Sabtu, September 18, 2021
Beranda News Meski Canggih, Aplikasi PeduliLindungi Minim Peminat

Meski Canggih, Aplikasi PeduliLindungi Minim Peminat

Must Read

Tak Hanya Smartphone, Realme Rencanakan Ekosistem 5G di Indonesia

Techbiz.id - Realme meyakini bahwa teknologi 5G di Indonesia akan menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya ekosistem gaya hidup...

A74 5G, Smartphone 5G Termurah OPPO Tersedia Ekslusif di Shopee

Techbiz.id - OPPO A74 5G yang dinobatkan sebagai smartphone 5G termurah di Indonesia, kini sudah mulai tersedia secara eksklusif...

Tips Mengabadikan Momen Tahun Baru dengan Smartphone

Techbiz.id - Sebentar lagi dalam hitungan hari kita akan menghadapi tahun baru 2021. Menyambut liburan akhir tahun yang sebentar...

Kinerja Jaringan 5G ZTE Diakui China Unicom

Techbiz.id - ZTE Corporation meraih penghargaan Best Practice untuk kategori 5G Network dan Terminal Coordination dalam acara perayaan China Unicom untuk ulang tahun pertama dari...

Aplikasi CommBank Mobile Bisa Atur Rencana Keuangan

Techbiz.id - Bank Commonwealth meluncurkan aplikasi perbankan barunya CommBank Mobile, untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari dan membantu dalam mengelola...

Harga Sejutaan, Galaxy M02 Punya Baterai Besar

Techbiz.id - Varian smartphone terbaru kembali diperkenalkan Samsung dengan menghadirkan Galaxy M02 yang mengusung baterai besar dengan harga sejutaan. Menurut...

Techbiz.id – Aplikasi PeduliLindungi yang digunakan pemerintah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus COVID-19 ternyata minim peminat.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate jumlah masyarakat yang mau mendaftarkan dirinya untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi hanya ada enam juta pengguna saja.

Minim-nya peminat terhadap penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini dikatakan Menteri Johnny menjadi salah satu kendala dalam melakukan tracing dalam upaya penanganan COVID-19 ini.

Baca juga: Kominfo Uji Coba Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19

“PeduliLindungi ini padahal begitu canggih dan sudah diakui oleh International Telecommunications Union (ITU) baik kapasitas dan kemampuannya. Tapi dari 196 juta pengguna internet hanya 6 juta saja yang mau pakai,” ungkapnya di acara Temu Virtual Pimpinan Redaksi (28/01).

Aplikasi PeduliLindungi telah dimanfaatkan pemerintah sejak awal pandemi di Indonesia. Aplikasi itu telah disempurnakan fiturnya untuk mendukung memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Saat ini aplikasi PeduliLindungi digunakan Pemerintah untuk melaksanakan Program Vaksinasi COVID-19 yang tahap pertama sudah berlangsung bulan Januari ini hingga April 2021 nanti.

Oleh karenanya Kementerian Kominfo dikatakan Menteri Johnny mendorong masyarakat untuk terus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, khususnya dalam menyukseskan Program Vaksinasi COVID-19 sebagai upaya bersama mengakhiri pandemi.

Lebih lanjut disampaikan Menkominfo, Kementeriannya juga sudah memanfaatkan teknologi informasi seperti artificial intelligent (AI)dalam penanganan pandemi ini.

“Pemanfaatan IT dengan segala kompleksitasnya sudah diterapkan, dan sudah disiapkan juga semua payung hukumnya agar semua stakeholder bisa mengolah data yang ada,” imbuhnya.

Salah satu pemanfaatan teknologi IT tersebut dijelaskan Menkominfo adalah penerapan Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Selain mengintegrasikan aplikasi dan database, Satu Data Vaksinasi Covid-19 juga dilengkapi mekanisme verifikasi dan keamanan data pribadi.

Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga untuk menghasilkan sistem yang komprehensif, baik untuk tahap pendaftaran, distribusi, pelaksanaan, hingga monitoring pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Huawei MatePad T8 Kids Edition Kini Hadir di Indonesia

Techbiz.id - Huawei Indonesia secara resmi telah merilis tablet anyarnya, MatePad T8 Kids Edition, secara daring, Jumat (17/9/2021). Edy Supartono,...