Kamis, Februari 9, 2023

Opensignal: Jaringan XL Axiata dan Telkomsel Bersaing Ketat

Techbiz.id – Data Opensignal menyebutkan bahwa meskipun layanan 5G di Indonesia masih dalam tahap awal, tetapi 5G telah menghadirkan peningkatan yang signifikan dalam pengalaman seluler dibandingkan dengan teknologi 4G dan 3G yang lebih lama.

Namun, penyebaran 5G masih sangat terbatas, terutama karena kurangnya spektrum, selain faktor-faktor lainnya. Guna mengatasi krisis spektrum ini, operator-operator di Indonesia berupaya menggunakan sebagian atau seluruh kepemilikan spektrum mereka yang ada untuk jaringan 3G dan/atau 4G.

Misalnya, Telkomsel berhasil meningkatkan 185 kota/kabupaten dari 3G ke 4G sejak Maret 2022, sedangkan XL menyebutkan pada akhir Juni 2022, 90,9% basis pelanggan menggunakan 4G, operator ini menggunakan teknologi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) pada spektrum 1800 MHz dan 2100 MHz untuk 5G. Di samping itu, Smartfren berencana menggunakan spektrum baru di Band 40 untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan yang ada serta memperluas layanannya di luar wilayah operasional saat ini.

Namun, sebagian masyarakat Indonesia masih mengandalkan teknologi jaringan 3G lama. Ini berarti operator Indonesia menghadapi tantangan dengan sepenuhnya mematikan jaringan 3G dan menggunakan kembali spektrum 3G untuk teknologi 4G dan 5G yang lebih efisien.

Di awal tahun 2022, pemerintah mengimbau operator Indonesia untuk mematikan 3G secara bertahap. Tetapi rencana ini sedang ditinjau, mengingat layanan 4G masih belum tersedia di beberapa wilayah. Analisis Opensignal di masa lalu telah menunjukkan bahwa memigrasikan pengguna yang hanya menggunakan 3G ke 4G dan memperbaharui spektrum 3G akan berdampak positif terhadap keseluruhan pengalaman seluler pengguna di Indonesia.

Di sisi lain, untuk mendukung penerapan 5G di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo) baru-baru ini mengadakan lelang spektrum 10 MHz (2×5 MHz) pada band 2,1 GHz untuk mengakselerasi pengembangan layanan 5G di Indonesia yang dimenangkan Telkomsel.

Selanjutnya, pemerintah Indonesia juga berencana melelang spektrum 5G baru dalam low band 700 MHz setelah peralihan TV digital (ASO) selesai. Selain itu, Indonesia juga bersiap untuk menyediakan spektrum tambahan untuk 5G pada band lain. Kandidat termasuk band 800 MHz pada layer jangkauan, band 2,3/2,6/3,3/3,5 GHz pada layer kapasitas, dan 26/28 GHz pada layer data super .

Meskipun 5G mungkin menjadi area fokus strategis bagi operator Indonesia, tetapi 4G terus memainkan peran penting karena merupakan jaringan sebagian besar waktu konsumen sering terhubung.

Dalam laporannya, Opensignal menganalisis pengalaman jaringan seluler secara keseluruhan dari semua pengguna kami di Indonesia pada lima operator, yaitu 3, Indosat, Smartfren, Telkomsel, dan XL, selama periode 90 hari mulai 1 Agustus 2022.

Bersamaan dengan analisis nasional yang dilakukan, Opensignal juga memeriksa pengalaman jaringan seluler pengguna kami di 10 wilayah utama di Indonesia. “Kami menggunakan pengukuran 5G selain pengukuran teknologi jaringan seluler generasi lama saat menentukan skor keseluruhan untuk setiap kategori penghargaan,” sebut Opensignal.

Analisis terbaru Opensignal tentang pasar seluler Indonesia mengungkap persaingan antara Telkomsel dan XL dalam hal pengalaman jaringan seluler pengguna. Sementara XL menyabet posisi ketiga ukuran pengalaman, Pengalaman Video, Pengalaman Game Seluler, dan Pengalaman Aplikasi Suara, serta memimpin dalam Pengalaman Kecepatan Unduhan.

Di sisi lain, Telkomsel unggul dalam hal kualitas layanan seluler yang konsisten, Excellent Consistent Quality dan Core Excellent Consistent Quality, serta Pengalaman Jangkauan 4G dan Pengalaman Kecepatan Unggahan. Sementara itu, operator khusus 4G, Smartfren kembali menyabet penghargaan Ketersediaan.

Secara nasional, pengguna XL menikmati pengalaman terbaik saat streaming video melalui jaringan seluler. Hasilnya, XL kembali menjadi pemenang Pengalaman Video Opensignal, dengan 46,5 poin (dari 100) — hanya unggul 0,4 poin dari Telkomsel.

Baca juga:

Terkait

Artikel Terkait

DMS+ jadi Aplikasi Hiburan Horor dan Misteri Pertama di Indonesia

Techbiz.id -  Diary Misteri Sara (DMS) hadir dalam bentuk aplikasi bernama DMS+ yang memberikan pengalaman baru bagi penggemarnya yang...