Rabu, Desember 8, 2021
BerandaNewsTanda Tangan Digital yang Aman Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Tanda Tangan Digital yang Aman Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Must Read

Techbiz.id – Tren penggunaan tanda tangan digital bersertifikat yang aman, mudah digunakan, dan mengikat secara hukum terus meningkat dengan pergeseran dunia kerja yang menjadi serba digital.

Menurut Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, Dengan naiknya tren kerja jarak jauh dan hybrid sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, cara kita dalam melakukan tanda tangan dan memvalidasi dokumen pun ikut berubah.

Riset oleh Adobe menunjukan bahwa saat ini pekerja memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap teknologi untuk pekerjaan yang lebih efisien dan efektif. Riset tersebut menyorot bahwa 1/3 waktu kerja digunakan untuk melakukan pekerjaan yang repetitif seperti pengelolaan dokumen, formulir, kontrak, faktur, dan lain lain.

Selain itu, lebih dari 86% pekerja menyatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang menghambat tugas utama mereka. Lebih lanjut, 91% dari responden menyatakan tertarik menggunakan perangkat yang dapat membuat tugas atau proses kerja mereka menjadi lebih efisien, seperti tanda tangan elektronik. 

Niki menjelaskan bahwa sebagai provider identitas digital, VIDA telah menerapkan standar perlindungan data kelas dunia, termasuk Public Key Infrastructure, teknologi pengenalan wajah, dan endpoint security guna menghadirkan keamanan yang komprehensif.

Baca juga: Tanda Tangan Digital Jadi Faktor Penting Adopsi Digital

Pada Awal 2021, VIDA menjadi PSrE pertama di Indonesia yang terdaftar dalam Adobe Approved Trust List (AATL) dan merupakan salah satu Trust Service Providers (TSP) yang berkomitmen menyediakan layanan identitas digital yang mendukung standar open API (Application Program Interface) dari Cloud Signature Consortium. Ini menjadikan VIDA sebagai PSrE di Indonesia yang mampu menyediakan tanda tangan elektronik yang diakui di lebih dari 40 negara. 

“Dengan menggunakan tanda tangan  elektronik tersertifikasi dari VIDA, seseorang dapat menandatangani dokumen dengan aman dan tanpa  hambatan di dalam perangkat lunak Adobe yang banyak digunakan oleh masyarakat. Misalnya, Adobe Acrobat, Acrobat Reader, dan Adobe Sign. Proses ini pun kian dipersingkat dengan menggunakan produk kolaborasi berbasis cloud milik Microsoft seperti Microsoft Teams,” kata Co-Founder dan CEO VIDA, Sati Rasuanto.

Menurutnya, bagi pemilik bisnis, organisasi dan pekerja, efisiensi waktu dalam hitungan menit bahkan detik sangat signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional.

Santi menegaskan masyarakat juga tidak perlu lagi meragukan legalitas tanda tangan elektronik. Sebab, menurut UU No. 11 tahun 2008 mengenai informasi dan transaksi elektronik (ITE), tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional. “Solusi yang disediakan VIDA menjawab meningkatnya kebutuhan akan dinamika alur kerja yang lebih efisien,” tegasnya.

Selain diakui sebagai PSrE resmi oleh Kominfo, VIDA juga menjadi PSrE pertama di Indonesia yang menerima akreditasi global WebTrust untuk implementasi standar  keamanan internet dengan menerapkan biometrik wajah dalam melakukan verifikasi dan autentikasi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya. VIDA juga terdaftar dalam Inovasi Keuangan Digital (IKD), Klaster e-KYC dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sebagai penyedia teknologi pendukung  dalam Bank Indonesia Regulatory Sandbox.

Sementara itu, Head of Adobe Document Cloud – Asia Pacific Adobe, Chandra Sinnathamby mengungkapkan, dipilihnya VIDA sebagai PSrE pertama di Indonesia yang terdaftar dalam Adobe Approved Trust List (AATL) menunjukan kemampuan VIDA untuk memenuhi standar keamanan dan teknis yang mapan, serta diterima secara luas di  seluruh dunia.

“Dengan menyediakan layanan transaksi digital yang lebih aman dan diterima secara global,  kami harap dapat memperkuat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap tanda tangan elektronik dan  membuatnya lebih mudah untuk digunakan dan diakses, serta meningkatkan pengalaman menggunakan  dokumen digital bagi semua orang,” kata Chandra.

Terkait

Artikel Terkait

OPPO Pamerkan Smartphone dengan Retractable Camera

Techbiz.id - OPPO akan menggelar acara Inno Day 2021 pada tanggal 14 Desember mendatang. Jelang acara digelar, OPPO sudah...