Sabtu, September 18, 2021
Beranda E-Commerce Investasi Emas Online Jadi Kegiatan Produktif saat PSBB

Investasi Emas Online Jadi Kegiatan Produktif saat PSBB

Must Read

Realme Band Resmi Jadi Teman Kebugaran Saat Ramadan

Techbiz.id - Realme, hari ini meluncurkan realme Band yang dirancang untuk menciptakan gaya hidup trendi dan sehat bagi anak...

GrabAssistant Bantu Jutaan Pedagang Tradisional

Techbiz.id - Layanan GrabAssistant yang diluncurkan pada bulan Juni 2020 lalu kini telah hadir di 105 kota dan kabupaten...

5 Smartphone 5G Terjangkau di Indonesia, Mulai Rp 2 Jutaan!

Techbiz.id - Ketersediaan perangkat 5G di Indonesia kian beragam. Jika sebelumnya konektivitas 5G hanya hadir pada perangkat kelas atas,...

Hari Ini iPhone SE 2020 Dijual Perdana

Techbiz.id - Erajaya Group akan memulai penjualan perdana iPhone SE 2020 (Generasi ke-2) pada tanggal 2 October 2020. Penjualan perdana...

Rampung, RPP Postelsiar Dapat Pujian

Techbiz.id - Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Postelsiar yang telah disahkan menjadi Pereaturan (PP) No 46 Tahun 2021 menuai pujian...

Acer Tambah Koleksi Laptop untuk Konten Kreator

Techbiz.id - Acer baru saja memperluas jajaran Laptop Konten Kreator ConceptD dengan laptop convertible Windows 10 baru dan workstation...

Techbiz.id – Komoditas emas menunjukkan giginya sebagai komoditas anti resesi, seperti gejolak pandemik virus corona saat ini dan di tengah hiruk pikuk lesunya bisnis dan roda ekonomi Indonesia.

Saat ini, tren masyarakat ramai berbondong-bondong melakukan transaksi emas, baik yang menjual maupun yang membeli dengan harapan kenaikan harga emas di tengah prospek melemahnya mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika.

CEO SehatiGold, Denny Ardhiyanto mengatakan bahwa perilaku emas sebagai komoditas anti resesi kembali terbukti di saat ketidakpastian ekonomi yang telah berlangsung semenjak pertengahan tahun 2019.

“Ini bukanlah hal yang baru (kenaikan harga emas, red). Dari masa ke masa, emas selalu dipercaya masyarakat dunia sebagai investasiyang secara konsisten memberikan keuntungan yang luar biasa di saat terjadi gejolak ekonomi,“ kata Denny Ardhiyanto, Senin 13 April 2020.

Denny menjelaskan euforia masyarakat tehadap emas terlihat dari melonjaknya jumlah transaksi di dalam platform SEHATIGOLD yang dirintisnya.

“Semenjak awal 2020 kemarin, kami memang melihat lonjakan permintaan masyarakat untuk membeli emas dan dalam sebulan terakhir ini, sudah ribuan gram Logam Mulia yang ditarik oleh member SEHATIGOLD,” jelasnya.

Dia mengatakan, gejolak ekonomi sebenarnya sudah mulai terjadi beberapa bulan sebelum pandemik COVID-19. Beberapa insiden telah memicu sentimen negatif pasar, seperti Perang Dagang antara Amerika Serikat dan Cina, ketegangan Amerika dan Iran.

“Selain itu, COVID-19 melengkapi sentimen negatif tersebut sebagai hantaman terakhir terhadap ekonomi dunia,” jelasnya lebih lanjut.

Dia menjelaskan bahwa setiap kejadian yang menakutkan pasar dunia semakin mendorong pelaku pasar untuk meninggalkan aset lainnya seperti pasar modal dan pasar uang dan masuk ke dalam pasar emas.

Hal inilah yang telah mendorong harga emas secara spektakuler. Harga emas telah naik sebesar 20% pada kuartal pertama tahun 2020 dan jika ditarik lebih lanjut semenjak pertengahan tahun 2019, kenaikan harga emas telah mencapai 50%.

Ardhiyanto menjelaskan bahwa emas akan masih berpotensi naik dalam jangka waktu dekat. Pandemik COVID-19 adalah krisis kesehatan dengan skala yang tidak pernah terjadi dalam sejarah kebudayaan manusia modern.

“Pandemik ini mirip dengan Pandemik Flu Spanyol di tahun 1918 dan itu terjadi seratus tahun yang lalu. Karena skalanya yang luar biasa ini, ahli ekonomi dari seluruh dunia masih belum dapat memperkirakan secara pasti bagaimana dan kapan pandemik ini akan selesai. Ketidakpastian ini yang masih akan mendorong pelaku pasar untuk bertahan di komoditas emas, “ katanya.

Dalam konteks Indonesia, harga emas akan sangat dipengaruhi oleh nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika.

Di awal April 2020, Sri Mulyani dalam perannya sebagai Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), mengungkapkan skenario terburuk dampak pandemik COVID-19 di awal April 2020 kemarin.

Skenario tersebut meliputi: menurunnya prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari -0,4% sampai 2,3% (skenario terburuk dan terbaik) dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika sebesar Rp 20.000 sampai Rp 17.500 (skenario terburuk dan terbaik).

Dari paparan sederhana dan singkat tersebut, dapat diprediksikan bahwa harga emas dalam jangka waktu dekat ini berpotensi terapresiasi sebesar 8% – 23%.

Menurut Denny, berinvestasi emas di platform online bisa dijadikan kegiatan produktif di masa PSBB seperti saat ini.

“Saya rasa memang momen dan wacana PSBB saat ini sangat mendukung masyarakat dalam berinvestasi dan menabung emas karena platform SEHATIGOLD memungkinkan masyarakat untuk membeli emas dari rumah dan partner logistik kami dapat melakukan pengiriman Logam Mulia berasuransi ke seluruh Indonesia,” tutupnya.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

OPPO dan Tim Renang Indonesia Kampanyekan Hidup Sehat

Techbiz.id - Menggandeng tim renang Indonesia, OPPO Find X3 Pro 5G kembali menggelar kampanye OPPO Find Health untuk mendorong...