Senin, Mei 23, 2022
BerandaNewsProtergo Hadirkan Cyber-security Hub di Jakarta

Protergo Hadirkan Cyber-security Hub di Jakarta

Must Read

Techbiz.id – Protergo menjadi perusahaan cyber-security pertama di Indonesia yang memiliki “Cyber-security Hub“. Berlokasi di Graha Protergo, Jakarta Selatan, Cyber-security Hub tersebut memiliki total luas lahan sebesar 800 meter persegi.

Graha Protergo sendiri dibagi menjadi beberapa lantai. Lantai pertama didedikasikan sebagai Experience Center, dimana para klien dapat menyaksikan secara langsung simulasi malware, ransomware, dan ancaman siber lainnya.

Selanjutnya, lantai kedua di Graha Protergo di dedikasikan sebagai “Black Team Operation Center” yang berfokus pada layanan penetration testing dan vulnerability assessment. Lantai ketiga Graha Protergo didedikasikan sebagai “X-Force Operation Center”, sebagai tim yang didedikasikan untuk memantau infrastruktur klien 24/7.

“Kami perlu memperkuat keamanan siber di Indonesia sehingga para pelanggan merasa aman, itulah misi Protergo,” ucap Marco Cioffi, Co-Founder dari PT Protergo Siber Sekuriti.

Selanjutnya, untuk meningkatkan postur keamanan siber dari klien-kliennya, dan negara Indonesia, Protergo bermitra dengan perusahaan-perusahaan global, termasuk AT&T, AlienVault, Sentinel One, dan Fortinet, di Indonesia.

Baca juga: 6 Ancaman Keamanan Siber Baru yang Muncul di 2021

Kedepannya disampaikan Marco, Protergo akan berfokus untuk memperluas layanannya, khususnya untuk memberikan pelatihan pada personil cyber-security di Indonesia, dan mengembangkan teknologi yang dapat memberikan proteksi lebih pada infrastruktur siber, serta menawarkan layanan untuk consumer security, seperti melindungi mobile phone.

Sebagai informasi, menurut OJK, pada tahun 2020 sampai 2021, kerugian akibat serangan siber pada sektor perbankan mencapai Rp 246 miliar. Serangan siber terus meningkat sejak tahun 2020: BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) melaporkan bahwa terdapat 190 juta serangan siber pada dari Januari sampai Agustus 2020, empat kali lebih banyak dibanding 39 juta serangan pada tahun 2019.

“Kami berharap agar Indonesia dapat mengembangkan cyber-security berkelas dunia. Terlebih Indonesia memiliki generasi muda yang bertalenta. Maka dari itu kami akan terus berfokus untuk menyediakan layanan yang terbaik, sehingga layanan cyber-security Indonesia dapat diekspor ke seluruh Asia.” tutup Marco.

Terkait

Artikel Terkait

OPPO Ajak Perbaiki Ponsel di Service Center Resmi, Ada Diskon 30%

Techbiz.id - OPPO mengajak para pengguna yang mengalami kerusakan pada ponsel OPPO untuk memperbaiki secara langsung di Service Center...