XL Axiata Salurkan Bantuan Bencana NTT dan Jatim

Techbiz.id - Tim XL Axiata menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam badai Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan...

7 Penawaran dari Tri Indonesia Buat Temani Puasa

Techbiz.id - Ramadan tahun ini Tri Indonesia memberikan keuntungan berlimpah dengan menghadirkan program #TriBerkahBerlipat dan mempersiapkan serangkaian ekosistem produknya...

Bocor, iPhone 14 Usung Kamera 48MP

Techbiz.id - iPhone 13 belum dirilis Apple, kini rumor mengenai iPhone 14 sudah mulai beredar. Rumor menyebut perangkat Apple...

XL Axiata Luncurkan Paket Keluarga “AKRAB”

Techbiz.id - Menyambut bulan Ramadan, XL Axiata meluncurkan produk inovatif yang bisa mempererat kekeluargaan. Produk yang ditujukan bagi...

Techbiz.id – Platform pembayaran digital OVO mengungkap berbagai perilaku menarik penggunanya selama perayaan Ramadan dan Idul Fitri 2020 di Indonesia. 

Head of PR OVO, Sinta Setyaningsih mengatakan, tingginya penggunaan dan kebutuhan pengguna atas layanan di platformnya menjadi dorongan bagi OVO untuk senantiasa berinovasi dan memperkuat layanan dalam melayani segala kebutuhan finansial mereka.

- Advertisement -

Selama bulan suci Ramadan, tambah Sinta, masyarakat banyak menghabiskan waktu untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga dan kerabat terdekatnya.

Baca juga: Bareksa Gandeng Ovo untuk Genjot Penjualan

Hal ini terlihat dari jumlah pulsa yang dibeli oleh seluruh pengguna OVO dapat digunakan untuk menelepon orang tersayang mereka selama 22 juta jam atau 2.552 tahun.

Keperluan transfer seperti untuk pengiriman THR juga tinggi, di mana membutuhkan waktu selama lebih dari 3.800 hari untuk menyelesaikan seluruh transaksi transfer pengguna, apabila transaksi tersebut dilakukan di satu ATM.

Membeli makanan secara online untuk berbuka puasa menjadi salah satu alternatif utama bagi para pengguna. Hal ini dapat terlihat dari jarak yang ditempuh oleh pengemudi GrabFood untuk mengantar seluruh pesanan makanan kepada pengguna OVO setara dengan 3.000 kali perjalanan Pulang-Pergi Jakarta-Mekkah.

“Berbelanja di bulan Ramadan juga tidak lepas dari kebiasaan masyarakat. Jika jumlah transaksi e-commerce digunakan untuk membeli kue kering Ramadan, toples kue tersebut jika disejajarkan bisa menjangkau dari Sabang hingga Merauke dan kembali lagi,” ungkap Sinta.

Nilai transaksi OVO selama Ramadan setara dengan 10 ketupat untuk seluruh masyarakat Indonesia yang jumlahnya 270 juta. Hal ini juga berdampak pada nilai top-up OVO Cash yang di mana jumlahnya dapat digunakan untuk membeli keperluan sembako untuk semua penduduk di 13 kota besar di Indonesia. Paska Ramadan dan Idul Fitri, OVO mengajak pengguna untuk tetap menggunakan pola bertransaksi digital yang cashless.

“Kami berharap pengguna secara proaktif memilih menggunakan layanan keuangan digital untuk bertransaksi kebutuhan sehari-hari untuk bersama-sama membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19,” tutup Sinta.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Chip Langka, Stok Ponsel Black Shark Kosong

Techbiz.id - Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel gaming Black Shark yang mengakui bahwa ponsel flagship keluaran terbarunya mengalami...

Artikel Terkait