Thursday, April 22, 2021
Home Fintech Google Larang Aplikasi Pinjaman Gentayangan di Play Store

Google Larang Aplikasi Pinjaman Gentayangan di Play Store

Must Read

OPPO A94 5G Meluncur dengan 48MP Quad Camera

Techbiz - Usai menghadirkan versi 4G, kali ini OPPO meluncurkan A94 dengan dukungan 5G. Bukan di Indonesia, perangkat ini...

Chip Langka, Stok Ponsel Black Shark Kosong

Techbiz.id - Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel gaming Black Shark yang mengakui bahwa ponsel flagship keluaran terbarunya mengalami...

iPhone 12 dan iPhone 12 Mini Tampil dengan Warna Baru

Techbiz.id - Bersamaan dengan merilis iPad Pro, iMac serta Airtag, Apple juga menghadirkan varian warna baru iPhone 12 dan...

Tips Berolahraga Saat Puasa dengan OPPO Band

Techbiz.id - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan alasan bagi kamu untuk malas bergerak, apalagi sampai “puasa berolahraga”....

Dunia Games League Kembali Digelar Telkomsel

Techbiz.id - Telkomsel menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games League (DGL) 2021. Pendaftaran dari kompetisi tersebut...

TechBiz.ID – Berdasarkan catatan Google, dalam setahun ini mereka menemukan kerugian akibat aplikasi pinjaman online. Hal ini meningkat hingga 36 persen. Google pun mengambil langkah tegas dengan melarang aplikasi utang berkeliaran di Play Store.

Dilaporkan BGR, kebijakan tersebut diumumkan Google karena aplikasi-aplikasi semacam itu merugikan, dan  langkah yang mereka ambil semata-mata demi melindungi penggunanya.

- Advertisement -

Selain itu, Google menilai kebijakan ini perlu dilakukan karena perusahaan merasa bertanggung jawab jika para pengguna tertipu dari persyaratan yang diajukan aplikasi.

Saat ini Google baru menerapkan aturan tersebut di kawasan Amerika Serikat, sejalan dengan peraturan Truth in Lending Act yang baru saja disahkan dalam UU Pemberian Pinjaman.

Aturan tersebut memastikan bahwa setiap aplikasi pinjaman online harus menampilkan APR (annual percentage rate) atau tingkat bunga yang dikenakan peminjam.

Juru bicara Google menyebutkan, kebijakan pengembang Google Play dirancang untuk melindungi pengguna dan menjaga mereka tetap aman.

Sebenarnya bukan kali ini saja Google melakukan hal serupa. Pada 2016 lalu perusahaan pernah melakukan tindakan pelarangan adanya iklan pinjaman online tampil di mesin pencarinya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Fintech Berpotensi Salurkan Pendanaan Produktif UMKM

Techbiz.id - Indonesia Fintech Society (IFSoc), Mirza Adityaswara, mengapresiasi pemerintah dan regulator yang terus mendorong peningkatan penyaluran kredit pendanaan...

Artikel Terkait