Saturday, March 6, 2021
Home Telco APJATEL Berharap Ada Keringanan Pajak di Tengah Wabah Corona

APJATEL Berharap Ada Keringanan Pajak di Tengah Wabah Corona

Must Read

Samsung Cari Content Creator yang Siap Jadi Bintang

Techbiz.id - Samsung meluncurkan program Be A Galaxy Creator yang mengajak anak muda, khususnya Gen Z dan Milenial, untuk tetap semangat...

Aturan Turunan PP Postelsiar Harus Redam Konten Negatif

Techbiz.id - setelah terbitnya PP No 46 tahun 2021 tentang Postelsiar tantangannya sekarang adalah bagaimana Pemerintah dapat membuat aturan...

Polytron Pasarkan PAS 8E12, Speaker Digital Terbarunya

Techbiz.id - Setelah sukses memasarkan dua tipe pendahulunya yaitu PAS 8E28 dan PAS 8E22, Polytron mulai memasarkan produk speaker...

Resmi, ROG Phone 5 Muncul dengan RAM 18GB

Techbiz.id - Asus ROG Phone 5 baru saja muncul di Geekbench. Daftar ini pun berhasil mengungkap kapasitas RAM yang...

Grab dan Good Doctor Hadirkan Pusat Vaksinasi Drive-Thru

Techbiz.id - Grab dan Good Doctor menghadirkan pusat vaksinasi menggunakan pendekatan berbasis teknologi, di Bali Nusa Dua Convention Center...

Techbiz.id – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengapresiasi langkah pemerintah yang menyiapkan Paket Kebijakan Insentif Pajak untuk 19 bidang usaha menyusul terjadinya wabah coronavirus yang melemahkan berbagai sektor usaha.

Meski demikian, APJATEL menyayangkan, Paket Kebijakan Insentif Pajak untuk 19 bidang usaha itu tak memasukkan sektor telekomunikasi masuk dalam kesepakatan.

- Advertisement -

Untuk itu, Ketua Umum APJATEL, Muhammad Arif menyampaikan pihaknya memandang perlu memberi masukan terhadap pemerintah mengenai kebijakan ini.

Pasalnya, saat ini, sektor infrastruktur telekomunikasi menjadi tulang punggung dalam industri dan perekonomian bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2014 guna mendukung Transformasi Digital demi menjadikan Indonesia berbasis industri 4.0.

APJATEL juga memandang perlunya sektor telekomunikasi masuk dalam paket kebijakan insentif pajak itu karena saat ini ekonomi global terdesak karena dampak Covid-19. APJATEL berharap paket kebijakan insentif pajak yang dikeluarkan pemerintah dapat membuat industri telekomunikasi melewati masa sulit ini.

“Pada prinsipnya, telekomunikasi merupakan industri penyedia jasa, oleh karena itu kami meminta agar diberikan keringanan dalam penerapan pajak PPh 21, setidaknya selama enam bulan, terhitung dari April 2020,” ujar Muhammad Arif, Senin, 23 Maret 2020.

APJATEL mengatakan, saat ini sektor telekomunikasi dibebani biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNPB) berupa BHP 0,5 persen dan kontribusi USO 1,25 persen yang masing-masing diperhitungkan dari pendapatan kotor. Hal ini, kata Arif, begitu memberatkan karena meski dalam kondisi rugi perusahaan telekomunikasi tetap akan membayarknya.

“Kami selaku penyelenggara jaringan telekomunikasi harus tetap membayar biaya-biaya tersebut dan tidak adanya mekanisme restitusi sebagaimana diterapkan dalam perpajakan,” kata dia.

APJATEL berharap, Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat mengetahui kondisi ini agar segala bentuk pungutan dari Pemerintah Daerah dapat diberikan keringanan pada masa periode 2020 ini, sehingga kebijakan di daerah pun dapat mendukung industri infrastuktur telekomunikasi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Oppo Kenalkan Reno5 Edisi Spesial Marvel Avengers

Jakarta, 6 Maret 2021 – Terjawab sudah, edisi spesial perangkat Reno5 yang dikabarkan segera meluncur di Indonesia merupakan hasil...

Artikel Terkait