Monday, March 1, 2021
Home News Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Must Read

Transaksi Bank OCBC NISP Mudah dengan Akses Internet XL Axiata

Techbiz.id - XL Axiata bekerjasama dengan Bank OCBC NISP meluncurkan produk layanan khusus bagi para nasabah Bank OCBC NISP...

Multi-Experience Store Samsung untuk Kehidupan ‘Better Normal’

Techbiz.id - Samsung Electronics Indonesia resmi memperkenalkan store berkonsep multi-experience pertama di Indonesia untuk memberikan pengalaman kepada konsumen menjelajahi...

Telkomsel Fokus Kembangkan Jaringan untuk Gaya Hidup Digital

Techbiz.id - Telkomsel berkomitmen untuk secara konsisten meneruskan pemerataan akses infrastruktur dan kualitas broadband di seluruh Indonesia sepanjang 2021. Fokus pengembangan jaringan...

Hasilkan Suara Berkualitas, Sharp Luncurkan Active Speaker High Definition

Techbiz.id - Selama pandemi, seluruh aktivitas seperti bekerja atau belajar, harus dijalankan dari rumah. Melihat hal ini, guna menunjang...

15 Ribu Redmi 9T Habis pada Penjualan Perdana

Techbiz.id - Xiaomi mengumumkan hasil penjualan perdana Redmi 9T pada 24 Februari di JD.ID dan mi.com yang menjual habis...

Techbiz.id – Kemeterian Perindustrian kini sudah tidak bisa lagi mengupload data International Mobile Equipment Identity (IMEI) pada mesin CEIR dikarenakan kapasitas yang penuh dan sudah tidak memadai lagi untuk dilakukan penambahan database.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan redaksi Techbiz Indonesia, kapasitas terpakai mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) yang digunakan untuk pengendalian IMEI ini sudah hampir penuh mencapai 95 persen.

- Advertisement -

Lebih lanjut disebutkan, pada tanggal 23 September 2020, kapasitas CEIR yang telah mencapai 95% dikhawatirkan pihak ATSI akan membuat CEIR tersebut down mengingat kapasitas yang hampir full.

Baca juga: Waduh, Ponsel Resmi Juga Banyak Ngga Dapat Sinyal

“Untuk itu ATSI menutup akses bagi Kemenperin untuk melakukan upload IMEI TPP ke dalam database CEIR sehingga produk HKT yang baru diproduksi maupun impor yang telah dilaporkan ke Kemenperin melalui TPP menjadi tidak dapat diupload ke dalam CEIR,” bunyi keterangan yang diterima redaksi.

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O Baasir menyatakan bahwa ATSI sudah menyelesaikan semua tahapan project timeline dalam aturan pengendalian IMEI.

“Segera dalam empat minggu kedepan akan diserahkan (mesin CEIR) ke kominfo dan menperin,” jelas Marwan.

Hingga berita ini diturunkan, baik Kementerian Kominfo maupun Kemenperin belum memberikan tanggapan atas informasi ini.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI), Ali Soebroto membenarkan informasi mengenai penuhnya kapasitas mesin CEIR ini. “Infonya begitu,” ujar Ali melalui pesan singkat.

Seperti diketahui mulai 15 Setember 2020 Pemerintah Indonesia memberlakukan pemblokiran ponsel black market (BM) melalui identifikasi nomor IMEI menggunakan mesin CEIR.

Sejak pemberlakuan tersebut, perangkat HKT yang nomor IMEI-nya tidak terdaftar pada mesin CEIR akan terblokir dan tidak dapat digunakan. HIngga saat ini menurut Marwan sudah ada 1,1 miliar nomor IMEI yang sudah masuk dalam database CEIR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Tingkatkan Aplikasi, Telegram Rilis 3 Fitur Baru

Techbiz.id - Dengan kontroversi mengenai kebijakan privasi WhatsApp, banyak pengguna smartphone memutuskan untuk mencoba layanan lain seperti Telegram. Layanan...

Artikel Terkait