Sunday, October 25, 2020
Home News Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Must Read

Sistem Keamanan Dompet Digital Dana Mendapat Sertifikasi

Techbiz.id - Sistem keamanan dompet digital Dana mendapatkan Sertifikasi PCI-DSS (Payment Card Industry Data Security Standard).

Oppo Tawarkan A92 Varian RAM 6GB

Techbiz.id - Oppo menghadirkan perangkat A92 yang kini hadir degan RAM yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan...

4 Rekomendasi dalam Whitepaper Keamanan Siber Indonesia

Techbiz.id - Center for Digital Society (CfDS) dan Onno Center mengeluarkan rekomendasi keamanan siber Indonesia dalam whitepaper...

Techbiz.id – Kemeterian Perindustrian kini sudah tidak bisa lagi mengupload data International Mobile Equipment Identity (IMEI) pada mesin CEIR dikarenakan kapasitas yang penuh dan sudah tidak memadai lagi untuk dilakukan penambahan database.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan redaksi Techbiz Indonesia, kapasitas terpakai mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) yang digunakan untuk pengendalian IMEI ini sudah hampir penuh mencapai 95 persen.

- Advertisement -

Lebih lanjut disebutkan, pada tanggal 23 September 2020, kapasitas CEIR yang telah mencapai 95% dikhawatirkan pihak ATSI akan membuat CEIR tersebut down mengingat kapasitas yang hampir full.

Baca juga: Waduh, Ponsel Resmi Juga Banyak Ngga Dapat Sinyal

“Untuk itu ATSI menutup akses bagi Kemenperin untuk melakukan upload IMEI TPP ke dalam database CEIR sehingga produk HKT yang baru diproduksi maupun impor yang telah dilaporkan ke Kemenperin melalui TPP menjadi tidak dapat diupload ke dalam CEIR,” bunyi keterangan yang diterima redaksi.

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O Baasir menyatakan bahwa ATSI sudah menyelesaikan semua tahapan project timeline dalam aturan pengendalian IMEI.

“Segera dalam empat minggu kedepan akan diserahkan (mesin CEIR) ke kominfo dan menperin,” jelas Marwan.

Hingga berita ini diturunkan, baik Kementerian Kominfo maupun Kemenperin belum memberikan tanggapan atas informasi ini.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI), Ali Soebroto membenarkan informasi mengenai penuhnya kapasitas mesin CEIR ini. “Infonya begitu,” ujar Ali melalui pesan singkat.

Seperti diketahui mulai 15 Setember 2020 Pemerintah Indonesia memberlakukan pemblokiran ponsel black market (BM) melalui identifikasi nomor IMEI menggunakan mesin CEIR.

Sejak pemberlakuan tersebut, perangkat HKT yang nomor IMEI-nya tidak terdaftar pada mesin CEIR akan terblokir dan tidak dapat digunakan. HIngga saat ini menurut Marwan sudah ada 1,1 miliar nomor IMEI yang sudah masuk dalam database CEIR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Tips Hemat Kuota Internet Saat Pandemi

Techbiz.id - Masyarakat saat ini harus bijak menggunakan kuota internet agar hemat. Hal ini mengingat konsumsi akses...

LinkAja Digitalisasi Produk Halal UMKM

Techbiz.id - Layanan Syariah LinkAja kembali menunjukkan komitmennya memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menjadi penyelenggara Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan...

Kamera Sony ZV-1 Ada Varian Warna Putih

Techbiz.id - Sony Indonesia menambah varian Kamera Digital ZV-1 yang kini hadir dalam warna putih, dan dilengkapi dengan wind screen yang serasi....

Telkomsel Memperkuat Potensi Santri

Techbiz.id - Telkomsel melanjutkan kolaborasi bersama Santri Milenial Center (SiMaC) untuk memperkuat potensi santri dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis keumatan.

Investree Distribusikan Rp30 Miliar untuk Pembudidaya Ikan

Techbiz.id - Investree menandatangani perjanjian kerja sama dengan eFishery untuk mendistribusikan pembiayaan kepada para pembudidaya ikan di Indonesia. Kerja...
- Advertisement -

Artikel Terkait