Tuesday, December 1, 2020
Home News Konsumsi Energi Menjadi Tantangan Pengembangan 5G

Konsumsi Energi Menjadi Tantangan Pengembangan 5G

Must Read

Prodia dan Good Doctor Permudah Akses Layanan Kesehatan

Techbiz.id - Prodia dan Good Doctor melakukan kerjasama memberikan kemudahan bagi jutaan masyarakat di seluruh Indonesia dalam...

Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Techbiz.id - Pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo dinilai pengamat telekomunikasi sebagai sebuah...

Indosat Tawarkan Produk Digital MPWR, untuk Lifestyle

Techbiz.id – Indosat Ooredoo menghadirkan produk digital bernama MPWR (dibaca: Empower) yang merupakan Aplikasi Digital Lifestyle Telco.

Techbiz.id – Penggunaan energi dalam perkembangan dunia digital dinilai Huawei memegang peranan yang sangat penting. Seluruh industri pun diharapkan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap penggunaan energi.

“Energi, sebagai fondasi dunia digital, telah menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing di era ekonomi digital,” kata Zhou Taoyuan, Presiden Digital Power Product Line Huawei.

- Advertisement -

Oleh karenanya dama Better World Summit 2020 yang kembali digelar Huawei, “Power Digitalization 2025″ menjadi tema pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan secara online.

Baca juga: Huawei Bangun Jaringan Transport 5G Ready untuk Indosat

Sejumlah pakar dari seluruh dunia hadir dan bertukar gagasan serta solusi tentang bagaimana seharusnya operator global mengantisipasi peluang dan tantangan yang dimunculkan oleh beragam dinamika dunia digital dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital yang begitu pesatnya.

Huawei disampaikan Zhou Taoyuan, mengintegrasikan teknologi daya tradisional dan digital untuk mewujudkan digitalisasi daya.

konsumsi energi 5G

“Dengan cara ini, kami dapat menggunakan ‘Bit to manage Watt’ dan menghadirkan solusi daya digital yang simple, ramah lingkungan, cerdas, dan dapat diandalkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri listrik tradisional,” imbuhnya.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi baru seperti 5G, Cloud, AI, Big Data, dan IoT, transformasi digital telah dimulai dan membuka serta mewujudkan era digital yang serba dapat dirasakan, terhubung, dan cerdas.

Hal ini telah membuat pengembangan 5G dan pusat data besar menjadi sorotan. Tetapi pada saat yang bersamaan, pembangunan 5G dan pusat data berskala besar dan cepat telah membawa tantangan besar bagi infrastruktur energi, seperti peningkatan konsumsi energi, periode konstruksi pembangunan yang lama, serta biaya pengoperasian dan pemeliharaan yang tinggi.

“Fasilitas site energy yang ada saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan daya (konsumsi energi) untuk cakupan 5G. Ada kebutuhan mendesak untuk reformasi dan inovasi di bidang ini. Digitalisasi, sistem daya 5G yang cerdas dan terintegrasi memungkinkan penyebaran jaringan 5G yang lebih cepat, lebih terjangkau, dan lebih sederhana,” kata Liu Baochang, Deputi Direktur Departemen Energi Informasi, China Mobile Group Design Institute Co., Ltd.

CEO Huawei Indonesia Carrier Business, Andy Ma mengatakan bahwa, Indonesia sebagai bagian dari komunitas global yang mengadopsi transformasi digital juga memiliki tantangan konsumsi daya TIK yang sama seperti yang dihadapi negara lain.

Ia mengatakan, konsumsi daya TIK global, termasuk Indonesia, mengalami peningkatan. Saat ini, konsumsi daya TIK mencapai hingga 2% dari total konsumsi daya global dan diperkirakan akan mencapai 5% pada tahun 2030. Tidak terkecuali konsumsi daya listrik di setiap stasiun transmisi.

“Biaya konsumsi listrik telah menghabiskan 60% dari total biaya kepemilikan pusat data selama sepuluh tahun. Kami menghadirkan Huawei digital powers untuk pasar global, termasuk Indonesia, sebagai solusi untuk membantu pembangkit listrik ramah lingkungan dan pemanfaatan daya yang lebih efisien,” jeasnya.

Andy menambahkan, untuk Indonesia, Huawei juga menawarkan solusi hybrid power untuk membantu menurunkan biaya operasional dan pemeliharaan di daerah-daerah yang tidak termasuk jaringan utama.

“Melalui algoritma serta solusi penyimpanan daya kami, kami dapat membantu meningkatkan efisiensi pengoperasian generator diesel dengan mengurangi total waktu pengoperasian hingga 50%,” imbuhnya.

Ke depan, Huawei akan terus bekerja sama dengan operator global dalam mengantisipasi tantangan dan memanfaatkan peluang baru dunia digital. Huawei bertujuan untuk menyuntikkan sumber energi listrik ramah lingkungan ke operator dan membantu mereka mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di masa depan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Palo Alto Networks Prediksi Keamanan Siber di 2021

Techbiz.id - Tahun 2020 ini dinilai menjadi tahun yang menentukan sekaligus ujian yang sesungguhnya bagi ketahanan digital kolektif....

Indosat Tawarkan Produk Digital MPWR, untuk Lifestyle

Techbiz.id – Indosat Ooredoo menghadirkan produk digital bernama MPWR (dibaca: Empower) yang merupakan Aplikasi Digital Lifestyle Telco. Menurut MPWR...

Pelindo 4 Digitalisasi Crane di Terminal Petikemas Makasar

Techbiz.id - Terminal Petikemas Makasar Pelindo 4 menggunakan solusi jaringan IP / MPLS milik Nokia untuk menyediakan konektivitas nirkabel LTE untuk sistem...

Grab Berdayakan Penyandang Disabilitas dengan Platform Digital

Techbiz.id - Grab memperkuat komitmennya untuk menjadi platform yang inklusif bagi semua orang dengan meluncurkan program peningkatan kapabilitas bagi penyandang disabilitas.

Bank Mandiri dan Shopee Terbitkan Kartu E-Money Co-Branding

Techbiz.id - Bank Mandiri dan Shopee berkolaborasi dalam menerbitkan kartu e-money co-branding berdesain khusus Shopee dan Garena Games.
- Advertisement -

Artikel Terkait