Friday, June 25, 2021
Home Telco Matikan 3G Bisa Percepat Penyebaran Jaringan 4G dan 5G

Matikan 3G Bisa Percepat Penyebaran Jaringan 4G dan 5G

Must Read

XL Axiata Perluas Jaringan di Sulawesi Utara

Techbiz.id - Perluasan jaringan data yang berkualitas dilakukan XL Axiata di Provinsi Sulawesi Utara agar bisa memfasilitasi kebutuhan digitalisasi...

Update Harga Juni 2021: realme 6 Pro Diskon Sejutaan!

Techbiz.id - Dirilis sejak 2020 lalu, harga Realme 6  Pro per Juni 2021 mengalami perubahan yang cukup signifikan. Tidak...

Tips Bikin Konten TikTok untuk Promosi UKM

Techbiz.id - Platform destinasi video pendek seperti TikTok kerap dijadikan sarana untuk melakukan promosi bagi sebuah brand. Usaha kecil...

5 Cara Menghindari Investasi Kripto Bodong

Techbiz.id - Investasi aset kripto tengah menjadi perbincangan warganet yang memunculkan animo tinggi. Namun sayangnya tida sedikit masyarakat yang...

WOM Finance Terbitkan Obligasi untuk Tambah Modal

Techbiz.id - Perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) akan melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV tahun...

Techbiz.id – Menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh OpenSignal mematikan layanan 2G dan 3G dan melakukan migrasi bagi penggunanya akan membuat operator seluler di Indonesia mendapatkan manfaat yang lebih besar dalam pengelolaan spektrum.

Langkah tersebut dinilai akan membantu mempercepat penyebaran jaringan 4G dan 5G yang dapat menjembatani kesenjangan digital di Indonesia, serta meningkatan pengalaman pengguna secara keseluruhan, dan mendorong perkembangan sosial-ekonomi yang positif. 

Seiring dengan kemajuan Indonesia menuju 5G, operator di Indonesia akan mendapatkan manfaat jika pengguna melakukan migrasi dari 3G ke 4G dan memperbarui pita spektrum 2G/3G ke layanan 4G.

Data milik OpenSignal menunjukkan adanya kesenjangan pengalaman pengguna jaringan seluler antara pemakai 3G dan 4G. Berdasarkan analisis OpenSignal, alasan utama pengguna tidak merasakan manfaat 4G karena mereka tidak berlangganan, bukan karena jangkauan 4G.

Baca juga: Resmi Komersial, Telkomsel Tawarkan Paket Data 5G

Seperti diketahui, untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan penggunaan pita frekuensi yang tersedia, operator di Indonesia mulai memperbaharui bagian dari pita 800 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, dan 2100 MHz untuk 4G.

Meskipun begitu, operator masih bergantung pada pita 900 MHz dan 1800 MHz untuk menyediakan 2G dan 2100 MHz untuk menyediakan 3G demi mendukung sebagian pengguna. 

Menurut Peneliti dari OpenSignal, Hardik Khatri, apabila pita frekuensi tersebut dapat digunakan untuk layanan 4G, pengalaman seluler di Indonesia akan meningkat, karena jaringan 4G dan 5G lebih efisien dalam menggunakan kapasitas spektrum dibandingkan dengan teknologi lama 2G dan 3G.

“Standar dari teknologi terbaru dapat mendukung kecepatan yang lebih cepat, penggunaan data yang lebih banyak, bertambahnya pengguna pada pita MHz yang sama dibandingkan dengan 2G dan 3G,” jelasnya.

Pada pelelangan ulang terbaru frekuensi 2,3 GHz. Telkomsel dan Smartfren masing-masing memenangkan spektrum 20 MHz dan 10 MHz. Kominfo mengadakan pelelangan ini untuk mempercepat infrastruktur jaringan seluler 4G dan implementasi 5G di masa depan.

Telkomsel telah mengungkapkan rencana untuk menyebarkan 5G pada pita ini dengan bandwidth 30 MHz dalam rentang 2.300 MHz hingga 2.330 MHz. Sedangkan Smartfren berencana untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dari layanan yang sudah ada, dan juga memperluas jaringan ke area-area yang belum terjangkau oleh layanan mereka.

Sementara itu, XL tidak mendapatkan spektrum yang baru dan berencana untuk memaksimalkan 4G yang sudah ada. Sedangkan Tri telah bermitra dengan Nokia untuk menyebarkan teknologi berbagi spektrum (DDS) untuk 3G dan 4G di jaringan mereka saat ini.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Indosat Gunakan Platform Telenor Hadirkan Facebook Mobile Center

Techbiz.id – Menjalin kemitraan strategis dengan Telenor Digita, Indosat Ooredoo akan menggunakan platform global milik Telenor Digital, Millom,...

Artikel Terkait