Tuesday, April 20, 2021
Home News Kominfo Uji Coba Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19

Kominfo Uji Coba Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19

Must Read

Tips Berolahraga Saat Puasa dengan OPPO Band

Techbiz.id - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan alasan bagi kamu untuk malas bergerak, apalagi sampai “puasa berolahraga”....

Indosat Ooredoo Jalankan Uji Coba OpenRAN di Jaringan 4G

Techbiz.id – Indosat Ooredoo menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan uji coba lapangan OpenRAN (Radio Access Network)...

Bagikan THR, Tiket.com Berikan Diskon Hotel dan Pesawat Hingga 70%

Techbiz.id - Aplikasi penyedia jasa perjalanan online, Tiket.com tengah menggelar program diskon tahunan di bulan Ramadhan, yakni Tiket Hari...

Bocor, iPhone 14 Usung Kamera 48MP

Techbiz.id - iPhone 13 belum dirilis Apple, kini rumor mengenai iPhone 14 sudah mulai beredar. Rumor menyebut perangkat Apple...

Asus Ajak Tukar Smartphone dengan Laptop

Techbiz.id - ASUS dan Erafone menghadirkan program tukar tambah smartphone dengan laptop ASUS jenis tertentu yang memungkinkan pelanggan untuk...

Techbiz.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika, melakukan uji coba Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Selain mengintegrasikan aplikasi dan database, Satu Data Vaksinasi Covid-19 juga dilengkapi mekanisme verifikasi dan keamanan data pribadi.

Uji coba tersebut dilakukan bersama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan PT Telkom Indonesia.

- Advertisement -

“Sistem Informasi ini dibuat karena pemerintah percaya bahwa keamanan dan keefektifan vaksin juga vaksinasi perlu didukung oleh sistem manajemen vaksinasi yang aman dan komprehensif, serta prosedur yang efisien,” ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam keterangan untuk pekerja media mengenai Uji Coba Satu Data Vaksinasi di Puskesmas Jurangmangu, Kec. Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (12/01/2021). 

Menurut Menteri Johnny, uji coba ini ditujukan untuk memantau kesiapan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Melalui uji coba yang baru saja dilakukan, Kominfo ingin menyampaikan bahwa sistem informasi ini telah siap digunakan untuk program vaksinasi Covid-19. 

Baca juga: Kominfo Tepis Isu Aplikasi PeduliLindungi Rawan Phising

“Hari ini yang disaksikan di sini yang dilihat bahwa prosedur vaksinasi dalam 7 tahap dan melewati 4 desk. Di Puskesmas semuanya tersedia dan dilakukan dengan baik juga,” tuturnya.

Menurut Menteri Johnny, selama program Vaksinasi Covid-19, Puskesmas dilengkapi dengan fasilitas akses internet dengan bandwith yang cukup  agar proses vaksinasi dapat dilakukan dengan baik.

“Pendataan dalam rangka satu data Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan dengan baik dan benar. Proses ini harus dilakukan mengingat vaksinasi dilakukan dalam dua dosis. Kali ini dosis pertama dan dalam jangka waktu dua minggu atau 14 hari akan dilakukan vaksinasi yang kedua,” jelasnya.

Menteri Kominfo juga menjelaskan proses vaksinasi sudah siap dan akan dilaksanakan  bertahap dimulai dari tenaga medis dan tenaga pendukung. “Setelah siap untuk melakukan vaksinasi, sistem teknologi informasi dan digital juga telah siap dalam rangka mendukung vaksinasi,” ungkapnya. 

Integrasikan Data

Menteri Johnny menyatakan kesiapan sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 mencakup integrasi data, sistem keamanan, dan mekansime verifikasi.

“Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga untuk menghasilkan sistem yang komprehensif, baik untuk tahap pendaftaran, distribusi, pelaksanaan, hingga monitoring pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua,” jelasnya. 

Ada tiga aplikasi yang diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi kinerja sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19, yaitu:

  • Aplikasi PeduliLindungi dari Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN yang digunakan dalam tracking-tracing-fencing akan digunakan untuk melakukan registrasi ulang bagi masyarakat penerima vaksin; 
  • Aplikasi PrimaryCare dari BPJS Kesehatan yang telah digunakan di berbagai fasilitas kesehatan sejak 2014 juga akan digunakan untuk melakukan pencatatan hasil vaksinasi; dan 
  • Aplikasi SMILE dari Kementerian Kesehatan dan United Nations Development Program (UNDP) digunakan untuk melakukan monitoring distribusi vaksinasi dari tingkat Provinsi hingga ke setiap fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

“Perlu kami tekankan bahwa sistem keamanan dan kebijakan privasi ketiga aplikasi ini sudah terbukti aman dan masyarakat tidak perlu khawatir, terutama dalam melakukan registrasi ulang melalui aplikasi PeduliLindungi,” tegas Menteri Kominfo.  

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Gandeng Reloadly, Tri Sediakan Top-Up Airtime Internasional

Techbiz.id - Tri Indonesia bermitra dengan Reloadly meluncurkan solusi top-up airtime internasional yang akan memberikan akses plug-and-play kepada para pelaku bisnis dan tim pengembangnya untuk bisa...

Artikel Terkait