Tuesday, April 20, 2021
Home Fintech Grab Financial Kantongi Rp4,2 Triliun di Pendanaan Seri A

Grab Financial Kantongi Rp4,2 Triliun di Pendanaan Seri A

Must Read

Update Harga Realme C12: Ada Diskon!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme C12 kini sudah mengalami perubahan. Apalagi kini sudah hampir setahun...

Mudik Dilarang, Tiket.com Ungkap Konsumen Booking Tiket Sebelum Larangan

Techbiz.id - Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan larangan mudik tahun ini. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan...

Mengatur Rumah Pintar dengan SmartThings

Techbiz.id - Samsung Galaxy S21 Series 5G hadir dengan sederet fitur-fitur yang dapat mempersiapkan setiap penggunanya untuk masa depan....

Polytron Sempurnakan Fitur Alat Masak Tiara Pot

Techbiz.id - Polytron menghadirkan generasi terbaru dari Tiarapot, dengan nama Tiarapot Pro PRC 501. Dengan penyempurnaan pada fiturnya, Tiarapot...

Indosat Ooredoo Jalankan Uji Coba OpenRAN di Jaringan 4G

Techbiz.id – Indosat Ooredoo menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan uji coba lapangan OpenRAN (Radio Access Network)...

Techbiz.id – Platform fintech Grab Financial Group (GFG) memperoleh lebih dari USD300 juta (Rp4,2 triliun) dalam pendanaan Seri A yang dipimpin oleh Hanwha Asset Management Co. Ltd. (‘Hanwha Asset Management’), perusahaan manajemen aset terkemuka asal Korea Selatan.

Pendanaan Seri A ini menandai langkah berikutnya dalam pertumbuhan Grab Financial Group (GFG) setelah total pendapatannya telah meningkat lebih dari 40% pada tahun 2020 dibandingkan 2019, di tengah pencapaian utamanya.

- Advertisement -

Pencapaian ini mencakup adopsi konsumen yang pesat melalui layanan baru bersama AutoInvest, produk manajemen kekayaan ritel pertamanya yang mengalami kenaikan pengguna bulanan hampir dua kali lipat pada Desember 2020.

Penawaran produk asuransinya juga telah bertumbuh pesat, dengan pengguna aktif bulanan yang mengalami kenaikan sebanyak empat kali lipat menjadi lebih dari 4,5 juta dalam tiga bulan, dan telah mendistribusikan lebih dari 70 juta polis asuransi sejak diluncurkan April lalu.

Selain itu, konsorsium Grab dan Singtel baru-baru ini telah dipilih oleh Otoritas Moneter Singapura (the Monetary Authority of Singapore/MAS) untuk mendirikan sebuah bank digital, hal ini menjadi bukti yang kuat atas kemampuannya untuk melayani segmen yang kurang terlayani dan belum memiliki rekening bank (unbanked people).

Baca juga: Grab Pimpin Pasar Indonesia

Investasi terbaru ini telah memperkuat kepemimpinan GFG di industri fintech dan kemampuannya untuk terus membangun bisnis yang berkelanjutan dan beragam untuk memanfaatkan peluang pasar jasa keuangan yang luas di Asia Tenggara, yang harapannya memiliki potensi pendapatan penuh sebesar USD60 miliar pada tahun 2025.

Keikutsertaan Hanwha Asset Management sebagai investor yang memimpin pendanaan, keyakinan berkelanjutan dari investor awal Grab; GGV Capital dan K3 Ventures, serta pendana oleh VC fintech terkenal, Flourish Ventures (berafiliasi dengan pendiri eBay, Pierre Omidyar) serta Arbor Ventures, merupakan indikator utama kepercayaan investor terhadap perjalanan GFG dalam menghadirkan inovasi hyperlocal yang berkembang.

GFG, yang saat ini menawarkan pembayaran dan layanan keuangan seperti lending, asuransi, dan retail wealth management di wilayah ini, akan menggunakan pendanaan baru untuk terus membantu lebih banyak individu dan UKM dalam mengakses manfaat layanan keuangan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kami akan  menumbuhkan bisnis dengan margin lebih tinggi, berinvestasi lebih lanjut pada talenta (sumber daya), dan memperluas penawaran di Asia Tenggara dengan solusi keuangan yang lebih terjangkau, nyaman, dan transparan.

“Ini adalah titik perubahan bagi kami karena semakin banyak konsumen yang mengadopsi layanan keuangan digital. Kami menggalang dana khusus untuk GFG karena terlepas dari pertumbuhan bisnis yang kuat, kenyataannya jutaan orang dan bisnis kecil masih kekurangan akses yang terjangkau dan transparan ke layanan keuangan,” ungkap Reuben Lai, Senior Managing Director, Grab Financial Group.

Lebih lanjut disampaikan, GFG akan memanfaatkan keahlian investor terbaik yang memahami layanan keuangan dan fintech dengan baik, sehingga dapat terus memberdayakan masa depan industri finansial untuk masyarakat dan bisnis di seluruh Asia Tenggara.

“Dengan cara ini, kami dapat memanfaatkan momentum yang ada untuk memberikan nilai sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Yong Hyun Kim, CEO of Hanwha Asset Management, berharap GFG dapat melanjutkan pertumbuhannya pesat dengan dukungan model bisnis inovatif yang mendukung perubahan gaya hidup konsumen yang lebih luas, serta hubungan yang sangat sinergis dengan Grab, unicorn terbesar di Asia Tenggara.

“Pada saat yang sama, kami sangat senang berinvestasi di perusahaan yang dapat memenuhi tanggung jawab sosial sebagai pendorong layanan keuangan bagi populasi underbanked dan unbanked di Asia Tenggara. Kami sangat senang untuk memimpin pendanaan Seri A untuk GFG sebagai bagian dari keahlian dan minat Hanwha di bidang fintech dan investasi kami yang berkelanjutan di sektor ini,” ucapnya.

Di wilayah dimana lebih dari 70 persen populasi orang dewasa masih belum memiliki rekening bank (unbanked people), dan jutaan UKM masih membutuhkan pendanaan penting, GFG bertujuan untuk menjembatani kebutuhan yang belum terpenuhi ini dan mengatasi kesenjangan dalam inklusi keuangan.

Pandemi COVID-19 yang telah membawa lebih banyak orang dan bisnis menjadi digital dan GFG berada pada posisi yang tepat untuk lebih mendukung jutaan orang Asia Tenggara dengan rangkaian layanan keuangan digitalnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Gandeng Reloadly, Tri Sediakan Top-Up Airtime Internasional

Techbiz.id - Tri Indonesia bermitra dengan Reloadly meluncurkan solusi top-up airtime internasional yang akan memberikan akses plug-and-play kepada para pelaku bisnis dan tim pengembangnya untuk bisa...

Artikel Terkait