Wednesday, April 21, 2021
Home News Garmin Ungkap Data Kesehatan Masyarakat Selama Pandemi

Garmin Ungkap Data Kesehatan Masyarakat Selama Pandemi

Must Read

Instagram Lite Resmi Hadir, Apa Bedanya?

Techbiz.id - Instagram resmi merilis Instagram Lite di Indonesia. Aplikasi Instagram versi ringan ini hanya hadir khusus pengguna Android...

Redmi K40 Gaming Edition Jadi Ponsel Gaming Berikutnya

Techbiz.id - Kelangkaan stock chip prosesor ternyata tidak mengurungkan niat Xiaomi untuk merilis ponsel gaming mereka yakni Redmi K40...

Mudik Dilarang, Tiket.com Ungkap Konsumen Booking Tiket Sebelum Larangan

Techbiz.id - Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan larangan mudik tahun ini. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan...

DJI Air 2S Dijual Eksklusif di Jaringan Ritel Erajaya

Techbiz.id - Melengkapi portofolio produk personal drone, Erajaya Group bersama DJI, menghadirkan DJI Air 2S. Drone kamera portabel ini...

Bocoran Spesifikasi OPPO Reno6 Terungkap

Techbiz.id - Rumor mengatakan OPPO tengah bersiap menghadirkan Reno6, meskipun pendahulunya baru memasuki pasar beberapa waktu yang lalu. Kini...

Techbiz.id – Dalam sebuah laporan berjudul “Data Kesehatan 2020 Pengguna Garmin di Asia” untuk pertama kalinya Garmin merilis data kesehatan masyarakat selama menghadapi pandemi covid-19.

Data tersebut mengintegrasikan data pengguna secara anonim melalui pemantauan kesehatan selama 24 jam. Melalui data ini, Garmin mengamati aktivitas fisik pengguna Garmin di Asia untuk memberikan gambaran terkait kondisi kesehatan masyarakat.

- Advertisement -

Berikut adalah data kesehatan masyarakat yang dirilis Garmin:

Baca juga: Garmin Teliti Potensi Smartwatch untuk Deteksi Covid-19

Tingkat stres

data kesehatan garmin

Kehadiran pandemi COVID-19 dan pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah sontak memengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk membatasi aktivitas dan kegiatan masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, Garmin menganalisis tingkat stres masyarakat menggunakan data dari pengguna yang tercatat di Garmin Connect, dan menemukan fakta menarik. Tingkat stres pengguna Garmin di Indonesia menjadi yang terendah ketiga dibanding negara lain di Asia.

Terlebih, data tersebut menurun dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Dengan kata lain, pandemi dan PSBB tak lantas membuat tingkat stres masyarakat Indonesia menanjak, khususnya perempuan di Indonesia yang mencatat tingkat stres di bawah 20, menjadi yang terendah dibanding seluruh pengguna Garmin di negara Asia lainnya.

Deep Sleep

Selama masa pandemi, Garmin menemukan fakta menarik lainnya perihal deep sleep atau fase tidur tatkala manusia sedang terlelap. Deep sleep merupakan fase penting yang dibutuhkan manusia agar merasa segar ketika bangun tidur.

Di Indonesia sendiri, data yang diperoleh oleh Garmin Connect menyatakan bahwa perempuan di Indonesia memiliki rata-rata deep sleep yang cukup baik dibanding di negara Asia lainnya, yaitu hampir mencapai 70 menit. Sedangkan, laki-laki justru memiliki rata-rata deep sleep yang cukup rendah, yaitu di atas 50 menit.

Selain itu, Garmin menemukan bahwa di seluruh negara di Asia, perempuan memiliki tingkat deep sleep yang lebih tinggi dibanding laki-laki. Hal ini dapat dikaitkan dengan kemampuan mengelola stres laki-laki yang belum sebaik perempuan.

Pasalnya, penelitian yang dilakukan oleh Bixler et.al. menyatakan secara umum bahwa perempuan memiliki waktu tidur yang lebih banyak dibanding laki-laki karena lebih mampu mengatasi pemicu stres yang berasal dari luar, di mana dapat mengganggu proses tidur manusia. 

Intensitas Aktivitas Fisik

Sebagai perangkat jam pintar yang mendukung gaya hidup aktif, Garmin juga mengukur intensitas aktivitas fisik pengguna atau yang biasa disebut dengan Intensity Minutes.

Data Intensity Minutes diperoleh saat jam pintar (smartwatch) Garmin mendeteksi aktivitas fisik dengan intensitas tertentu yang berlangsung selama lebih dari 10 menit berdasarkan detak jantung pengguna, di mana data tersebut kemudian diolah untuk mengevaluasi apakah pengguna sudah mencapai intensitas latihan mingguan, sesuai standar WHO. 

Data yang diperoleh Garmin Connect di kawasan Asia menunjukkan intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Di Indonesia sendiri, intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki berada di urutan terendah dibanding pengguna laki-laki di Asia. Sedangkan, pengguna perempuan di Indonesia menempati posisi keenam di Asia.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Redmi K40 Gaming Edition Jadi Ponsel Gaming Berikutnya

Techbiz.id - Kelangkaan stock chip prosesor ternyata tidak mengurungkan niat Xiaomi untuk merilis ponsel gaming mereka yakni Redmi K40...

Artikel Terkait