Tuesday, September 29, 2020
Home Fintech Kenali Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal Biar Ngga Terjebak

Kenali Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal Biar Ngga Terjebak

Must Read

Xiaomi Gelar Pameran Foto Virtual Hasil Jepretan Redmi Note 9

Techbiz.id - Xiaomi mengadakan pameran foto virtual bertajuk "Jejak Langkah" yang bekerja sama dengan lima fotografer muda...

XL Axiata Sediakan Akses Internet untuk Sekolah Sungai

Techbiz.id - Di Yogyakarta, XL Axiata memberikan berupa bantuan paket akses internet untuk 81 pelajar dan pemasangan router di...

Giliran Indosat Ooredoo Hadirkan Layanan VoLTE

Techbiz.id – Menyusul operator lainnya, Indosat Ooredoo mengumumkan bahwa pelanggan di lebih dari 30 kota di Indonesia...

Techbiz.id – Masyarakat dinilai perlu mengetahi ciri-ciri pinjaman online ilegal mengingat selama pandemi covid-19 jumlah Fintech Lending ilegal ternyata masih mengkhawatirkan dan berpotensi merugikan.

Sejak bulan Januari sampai Maret 2020, Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali melaporkan bahwa ditemukan sekitar 508 fintech lending yang beroperasi tanpa izin dari OJK.

- Advertisement -

Berdasarkan SWI, kerugian masyarakat yang di sebabkan oleh investasi dan pendanaan ilegal yang di dalamnya termasuk fintech lending ilegal mencapai Rp92 triliun sepanjang 10 tahun terakhir.

Baca juga: Daftar Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK Per-Oktober 2019

Ciri-ciri pinjaman online ilegal perlu diketahui karakteristiknya oleh masyarakat dan pelaku bisnis dalam memilih platform fintech lending terpercaya.

Berikut ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal:

1. Tidak memiliki surat izin resmi dari OJK

Menghadapi situasi saat ini, OJK memutuskan untuk menghentikan sementara pemberian izin bagi perusahaan teknologi finansial. Saat ini, ada 33 perusahaan fintech lending yang memiliki izin resmi untuk beroperasi.

Izin yang dikeluarkan oleh OJK ini dapat menjadi salah satu indikator kuat untuk membuktikan jika perusahaan fintech lending resmi atau ilegal. Selalu periksa apabila fintech lending memiliki izin dan diawasi oleh OJK atau tidak.

2. Tidak terdaftar di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI)

AFPI adalah asosiasi resmi yang ditunjuk oleh OJK untuk mengawasi dan mengarahkan setiap kegiatan penyelenggaraan layanan fintech lending. Pembentukan AFPI dilakukan untuk memberi perlindungan bagi para pengguna layanan fintech lending, baik pemberi dana maupun peminjam dana.

3. Tidak ada identitas dan alamat kantor yang jelas

Iidentitas dan alamat kantor yang jelas wajib diinformasikan agar pihak regulator, dalam hal ini OJK, bisa mengawasi perusahaan tersebut.

4. Persetujuan pinjaman terlalu mudah

Jika pengajuan pinjaman terlalu mudah disetujui, pelaku usaha perlu curiga dan mencari tahu lebih banyak mengenai perusahaan tersebut.

5. Informasi pinjam meminjam tidak jelas

Fintech lending wajib memberikan informasi terkait syarat dan ketentuan pinjam meminjam dengan jelas dan terbuka, termasuk di dalamnya bunga, penalti/denda, dan risiko mendanai.

Informasi lengkap terkait aktivitas ini bagi para Lender dan Borrower harus tercantum melalui situs resmi.

6. Bunga tidak terbatas

Perusahaan yang telah diberikan izin dan resmi beroperasi di bawah pengawasan OJK wajib memiliki batas bunga. Pelaku usaha harus selalu berhati-hati dan memastikan bahwa terdapat batas penetapan bunga yang jelas sebelum mengajukan pinjaman.

7. Denda keterlambatan pembayaran tidak terbatas

Sama halnya dengan bunga tidak terbatas, penerapan denda keterlambatan pembayaran yang tidak terbatas oleh fintech lending ilegal wajib dicurigai. Hal ini sangat merugikan pelaku bisnis yang mengajukan pinjaman karena harus bayar denda keterlambatan pembayaran tanpa aturan yang jelas.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Penawaran Menarik Ada di Shopee 10.10 Brands Festival

Techbiz.id - Melalui kampanye Shopee 10.10 Brands Festival, paltform e-commece Shopee menghadirkan berbagai mitra brand pilihan.

Huawei Buka High-end Experience Store di Marina Plasa

Techbiz.id - Huawei mmendekatkan diri dengan masyarakat Surabaya dengan membuka High-end Experience Store (HES) ke-4 di Surabaya, tepatnya di Plasa Marina.

Telkomsel Kembangkan Talenta Teknologi lewat Tech Titans League

Techbiz.id - Lewat ajang Tech Titans League, Telkomsel mengajak para talenta unggul bidang teknologi di Tanah Air untuk mengembangkan pengetahuan serta keahlian...

Giliran Indosat Ooredoo Hadirkan Layanan VoLTE

Techbiz.id – Menyusul operator lainnya, Indosat Ooredoo mengumumkan bahwa pelanggan di lebih dari 30 kota di Indonesia sudah dapat menikmati layanan VoLTE....

XL Axiata Sediakan Akses Internet untuk Sekolah Sungai

Techbiz.id - Di Yogyakarta, XL Axiata memberikan berupa bantuan paket akses internet untuk 81 pelajar dan pemasangan router di “Sekolah Sungai” yang didirikan oleh Project...
- Advertisement -

Artikel Terkait