Kamis, September 23, 2021
Beranda Business Update Usai Berpisah dari Huawei, Honor Justru Terancam Masuk Daftar Hitam AS

Usai Berpisah dari Huawei, Honor Justru Terancam Masuk Daftar Hitam AS

Must Read

Rekomendasi 3 Smartphone Vivo untuk Beraktivitas Setelah Lebaran

Techbiz.id - Kembali bekerja, belajar, hingga beragam kegiatan lainnya dari rumah setelah merayakan Idul Fitri akan semakin produktif jika...

Smartfren Bakal Gelar Event Smartfren WOW Fest

TechBiz.ID - Masih dalam rangkaian kegiatan Peluncuran SmartPoin 2.0 yang merupakan Program Loyalty berbasis aplikasi MySmartfren, Smartfren dalam waktu...

Digitalisasi Pengelolaan SDM, BTN Siap Hadapi Industri 4.0

TechBiz.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan digitalisasi terhadap seluruh proses pengelolaan sumber daya manusia ( SDM)....

Spotify Bisa Berbagi Keseruan dengan Snapchat

TechBiz - Melalui Spotify, Anda dapat mendengarkan musik dan podcast kapan pun, di mana pun. Sementara itu, melalui Snapchat,...

XL Axiata Gunakan SAP untuk Efisiensi Perusahaan

Techbiz.id – XL Axiata menggunakan SAP S/4 HANA Cloud sebagai bagian dari strategi perusahaan menjadi pelopor di industri telko...

XL Axiata Sosialisasikan Aplikasi Laut Nusantara ke Pelajar di Timur Indonesia

Techbiz.id - XL Axiata dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mensosialisasikan aplikasi...

Techbiz.id – Honor tampaknya akan bernasib sama seperti Huawei. Meski sudah melepaskan diri dari Huawei, Honor kini tetap terancam masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat (AS).

Laporan terbaru menyebutkan sebanyak 14 perwakilan dari Partai Republik Amerika Serikat menginginkan agar Honor Device Co masuk dalam daftar hitam perdagangan AS

Keinginan itu dituangkan dalam surat resmi yang dikirim ke Departemen Perdagangan AS. Hal ini karena para anggota partai Republik berpendapat bahwa berpisahnya Honor dari Huawei merupakan upaya untuk menghindari kebijakan kontrol ekspor AS yang sudah memasukan perusahaan induk tersebut ke dalam daftar hitam.

Langkah ini rupanya juga telah mendapat masukan dari para analis. Pasalnya, surat tersebut turut memuat pendapat analis yang mengatakan bahwa “menjual Honor memberinya akses ke chip semikonduktor serta perangkat lunak yang diandalkannya dan mungkin akan diblokir jika divestasi tidak dilakukan.”

Di sisi lain, seorang juru bicara Departemen Perdagangan AS mengatakan mereka menghargai pendapat para anggota kongres. Laporan ini dikatakan masih terus dikaji untuk mengidentifikasi penambahan perusahaan yang masuk dalam daftar hitam perdagangan negara, seperti dilansir dari Phonearena, Senin (9/8).

Baca juga: Lepas dari Huawei, Honor Siap Bermitra dengan Google

Tentunya sangat disayangkan apabila Honor pada akhirnya akan masuk dalam daftar hitam AS. Pasalnya, dengan demikian maka Honor tak bisa lagi mendapat dukungan dari Google, seperti yang dialami oleh Huawei.

Sayangnya, hingga kini Honor belum menanggapi adanya kemungkinan masuk dalam daftar hitam tersebut.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Oppo A16 Kini Hadir dengan RAM 4GB

Techbiz.id - Dirilis pada Juli lalu, Oppo kini menambah kapasitas RAM dan memori yang lebih besar untuk Oppo A16,...