Tuesday, April 20, 2021
Home News Sampel Malware Ternyata Bisa Jadi Aset Berharga

Sampel Malware Ternyata Bisa Jadi Aset Berharga

Must Read

Asus Ajak Tukar Smartphone dengan Laptop

Techbiz.id - ASUS dan Erafone menghadirkan program tukar tambah smartphone dengan laptop ASUS jenis tertentu yang memungkinkan pelanggan untuk...

Wujud Samsung Galaxy Tab A7 Lite Kembali Terungkap

Techbiz.id - Wujud Samsung Galaxy Tab A7 Lite semakin jelas. Bocoran kali ini mengungkapkan penampilan keseluruhan dari tablet Samsung...

vivo X60 Series Mulai Dijual di Pasar Indonesia

Techbiz.id - vivo Indonesia mengumumkan penjualan perdana smartphone terbarunya dalam program Super Selling Day vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS...

Grab Bakal Melantai di Bursa Saham AS

Techbiz.id - Grab Holdings inc mengumumkan rencananya untuk menjadi perusahaan publik di Amerika Serikat bekerja sama dengan Altimeter Growth...

Asus Hadirkan Proyektor LED H1, Lebih Tajam dan Terang

Techbiz.id - ASUS hmenghadirkan proyektor LED H1, dengan sumber cahaya terang - 3000 lumen LED,  yang memungkinkannya memproyeksikan visual...

Techbiz.id – Meski berbahaya dan kerap menjadi ancaman bagi dunia teknologi, Malware bisa jadi aset yang berharga jika dikelola dengan tepat.

Direktur Deteksi Ancaman Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dr Sulistyo mengatakan BSSN telah mengumpulkan lebih dari 5600 sampel malware yang dijaring melalui program Indonesia HoneyNet Project (IHP).

- Advertisement -

Malware tersebut kemudian dipelajari dan dianalisis lebih lanjut untuk berbagi informasi dengan multi stakeholder di Tanah Air.

Baca juga: Waspada Pencurian Data di Smartphone

“Sekarang makin banyak pihak yang kerjasama dengan kami terkait HoneyNet ini. Karena di situ kan ada berbagai varian virus. Ada virus yang benar-benar baru dan ada virus lama yang merupakan modifikasi,” kata Sulistyo dalam acara webinar SIBERMINBaper bertajuk “Kita dan Malware” yang digelar BSSN melalui platform konferensi video JumpaID

Sejauh ini terdapat tiga fokus sharing informasi yang dilakukan BSSN yaitu sektor pemerintah, sektor UKM, dan sektor infrastruktur kritis. HoneyNet yang beroperasi melalui pemasangan HoneyPot di ribuan titik telah memetakan karakteristik dan jenis serangan siber ke Indonesia yang kebanyakan melalui penyebaran Malware.

“Kami sudah punya sampel unik, kami sudah tahu TTP malware-nya seperti apa, kemudian bagaimana komunikasi dengan server induknya, penyebaran malware-nya kemana. Nah, informasi ini kami kirim sebagai peringatan bersama,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),  Syahrul Mubarak kembali mengingatkan salah satu ancaman siber yaitu cepatnya perkembangan malicious software (malware) atau perangkat lunak berbahaya sehingga kian sulit terdeteksi oleh piranti anti-malware.

“Berbagai literatur, laporan penelitian, serta tren sharing platform menunjukkan bahwa malware merupakan salah satu ancaman siber yang kini berevolusi sangat cepat yang bahkan menyebabkan perangkat anti-malware tertinggal jauh sehingga tidak mampu mendeteksi adanya malware dalam suatu sistem komputer,” ujar Syahrul saat membuka diskusi online SiberminBaPer.

Malware jadi aset berharga

Sebagai institusi pelaksana keamanan siber di Indonesia, BSSN telah menjalankan program Honeynet Project sejak 2018. Program ini berupaya memetakan serangan siber, termasuk darimana asal serangan, jenis, metode serangan, identitas, hingga pelaku serangan.

Honeynet Project tidak hanya dimanfaatkan untuk dasar pembuatan kebijakan keamanan siber nasional di BSSN saja, tapi bisa diimplementasikan oleh institusi atau lembaga lain.

“Produk Honeynet Project tersebut bisa juga dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan keamanan siber seperti misalnya institusi pemerintah, akademisi, peneliti, sektor bisnis, untuk keperluan menyusun keamanan siber di sektornya masing-masing,” kata Syahrul.

Menurut Syahrul, data-data yang didapatkan dari mendeteksi ancaman siber melalui Honeynet Project ini harus dianggap sebagai aset penting untuk kepentingan mengamankan diri sendiri tanpa bergantung sama pihak luar.

Baca juga: Penjahat Siber Tunggangi Grammy Award untuk Sebar Malware

“Data malware dan karakteristiknya tersebut adalah salah satu aset berharga yang perlu dikelola dengan baik. Untuk keperluan kemandirian bangsa Indonesia dalam mengembangkan kemampuan menjaga keamanan ranah siber dengan mengedepankan kedaulatan tanpa bergantung pada pihak asing,” ujarnya.

Syahrul pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap waspada terhadap ancaman siber yang terus berkembang.

“Ancaman kedaulatan akan terus berubah mengikuti perubahan zaman, kita harus tetap waspada. Kekuatan bangsa Indonesia terbangun dari gabungan kekuatan setiap individu warga negaranya, mari rapatkan barisan, samakan langkah, berkolaborasi dengan BSSN dalam memperkuat keamanan dan ketahanan siber Indonesia,” kata dia.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Chip Langka, Stok Ponsel Black Shark Kosong

Techbiz.id - Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel gaming Black Shark yang mengakui bahwa ponsel flagship keluaran terbarunya mengalami...

Artikel Terkait