Friday, June 25, 2021
Home News Grab Punya Teknologi Cegah Pengemudi Berkerumun

Grab Punya Teknologi Cegah Pengemudi Berkerumun

Must Read

Kantongi TKDN, Ponsel 5G Poco Bakal Rilis di Indonesia?

Techbiz.id - Tak ingin ketinggalan dari Xiaomi, Poco tampaknya segera menyusul dengan merilis ponsel 5G terbaru mereka di Indonesia. Dugaan...

Terungkap, Inikah Harga iPhone 13?

Techbiz.id - Rumor mengenai iPhone 13 terus bergulir. Bahkan kini, terungkap banderol harga yang akan diusung oleh penerus iPhone...

Youtube versi iOS Akan Kebagian Fitur Picture-in-picture

Techbiz.id - YouTube akan menghadirkan fitur yang telah lama ditunggu-tunggu khusus untuk pengguna iOS. Fitur yang dikenal sebagai picture-in-picture...

Bocoran Ungkap Samsung Galaxy S22 Series Usung Sensor 50MP

Techbiz.id - Bocoran terbaru mengungkap Samsung Galaxy S22 Series akan membawa peningkatan pada departemen kamera. Samsung Galaxy S21 dan S21+...

Samsung Galaxy M32 Tiba dengan Chipset Helio G80 dan Baterai 6000mAh

Techbiz.id - Samsung kembali menambah perangkat baru dari jajaran seri M kali ini. Bukan di Indonesia, Samsung Galaxy M32...

Techbiz.id – Grab mengimbau pengemudinya untuk tidak berkerumun dengan mengenalkan teknologi geofencing.

Teknologi ini dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi Grab yang berkerumun di sebuah area.

Pengenalan teknologi ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta untuk dapat beradaptasi dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total Kedua dalam menekan penyebaran covid-19.

Baca juga: Warung Pintar Gandeng GrabMart Perluas Pasar

Teknologi ini diperkenalkan untuk memastikan mitra pengemudi tetap menjaga jarak aman sesuai imbauan pemerintah, dan juga untuk menjaga kesehatan mereka. Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun, akan menerima peringatan melalui pesan teks atau pop-up di aplikasi mitra pengemudi mereka.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan ojek online untuk tetap beroperasi selama masa PSBB secara total mulai Senin 14 September 2020. Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi mewajibkan perusahaan aplikasi ojek online menerapkan teknologi geofencing.

Teknologi ini membantu mitra pengemudi menjaga jarak aman serta kesehatan mereka sehingga mereka tetap bisa produktif. Saat mereka bisa produktif, mobilitas masyarakat Jakarta juga akan terbantu.

Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia, Uun Ainurrofiq menjelaskan, sejak pengumuman PSBB Total Kedua, tim Grab terus mencari cara yang efektif agar tetap bisa melindungi mata pencaharian dan kesehatan mitra.

“Sejalan dengan misi GrabForGood, kami ingin memastikan bahwa setiap orang, termasuk mitra pengemudi, dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital. Karenanya, pasti kesehatan menjadi prioritas utama supaya mitra pengemudi kami tetap bisa produktif,” ucap Uun

Lebih lanjut, teknologi geofencing yang telah dimanfaatkan sejak awal Grab beroperasi, diterapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan ini mulai Senin, 14 September lalu.

Penerapan geofencing merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi. Sistem Grab akan langsung memberikan peringatan kepada mereka yang didapati melanggar peraturan.

“Grab ingin terus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat untuk bisa menghadapi pandemi ini bersama. Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect dan teknologi geofencing. Kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride-hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan memastikan perjalanan setiap penumpang sentiasa aman bersama Grab,” tutup Uun.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

XL Axiata Perluas Jaringan di Sulawesi Utara

Techbiz.id - Perluasan jaringan data yang berkualitas dilakukan XL Axiata di Provinsi Sulawesi Utara agar bisa memfasilitasi kebutuhan digitalisasi...

Artikel Terkait