Sabtu, September 18, 2021
Beranda News Taman Nasional Bali Manfaatkan Teknologi AI

Taman Nasional Bali Manfaatkan Teknologi AI

Must Read

LinkAja Dapat Suntikan Dana dari Grab

Techbiz.id - Untuk pertama kalinya, LinkAja mendapatkan investasi dari perusahaan swasta dengan diumumkannya investasi strategis dari Grab. Grab memimpin tahapan...

Indosat Ooredoo Sediakan Otentikasi Keamanan Sekali Klik

Techbiz.id – Bermitra dengan IPification, Indosat Ooredoo menghadirkan solusi otentikasi seluler sekali klik, verifikasi pengguna, dan pencegahan penipuan tanpa...

Oppo Siapkan Penerus Reno2

Techbiz.id - OPPO kembali mempersiapkan suksesor perangkat seri Reno2 di Indonesia. Hal ini diketahui melalui dua unggahan sosial media...

Telkomsel dan Huawei Perluas Jaringan 4G di Area Rural

Techbiz.id - Telkomsel dan Huawei Indonesia bersama dengan Pemerintah berkolaborasi menghadirkan jaringan broadband 4G LTE di kawasan-kawasan pelosok (rural) di tanah...

Tri Optimisasi Jaringan Hadapi Lebaran Virtual

Techbiz.id - Tri Indonesia melakukan optimisasi kapasitas dan kualitas jaringan untuk mengantisipasi peningkatan trafik data agar pelanggan senantiasa mendapatkan...

Ungkap Tanggal Peluncuran, Vivo V20 Buka Pre Order

Techbiz.id - Vivo memastikan waktu peluncuran vivo V20 dan V20 SE dan membuka blind pre order. Perangkat terbaru vivo V20...

Techbiz.id – Taman Nasional Bali Barat bersama Huawei melakukan penjajakan kerja sama Smart Forest Guardian (pengawasan hutan dengan kecerdasan artifisial atau AI) yang diproyeksikan dibangun di kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Kerjasama yang merupakan pilot project CSR Huawei dalam program Tech4All ini mulai dijajaki dengan melakukan survei yang dilakuka oleh tim lintas kementerian yang terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Badan Siber dan Sandi Negara, Badan Intelijen Negara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kegiatan ini merupakan tidak lanjut  rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko Marves bersama dengan Kemenkominfo, KLHK, BPPT, BIN, BSSN, serta Huawei pada Rapat Koordinasi Peningkatan Pengawasan Kawasan Hutan secara virtual beberapa waktu lalu.  

Baca juga: 5 Perangkat Baru Huawei Lengkapi Gaya Hidup

Menko Maritim dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan yang memimpin rakor mengatakan bahwa peningkatan kawasan hutan menjadi hal yang utama. Ia mengatakan, dengan memanfaatkan teknologi Huawei pihaknya dapat langsung memantau perekaman data melalui suara, untuk dapat membuat data yang lengkap mengenai aktivitas hutan kita di Indonesia.

“Dengan teknologi tersebut, kita dapat mencegah aktivitas illegal yang terjadi di hutan kita. Kami meminta kepada Huawei dan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk dapat mengharmonisasi sistem dan data yang akan dikembangkan untuk dapat menjadi lompatan yang luar biasa dalam pengawasan aktivitas illegal dalam hutan di Indonesia,” ujarnya.

CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen mengatakan, sebagai penyedia TIK yang telah 20 tahun hadir di Indonesia, Huawei berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam mengantisipasi tantangan dan peluang melalui pemanfaatan teknologi.

“Selama masa pandemi, kami juga telah mengontribusikan teknologi Kecerdasan Arfisial (AI) dan Cloud bagi dunia kesehatan dan pendidikan. Merupakan kebanggaan bagi kami dapat memperluas kontribusi hingga menjangkau bidang lingkungan hidup di Indonesia melalui inisiatif global untuk inklusi digital TECH4ALL yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Huawei dalam pemberdayaan teknologi digital bagi lingkungan, pendidikan dan kesehatan,” ungkapnya.

Huawei  berkolaborasi dengan Lembaga Nirlaba (NGO) Rainforest Connection membangun Smart Forest Guardian menggunakan teknologi AI untuk melindungi hutan dari pembalakan dan perburuan liar, serta upaya konservasi alam di Taman Nasional Bali Barat. Rainforest Connection telah menggunakan teknologi ini di hutan hujan tropis Kosta Rica, Filipina dan beberapa negara lain.

“Kami sangat percaya bahwa teknologi yang baik dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi dunia. Keterlibatan ini menjadi bagian awal dari perjalanan bersama untuk lingkungan yang makin lestari.”

Teknologi Huawei ini diharapkan membantu pengamanan dan pengawasan hutan dari illegal logging, illegal mining, illegal poaching, pemantauan satwa, wisata alam, serta pengayaan dan pemanfaatan data kehutanan.

Saat ini Indonesia memiliki 54 taman nasional yang mana sebagian diantaranya merupakan situs warisan dunia (World Heritage) UNESCO. Diketahui, Indonesia memiliki koleksi 400 spesies burung endemik. Hingga dapat dikatakan terbanyak di dunia. Artinya ada 400 jenis burung endemik yang hanya bisa ditemukan di Indonesia. Salah satunya jalak bali yang hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Bali Barat.

Kepala Taman Nasional Bali Barat, Agus Ngurah mengungkapkan, kehadiran teknologi yang akan dikembangkan bersama Huawei dan Rainforest Connection ini akan bermanfaat dalam membantu melindungi hutan, khususnya di Taman Nasional Bali Barat dengan satwa endemik Jalak Bali yang juga merupakan satwa dilindungi karena tergolong langka.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

OPPO dan Tim Renang Indonesia Kampanyekan Hidup Sehat

Techbiz.id - Menggandeng tim renang Indonesia, OPPO Find X3 Pro 5G kembali menggelar kampanye OPPO Find Health untuk mendorong...