Saturday, July 24, 2021
Home News Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Must Read

Perlu Dicoba, Ini Aplikasi Penghasil Uang Populer di 2021

Techbiz.id - Aplikasi penghasil uang belakangan ini sedang banyak dicari pengguna di internet. Kegiatan ini dilakukan pengguna untuk mendapatkan...

Artajasa dan Lintasarta Hadirkan Third Party Card Management Pertama Di Indonesia

Techbiz.id - PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) dan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) menjalin kolaborasi menjadi konsorsium yang didukung oleh...

Rilis Besok, Ini Spesifikasi realme C21Y di Indonesia

Techbiz.id - Realme memastikan perangkat realme C21Y akan hadir pada 19 Juli mendatang. Lantas, Bagaimana dengan spesifikasi realme C21Y? Spesifikasi...

RedmiBook 15 Perdana Xiaomi Hadir di Indonesia, Harganya Rp 6 Jutaan

Techbiz.id - Bersamaan dengan peluncuran Redmi Note 10 5G, Xiaomi juga menghadirkan RedmiBook 15. Selain hadir untuk pertama kalinya...

Rekomendasi Hp Samsung RAM 6GB Terbaru 2021

Techbiz.id - Handphone (hp) Samsung memiliki berbagai kapasitas RAM, salah satunya varian 6GB. Dengan kapasitas RAM 6GB, pengguna dapat dengan...

Techbiz.id – Kemeterian Perindustrian kini sudah tidak bisa lagi mengupload data International Mobile Equipment Identity (IMEI) pada mesin CEIR dikarenakan kapasitas yang penuh dan sudah tidak memadai lagi untuk dilakukan penambahan database.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan redaksi Techbiz Indonesia, kapasitas terpakai mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) yang digunakan untuk pengendalian IMEI ini sudah hampir penuh mencapai 95 persen.

Lebih lanjut disebutkan, pada tanggal 23 September 2020, kapasitas CEIR yang telah mencapai 95% dikhawatirkan pihak ATSI akan membuat CEIR tersebut down mengingat kapasitas yang hampir full.

Baca juga: Waduh, Ponsel Resmi Juga Banyak Ngga Dapat Sinyal

“Untuk itu ATSI menutup akses bagi Kemenperin untuk melakukan upload IMEI TPP ke dalam database CEIR sehingga produk HKT yang baru diproduksi maupun impor yang telah dilaporkan ke Kemenperin melalui TPP menjadi tidak dapat diupload ke dalam CEIR,” bunyi keterangan yang diterima redaksi.

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O Baasir menyatakan bahwa ATSI sudah menyelesaikan semua tahapan project timeline dalam aturan pengendalian IMEI.

“Segera dalam empat minggu kedepan akan diserahkan (mesin CEIR) ke kominfo dan menperin,” jelas Marwan.

Hingga berita ini diturunkan, baik Kementerian Kominfo maupun Kemenperin belum memberikan tanggapan atas informasi ini.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI), Ali Soebroto membenarkan informasi mengenai penuhnya kapasitas mesin CEIR ini. “Infonya begitu,” ujar Ali melalui pesan singkat.

Seperti diketahui mulai 15 Setember 2020 Pemerintah Indonesia memberlakukan pemblokiran ponsel black market (BM) melalui identifikasi nomor IMEI menggunakan mesin CEIR.

Sejak pemberlakuan tersebut, perangkat HKT yang nomor IMEI-nya tidak terdaftar pada mesin CEIR akan terblokir dan tidak dapat digunakan. HIngga saat ini menurut Marwan sudah ada 1,1 miliar nomor IMEI yang sudah masuk dalam database CEIR.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...