Kamis, Desember 8, 2022

Mengenali Sinyal Tubuh dengan Garmin Body Battery

Techbiz.id – Garmin kerap menghadirkan jam tangan pintar dengan fitur kebugaran dan kesehatan yang lengkap. Salah satu fitur canggih yang dimiliki smartwatch Garmin adalah Body Battery, yang dapat melacak tingkat energi dalam tubuh melalui jam tangan pintar Garmin.

Body Battery adalah fitur yang mengkombinasikan variabilitas detak jantung, stres, dan aktivitas untuk memperkirakan cadangan energi yang pengguna miliki sepanjang hari. Ini merekam dan menampilkan angka dari 1-100 yang mewakili tingkat energi dari pengguna.

Semakin tinggi angkanya, semakin banyak energi yang dimiliki pengguna untuk menyelesaikan beragam tugas dan aktivitas sepanjang hari. Sementara jika angkanya lebih rendah mungkin menunjukkan sudah waktunya untuk menghemat energi.

Body Battery biasanya menunjukkan angka paling tinggi setelah bangun dari tidur malam yang nyenyak. Angkanya akan terus berkurang secara alami saat pengguna menjalankan aktivitas sehari-hari.

Aktivitas berat, stres dan olahraga yang intensif akan menguras Body Battery lebih cepat, tetapi ini tidak selalu berarti buruk. Apa pun yang mempengaruhi variabilitas detak jantung dapat mempercepat pengurasan Body Battery pengguna, mencakup tekanan fisik, emosional, dan penyakit. Jika smartwatch mendeteksi peningkatan detak jantung dan stres, ini akan menyebabkan Body Battery terkuras.

Untuk mengisi ulang Body Battery, pengguna diharuskan mendapatkan tidur malam yang baik dan berkualitas saat menggunakan smartwatch Garmin. Tidur dalam waktu yang lama tidak berarti Anda memiliki tidur nyenyak, itu bisa berarti buruk atau sekadar cukup. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas tidur Anda.

Untuk mendapatkan tidur malam yang baik, cobalah untuk menghindari kafein, alkohol, atau berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur karena akan menunda proses pemulihan.

Untuk mendapatkan hasil Body Battery yang akurat, Anda disarankan untuk menggunakan smartwatch Garmin secara konsisten. Dengan pengukuran tingkat energi yang akurat dalam tubuh, fitur Body Battery akan membantu pengguna mengambil keputusan.

Smartwatch Garmin membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari untuk mempelajari tubuh dan kebiasaan pengguna sehingga jam tangan lebih mengenal pengguna dan memberikan data yang akurat. Fitur Body Battery ini didukung oleh Firstbeat Analytics.

Body Battery dapat membantu mengatur kapan dan berapa lama olahraga dapat dilakukan, serta mendorong istirahat yang cukup untuk menghadapi aktivitas atau hari-hari sibuk yang akan datang.

Pengguna bisa menentukan waktu yang tepat untuk berolahraga dengan menu latihan yang lebih banyak, kapan waktunya tubuh siap menjalankan aktivitas berat dan tentunya mengetahui waktunya tubuh membutuhkan istirahat. Fitur Body Battery ini dapat ditemukan di berbagai model smartwatch Garmin.

Baca juga:

Terkait

Artikel Terkait

Penjualan Ponsel Lipat Samsung Naik Dua Kali Lipat untuk Pengguna Bisnis

Techbiz.id - Samsung Electronics mengumumkan penjualan smartphone Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip untuk penggunaan perusahaan telah meningkat...