Tuesday, August 11, 2020
More
    Home Tips 5 Cara Hindari Peretasan Selama Pandemi

    5 Cara Hindari Peretasan Selama Pandemi

    Must Read

    Tambah Fitur, Firefox Lite Beri 3 Keunggulan

    Techbiz.id - Mozilla secara resmi meluncurkan versi terbaru Firefox Lite di Indonesia untuk memungkinkan lebih banyak pengguna...

    Update Harga Realme C11 Agustus 2020, Tetap Rp1 Jutaan

    Techbiz.id - Kenaikan nilai tukar rupiah di tengah pandemi Covid-19, biasanya akan berdampak pada perubahan harga smartphone....

    Industri Smartphone Apresiasi Bea Cukai Berantas Ponsel BM

    Techbiz.id - Industri dan pelaku bisnis smartphone apresiasi langkah Bea Cukai yang menangkap pengedar ponsel black market...

    Techbiz.id – Pandemi global COVID-19 telah mendorong pemanfaatan teknologi digital secara masif oleh pelaku bisnis maupun masyarakat umum

    Tapi sayangnya disrupsi yang terjadi dalam bisnis juga meningkatkan risiko penipuan berbasis teknologi/ penipuan siber.

    Hal ini didasari pada beberapa hal seperti banyaknya pekerja yang bekerja dari luar kantor menggunakan teknologi sehingga meningkatkan resiko keamanan siber dengan traffic yang berkali lipat.

    Selain itu, stimulus bisnis berjumlah triliunan yang dikeluarkan untuk memutar kembali roda perekonomian di berbagai negara menimbulkan banyak celah untuk terjadinya fraud.

    Berdasarkan penelusuran Cybernews, pencarian terkait hacking, scamming dan berbagai bentuk kejahatan siber lainnya meningkat pesat sejak Maret-Mei 2020.

    Sejalan dengan data tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga mencatat kenaikan serangan siber selama pandemi di Indonesia hingga hampir enam kali lipat!

    Grant Thornton, salah satu organisasi global terkemuka yang menyediakan jasa audit, tax, dan advisory baru-baru ini melakukan polling kepada 615 orang terkait latar belakang profesi seperti CFO, Controller, Akuntan, Auditor Internal, Analis Keuangan dan Tax Professional untuk melihat gambaran nyata kenaikan fraud selama pandemi.

    Dalam survei tersebut terlihat 17% dari responden telah mengalami fraud sepanjang pandemic ini dan hanya 18% responden yang telah memiliki rencana penanggulangan fraud COVID–19 ini.

    Mereka juga berpendapat ada 3 (tiga) peretasan yang dirasa paling berbahaya saat ini antara lain pengambilalihan akun, penipuan berbasis aplikasi serta ancaman dari orang dalam.

    Memasuki masa new normal, Grant Thornton Indonesia memaparkan lima langkah yang akan membantu membendung risiko peretasan yang dihadapi perusahaan sebagai berikut:

    Tentukan Pemimpin Keamanan Siber

    Perlu menunjuk ahli anti-peretasan dalam perusahaan untuk memimpin tim ini. Orang tersebut harus memiliki akuntabilitas untuk semua program anti-peretasan terkait pandemi,mungkin saja orang atau tim tersebut bisa saja sudah menjadi bagian dari perusahaan namun pastikan bahwa ini bukanlah tugas biasa, karena mereka akan bertanggung jawab untuk beradaptasi dan melakukan eksekusi dengan cepat.

    Perbarui Sistem

    Kemungkinan akan terdapat banyak perubahan dalam proses bisnis untuk merespon secara cepat perubahan program pemerintah, peraturan, paket stimulus, faktor ekonomi, dan keputusan bisnis di tingkat eksekutif.

    Sistem yang ada saat ini mungkin tidak relevan untuk mencatat data terkait prosedur baru. Rencanakan untuk melakukan penyesuaian maupun improvisasi dari sistem saat ini agar dapat berjalan sesuai proses yang baru.

    Skema Peretasan

    Dalam masa yang penuh ketidakpastian, akan sangat penting untuk proaktif dalam mengidentifikasi berbagai ancaman baru. Bentuk tim untuk mengevaluasi skema peretasan yang mungkin timbul dan kumpulkan informasi intelijen dari teman, regulator maupun mitra.

    Berkolaborasi dengan tim keamanan siber juga direkomendasikan untuk menemukan berbagai sumber ancaman yang ada.

    Teknik Deteksi Tanpa Pengawasan

    Saat teknik pemodelan yang diawasi mungkin tidak menjadi terlalu akurat ketika perilaku berubah secara dramatis, pengaktifan metode yang tidak diawasi (otomatisasi) seperti deteksi anomali, analisa jaringan, dan sistemisasi pengaturan semuanya dapat memberikan penambahan nilai keamanan dengan cepat.

    Iterasi dan Adaptasi

    Deteksi peretasan bukanlah sebuah proses “set-and-forget” sehingga perusahaan harus tetap waspada terhadap ancaman siber yang dapat berevolusi dari waktu ke waktu.

    Otomatisasi proses, peringatan untuk hibernasi serta berbagai metode lainnya dapat membantu tim anti-peretasan menangani peningkatan volume peringatan fraud yang mungkin mereka hadapi.

    Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia mengungkapkan “Berbagai indikasi menunjukkan penipuan siber memiliki risiko untuk terus meningkat beberapa bulan mendatang, bahkan saat memasuki fase new normal ini. Beberapa langkah perlu dilakukan agar perusahaan dapat menghadapi ancaman gelombang peretasan berikutnya, melindungi aset mereka secara keseluruhan, dan memastikan tersedianya sumber daya untuk menghadapi berbagai gangguan penipuan siber tersebut.”

    “Meskipun sejak sebelum pandemi ancaman peretasan siber sudah terasa nyata, saat ini manajemen perusahaan perlu dua kali lipat lebih waspada dan memprioritaskan pembangunan sistem perlindungan yang memadai untuk menghindari ancaman kerugian yang lebih besar.” pungkas Johanna.

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru

    Harga dan Spesifikasi Huawei Matepad T8

    Techbiz.id - Huawei Consumer Business Group (CBG) Indonesia pada hari ini (10/8) meluncurkan tablet seri terbarunya. Untuk...

    Garena Free Fire Gelar Event Booyah Merdeka

    Techbiz.id - Garena Free Fire kembali menghadirkan event Booyah Merdeka dengan hadiah utama puluhan smartphone untuk para pemain. Sebanyak...

    Telkom Integrasikan Data Perpajakan dengan DJP

    Techbiz.id - Telkom dan Direktorat Jendral Pajak (DJP) menandatangani nota kesepahaman tentang integrasi data perpajakan. Kerjasama ini merupakan kelanjutan...

    Update Harga Realme C11 Agustus 2020, Tetap Rp1 Jutaan

    Techbiz.id - Kenaikan nilai tukar rupiah di tengah pandemi Covid-19, biasanya akan berdampak pada perubahan harga smartphone. Namun, itu tidak terjadi pada...

    Huawei Rilis MatePad T8, Harga Sejutaan

    Techbiz.id - Huawei Indonesia meluncurkan tablet seri terbarunya, yaitu MatePad T8 yang dibanderol dengan harga Sejutaan. Huawei MatePad T8...

    Artikel Terkait