Monday, November 30, 2020
Home Telco H3I Berharap Aturan Teknis UU Cipta Kerja Segera Dibuat

H3I Berharap Aturan Teknis UU Cipta Kerja Segera Dibuat

Must Read

Oolean Games Rilis Game PvP Battle, Arena Master 2

Techbiz.id - Meerkatgames dan Oolean games merilis Arena Master 2, salah satu game PvP (Player vs Player) battle terbaru di...

Telkomsel Terus Perkuat Ekosistem Digital lewat The NextDev

Techbiz.id - Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut...

Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Techbiz.id - Pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo dinilai pengamat telekomunikasi sebagai sebuah...

Techbiz.id – UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan Presiden Joko Widodo diyakini akan membawa angin segar bagi industri telekomunikasi. Aturan teknis untuk pelaksanaan UU ini pun diharakan segera dibuat.

Wakil DIrektur Utama Hutchinson Tri Indonesia (H3I), Danny Buldansyah berharap akhir tahun ini aturan teknis pelaksanaan UU Cipta Kerja sektor telekomunikasi segera diterbitkan agar memberikan kepastian bagi pelaku industri.

- Advertisement -

“Kami berharap mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini sudah ada aturan pelaksana teknis dari UU Cipta kerja ini,” ungkap Dannny.

Seperti diketahui, dalam UU Cipta Kerja sektor telekomunikasi disebutkan bahwa Pemegang Perizinan Berusaha terkait penggunaan spektrum frekuensi radio dapat melakuka kerjasama penggunaan spektrum frekuensi radio untuk penerapan teknologi baru.

Baca juga: Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja Ditunggu Pelaku Industri

Pengertian mengenai teknologi baru yang tercantum dalam UU tersebut kemudian memunculkan silang pendapat di kalangan pelaku industri. Walhasil perlu adanya aturan teknis yang mengatur pelaksanaan dari UU tersebut.

Menurut Danny, pengertian teknoogi baru adalah teknologi yag belum obsolete (kadaluarsa). Di industi telekomunkasi sendiri menurut Danny teknologi 4G masih merupakan teknologi baru karena belum kadaluarsa.

“Menurut saya penerapan network sharing tidak berbatas pada teknologi 5G karena kalau dibilang definisinya teknologi yg belum pernah ada. Ketika 5G dimulai kan berarti sudah ada, begitu sudah ada bagaimana?,” tukas Danny.

Lebih lanjut menurut Danny teknologi yang sudah kadaluarsa di dalam industri telekomunikasi adalah teknologi 2G. Sehngga teknologi ini tidak bisa dimasukkan dalam kategori teknologi baru.

“Mestinya nanti di PP atau PM dijelaskan mengenai teknologi baru itu. Kalau interpretasi kita sih sudah jelas bahwa teknologi baru tidak berbatas pada 5G,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Techbiz.id - Menyusul dibubarkannya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo, Ombudsman RI menlai harus...

Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Techbiz.id - Pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo dinilai pengamat telekomunikasi sebagai sebuah langkah mundur.

Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

Techbiz.id - Presiden RI, Joko Widodo diminta untuk membatalkan pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Dalam Peraturan Presiden...

Fitur Populer di Oppo Reno Series

Techbiz.id - Banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen saat akan membeli perangkat smartphone. Selain dari spesifikasi, desain, dan komposisi kamera, fitur yang tersemat...

SURGE Siapkan Internet Gratis di Ruang Publik

Techbiz.id - Untuk mengurangi kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, SURGE sedang mengembangkan jaringan internet gratis untuk publik dan akan selesai dalam...
- Advertisement -

Artikel Terkait