Sabtu, September 18, 2021
Beranda Telco APJATEL Berharap Ada Keringanan Pajak di Tengah Wabah Corona

APJATEL Berharap Ada Keringanan Pajak di Tengah Wabah Corona

Must Read

Deretan Smartphone Huawei ini Bakal Terima Update EMUI 11

Techbiz.id - Pengguna smartphone flagship Huawei akan segera menerima update EMUI 11 setelah platform EMUI terbaru terbaru dari uawei...

Whatsapp Gulirkan Fitur Pembatasan Pesan yang Diteruskan

Techbiz.id - Layanan social messaging Whatsapp hari ini memperkenalkan fitur yang membatasi pesan-pesan yang dieruskan (forwarded) sehingga hanya dapat...

Layanan Telkomsel di Sumatera Sudah Bisa Diakses Normal

Techbiz.id - Telkomsel melaporkan layanan telekomunikasinya di wilayah Sumatera sudah dapat diakses kembali dengan normal oleh pelanggan. VP Corporate Communications...

Terkuak, Ini Bocoran Fitur yang Akan Hadir di Vivo V21 5G

Techbiz.id - Vivo secara resmi mengonfirmasi kehadiran seri terbaru dari varian V-Series, yaitu V21 5G. Jelang peluncuran resminya pada...

Pembangunan BTS 4G Secara Masif Indosat Membuahkan Hasil

Techbiz.id - Selama musim libur perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Indosat Ooredoo mencatat peningkatan kapasitas data sebesar...

Sambut Kemerdekaan, Shopee Bagikan Promo Gratis Ongkir hingga Ekstra Cashback 76%

Techbiz.id - Shopee Indonesia membagikan promo khusus dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang. Serangkaian penawaran menarik...

Techbiz.id – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengapresiasi langkah pemerintah yang menyiapkan Paket Kebijakan Insentif Pajak untuk 19 bidang usaha menyusul terjadinya wabah coronavirus yang melemahkan berbagai sektor usaha.

Meski demikian, APJATEL menyayangkan, Paket Kebijakan Insentif Pajak untuk 19 bidang usaha itu tak memasukkan sektor telekomunikasi masuk dalam kesepakatan.

Untuk itu, Ketua Umum APJATEL, Muhammad Arif menyampaikan pihaknya memandang perlu memberi masukan terhadap pemerintah mengenai kebijakan ini.

Pasalnya, saat ini, sektor infrastruktur telekomunikasi menjadi tulang punggung dalam industri dan perekonomian bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2014 guna mendukung Transformasi Digital demi menjadikan Indonesia berbasis industri 4.0.

APJATEL juga memandang perlunya sektor telekomunikasi masuk dalam paket kebijakan insentif pajak itu karena saat ini ekonomi global terdesak karena dampak Covid-19. APJATEL berharap paket kebijakan insentif pajak yang dikeluarkan pemerintah dapat membuat industri telekomunikasi melewati masa sulit ini.

“Pada prinsipnya, telekomunikasi merupakan industri penyedia jasa, oleh karena itu kami meminta agar diberikan keringanan dalam penerapan pajak PPh 21, setidaknya selama enam bulan, terhitung dari April 2020,” ujar Muhammad Arif, Senin, 23 Maret 2020.

APJATEL mengatakan, saat ini sektor telekomunikasi dibebani biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNPB) berupa BHP 0,5 persen dan kontribusi USO 1,25 persen yang masing-masing diperhitungkan dari pendapatan kotor. Hal ini, kata Arif, begitu memberatkan karena meski dalam kondisi rugi perusahaan telekomunikasi tetap akan membayarknya.

“Kami selaku penyelenggara jaringan telekomunikasi harus tetap membayar biaya-biaya tersebut dan tidak adanya mekanisme restitusi sebagaimana diterapkan dalam perpajakan,” kata dia.

APJATEL berharap, Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat mengetahui kondisi ini agar segala bentuk pungutan dari Pemerintah Daerah dapat diberikan keringanan pada masa periode 2020 ini, sehingga kebijakan di daerah pun dapat mendukung industri infrastuktur telekomunikasi.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

OPPO dan Tim Renang Indonesia Kampanyekan Hidup Sehat

Techbiz.id - Menggandeng tim renang Indonesia, OPPO Find X3 Pro 5G kembali menggelar kampanye OPPO Find Health untuk mendorong...