Friday, March 5, 2021
Home News Meski Canggih, Aplikasi PeduliLindungi Minim Peminat

Meski Canggih, Aplikasi PeduliLindungi Minim Peminat

Must Read

Harga Sejutaan, Realme Narzo 30A Usung Baterai 6000mAh

Techbiz.id - Realme baru saja menghadirkan Narzo 30A secara daring di Indonesia, Rabu (3/3). Ponsel gaming entry-level itu menjadi...

Mitra Usaha Gojek Bisa Jadi Reseller Produk Telkomsel

Techbiz.id - Telkomsel bersama Gojek semakin memperkuat sinergi dengan melakukan kolaborasi terbaru yang diwujudkan dengan membuka akses bagi para...

Sah, Pengalihan Kepemilikan Menara Telekomunikasi Telkomsel

Techbiz.id - Telkomsel mengumumkan finalisasi pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sebagai tindak lanjut dari Perjanjian...

PayFazz Gelontorkan USD30 Juta Kembangkan Infrastruktur Pembayaran

Techbiz.id - PAYFAZZ mengumumkan investasi strategis-nya sebesar USD30 juta terhadap Xfers, fintech berbasis Singapura yang menyediakan akses keuangan untuk...

Samsung Pamer Jajaran TV 2021

Techbiz.id - Samsung Electronics memamerkan jajaran produknya di tahun 2021, yaitu lini MICRO LED, Samsung Neo QLED, Lifestyle TV, monitor,...

Techbiz.id – Aplikasi PeduliLindungi yang digunakan pemerintah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus COVID-19 ternyata minim peminat.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate jumlah masyarakat yang mau mendaftarkan dirinya untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi hanya ada enam juta pengguna saja.

- Advertisement -

Minim-nya peminat terhadap penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini dikatakan Menteri Johnny menjadi salah satu kendala dalam melakukan tracing dalam upaya penanganan COVID-19 ini.

Baca juga: Kominfo Uji Coba Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19

“PeduliLindungi ini padahal begitu canggih dan sudah diakui oleh International Telecommunications Union (ITU) baik kapasitas dan kemampuannya. Tapi dari 196 juta pengguna internet hanya 6 juta saja yang mau pakai,” ungkapnya di acara Temu Virtual Pimpinan Redaksi (28/01).

Aplikasi PeduliLindungi telah dimanfaatkan pemerintah sejak awal pandemi di Indonesia. Aplikasi itu telah disempurnakan fiturnya untuk mendukung memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Saat ini aplikasi PeduliLindungi digunakan Pemerintah untuk melaksanakan Program Vaksinasi COVID-19 yang tahap pertama sudah berlangsung bulan Januari ini hingga April 2021 nanti.

Oleh karenanya Kementerian Kominfo dikatakan Menteri Johnny mendorong masyarakat untuk terus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, khususnya dalam menyukseskan Program Vaksinasi COVID-19 sebagai upaya bersama mengakhiri pandemi.

Lebih lanjut disampaikan Menkominfo, Kementeriannya juga sudah memanfaatkan teknologi informasi seperti artificial intelligent (AI)dalam penanganan pandemi ini.

“Pemanfaatan IT dengan segala kompleksitasnya sudah diterapkan, dan sudah disiapkan juga semua payung hukumnya agar semua stakeholder bisa mengolah data yang ada,” imbuhnya.

Salah satu pemanfaatan teknologi IT tersebut dijelaskan Menkominfo adalah penerapan Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Selain mengintegrasikan aplikasi dan database, Satu Data Vaksinasi Covid-19 juga dilengkapi mekanisme verifikasi dan keamanan data pribadi.

Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga untuk menghasilkan sistem yang komprehensif, baik untuk tahap pendaftaran, distribusi, pelaksanaan, hingga monitoring pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

DANA Mudahkan Milenial Rencanakan Keuangannya

Techbiz.id - DANA mendukung kalangan muda memiliki budaya perencanaan keuangan yang lebih bijak dan strategis, dengan menghadirkan solusi baru...

Artikel Terkait