Kamis, Desember 8, 2022

Garmin Ungkap Data Kesehatan Masyarakat Selama Pandemi

Techbiz.id – Dalam sebuah laporan berjudul “Data Kesehatan 2020 Pengguna Garmin di Asia” untuk pertama kalinya Garmin merilis data kesehatan masyarakat selama menghadapi pandemi covid-19.

Data tersebut mengintegrasikan data pengguna secara anonim melalui pemantauan kesehatan selama 24 jam. Melalui data ini, Garmin mengamati aktivitas fisik pengguna Garmin di Asia untuk memberikan gambaran terkait kondisi kesehatan masyarakat.

Berikut adalah data kesehatan masyarakat yang dirilis Garmin:

Baca juga: Garmin Teliti Potensi Smartwatch untuk Deteksi Covid-19

Tingkat stres

data kesehatan garmin

Kehadiran pandemi COVID-19 dan pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah sontak memengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk membatasi aktivitas dan kegiatan masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, Garmin menganalisis tingkat stres masyarakat menggunakan data dari pengguna yang tercatat di Garmin Connect, dan menemukan fakta menarik. Tingkat stres pengguna Garmin di Indonesia menjadi yang terendah ketiga dibanding negara lain di Asia.

Terlebih, data tersebut menurun dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Dengan kata lain, pandemi dan PSBB tak lantas membuat tingkat stres masyarakat Indonesia menanjak, khususnya perempuan di Indonesia yang mencatat tingkat stres di bawah 20, menjadi yang terendah dibanding seluruh pengguna Garmin di negara Asia lainnya.

Deep Sleep

Selama masa pandemi, Garmin menemukan fakta menarik lainnya perihal deep sleep atau fase tidur tatkala manusia sedang terlelap. Deep sleep merupakan fase penting yang dibutuhkan manusia agar merasa segar ketika bangun tidur.

Di Indonesia sendiri, data yang diperoleh oleh Garmin Connect menyatakan bahwa perempuan di Indonesia memiliki rata-rata deep sleep yang cukup baik dibanding di negara Asia lainnya, yaitu hampir mencapai 70 menit. Sedangkan, laki-laki justru memiliki rata-rata deep sleep yang cukup rendah, yaitu di atas 50 menit.

Selain itu, Garmin menemukan bahwa di seluruh negara di Asia, perempuan memiliki tingkat deep sleep yang lebih tinggi dibanding laki-laki. Hal ini dapat dikaitkan dengan kemampuan mengelola stres laki-laki yang belum sebaik perempuan.

Pasalnya, penelitian yang dilakukan oleh Bixler et.al. menyatakan secara umum bahwa perempuan memiliki waktu tidur yang lebih banyak dibanding laki-laki karena lebih mampu mengatasi pemicu stres yang berasal dari luar, di mana dapat mengganggu proses tidur manusia. 

Intensitas Aktivitas Fisik

Sebagai perangkat jam pintar yang mendukung gaya hidup aktif, Garmin juga mengukur intensitas aktivitas fisik pengguna atau yang biasa disebut dengan Intensity Minutes.

Data Intensity Minutes diperoleh saat jam pintar (smartwatch) Garmin mendeteksi aktivitas fisik dengan intensitas tertentu yang berlangsung selama lebih dari 10 menit berdasarkan detak jantung pengguna, di mana data tersebut kemudian diolah untuk mengevaluasi apakah pengguna sudah mencapai intensitas latihan mingguan, sesuai standar WHO. 

Data yang diperoleh Garmin Connect di kawasan Asia menunjukkan intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Di Indonesia sendiri, intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki berada di urutan terendah dibanding pengguna laki-laki di Asia. Sedangkan, pengguna perempuan di Indonesia menempati posisi keenam di Asia.

Terkait

Artikel Terkait

Saham GoTo Anjlok Terus, Telkom Tidak Fokus Capital Gain

Techbiz.id - Menanggapi terus menurinnya harga saham GoTo, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah ikut menanggapi mengenai nasib investasi Telkomsel...