Selasa, Juli 16, 2024

Kehabisan Baterai Smartphone Bisa Timbulkan Phobia

Techbiz.id – kehabisan baterai smartphone ternyata dapat menimbulkan phobia. Maka wajar saja, kapasitas dan daya tahan baterai kerap menjadi pertimbngan pengguna smartphone ketika akan membelinya.

Seperti diketahui, mengisi ulang daya baterai ponsel adalah salah satu aktivitas wajib yang dilakukan pengguna smartphone. Pasalnya, saat ini smartphone menjadi perangkat andalan bagi banyak orang untuk melakukan berbagai aktivitas seperti rapat daring, mendengarkan musik ketika di perjalanan, bertukar pesan, memesan transpirtasi online hingga berselancar di media sosial atau internet.

Bukan rahasia lagi, ketika frekuensi penggunaan ponsel cerdas meninggi maka akan cepat menguras daya tahan baterai pada perangkat. Bagi sebagian besar pengguna yang terlalu bergantung pada smartphone, ketika kapasitas daya baterai di smartphone menipis maka akan menimbulkan kepanikan dan buru-buru mencari colokan listrik.

Baca juga: Tips Merawat Baterai Smartphone Agar Awet

Beberapa dari mereka mungkin siap sedia dengan membawa pengisian ulang portabel (powerbank), namun tak sedikit yang justru memilih membawa adapter charger.

Hasil riset dari YouGov RealTime tahun 2019 menyebutkan, kekhawatiran pengguna terhadap daya tahan baterai smartphone yang menipis berpotensi menimbulkan phobia (kepanikan). Kondisi ini bisa mengakibatkan Nomophobia (No mobile phone phobia) atau rasa khawatir secara berlebihan ketika menjalani hidup tanpa gawai. 

Ketika berada di situasi seperti ini, para pengguna smartphone khususnya kalangan milenial merasa ketakutan apabila tidak bisa dihubungi oleh orang-orang penting, tidak dapat mengikuti rapat kantor secara daring dan beberapa ekses negatif lainnya akibat smartphone tiba-tiba kehilangan daya. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini, pengguna kian bergantung pada keberadaan smartphone.

Di era modern saat ini, daya baterai yang terkuras karena tingginya frekuensi pemakaian smartphone sudah bisa teratasi. Beberapa vendor smartphone mengembangkan sebuah algoritma khusus yang berfokus pada daya tahan baterai.

Sebagai contoh, perangkat terbaru OPPO Reno4 dan OPPO Reno4 F yang dilengkapi dengan fitur Super Power Saving Mode untuk melakukan penghematan terhadap daya tahan baterai tersisa. 

Dalam keadaan baterai tersisa 5%, perangkat OPPO Reno4 dan OPPO Reno4 F dapat bertahan untuk memberikan daya terhadap aplikasi-aplikasi penting yang telah dipilih pengguna.

Sebagai ilustrasi, berbekal kapasitas baterai 5% pada kedua seri perangkat. OPPO Reno4 tersebut, pengguna memiliki waktu selama 77 menit untuk menggunakan aplikasi Grab, 70 menit untuk melakukan panggilan, 52 menit untuk bernavigasi dengan Google Map, atau 35 menit untuk menggunakan layanan pesan WhatsApp.

Untuk mengaktifkan fitur tersebut, pengguna dapat masuk ke menu Pengaturan atau Settings. Lalu pengguna memilih opsi Battery dan mengaktifkan fitur Super Power Saving Mode.

OPPO Reno4 dan OPPO Reno4 F menjadi pilihan terbaik bagi pengguna yang berfokus kepada daya tahan baterai dan tidak melulu membawa pengisian daya portabel dalam kesehariannya.

Fitur penghemat daya semacam ini akan mengurangi kecemasan pengguna terhadap daya tahan baterai smartphone yang melemah dan berada jauh dari colokan listrik.

Terkait

Artikel Terkait

Memajukan Potensi Digital Bersama Gerakan 100% untuk Indonesia

Techbiz.id - Akses internet merupakan salah satu sarana terbaik untuk membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat. Tergantung bagaimana pemanfaatannya,...