Wednesday, July 28, 2021
Home Telco H3I Berharap Aturan Teknis UU Cipta Kerja Segera Dibuat

H3I Berharap Aturan Teknis UU Cipta Kerja Segera Dibuat

Must Read

Update Harga Redmi Note 9 Juli 2021, Turun Rp 500 Ribu!

Techbiz.id - Hadir di Indonesia dengan dua kapasitas, salah satu Redmi Note 9 kini dibanderol dengan harga yang lebih...

Harganya Sejutaan, realme C11 2021 Hadirkan Baterai 5000mAh

Techbiz.id - realme kembali mengejutkan para penggemarnya dengan meluncurkan realme C11 2021 di Indonesia. Ponsel pintar ini diposisikan sebagai...

Bukan Tahun Ini, iPhone SE Gen 3 Meluncur di 2022

Techbiz.id - Rumor mengenai iPhone SE generasi 3 terus bergulir. Jika sebelumnya disebut akan hadir pada paruh kedua 2021,...

Update Harga Huawei Nova 7 Juli 2021, Turun Sejuta!

Techbiz.id - Memasuki akhir Juli 2021, terjadi penurunan harga dari Huawei Nova 7 yang rilis di Indonesia. Perubahan tersebut terbilang...

Jaringan XL Axiata Jangkau 5.102 Desa di Provinsi Aceh

Techbiz.id - XL Axiata memperkuat jaringan telekomunikasi di wilayah Provinsi Aceh trafik data di seluruh area Provinsi yang berada...

Techbiz.id – UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan Presiden Joko Widodo diyakini akan membawa angin segar bagi industri telekomunikasi. Aturan teknis untuk pelaksanaan UU ini pun diharakan segera dibuat.

Wakil DIrektur Utama Hutchinson Tri Indonesia (H3I), Danny Buldansyah berharap akhir tahun ini aturan teknis pelaksanaan UU Cipta Kerja sektor telekomunikasi segera diterbitkan agar memberikan kepastian bagi pelaku industri.

“Kami berharap mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini sudah ada aturan pelaksana teknis dari UU Cipta kerja ini,” ungkap Dannny.

Seperti diketahui, dalam UU Cipta Kerja sektor telekomunikasi disebutkan bahwa Pemegang Perizinan Berusaha terkait penggunaan spektrum frekuensi radio dapat melakuka kerjasama penggunaan spektrum frekuensi radio untuk penerapan teknologi baru.

Baca juga: Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja Ditunggu Pelaku Industri

Pengertian mengenai teknologi baru yang tercantum dalam UU tersebut kemudian memunculkan silang pendapat di kalangan pelaku industri. Walhasil perlu adanya aturan teknis yang mengatur pelaksanaan dari UU tersebut.

Menurut Danny, pengertian teknoogi baru adalah teknologi yag belum obsolete (kadaluarsa). Di industi telekomunkasi sendiri menurut Danny teknologi 4G masih merupakan teknologi baru karena belum kadaluarsa.

“Menurut saya penerapan network sharing tidak berbatas pada teknologi 5G karena kalau dibilang definisinya teknologi yg belum pernah ada. Ketika 5G dimulai kan berarti sudah ada, begitu sudah ada bagaimana?,” tukas Danny.

Lebih lanjut menurut Danny teknologi yang sudah kadaluarsa di dalam industri telekomunikasi adalah teknologi 2G. Sehngga teknologi ini tidak bisa dimasukkan dalam kategori teknologi baru.

“Mestinya nanti di PP atau PM dijelaskan mengenai teknologi baru itu. Kalau interpretasi kita sih sudah jelas bahwa teknologi baru tidak berbatas pada 5G,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

RedmiBook 15 dan Redmi Note 10 5G Mulai Dijual, Ada Harga Khusus

Techbiz.id - Usai diperkenalkan, RedmiBook 15 dan Redmi Note 10 5G kini secara resmi mulai dijual di Indonesia dengan...