Thursday, June 24, 2021
Home Fintech Bitcoin Diprediksi akan Bullish Tahun Ini

Bitcoin Diprediksi akan Bullish Tahun Ini

Must Read

Royal Enfield Kembangkan Sistem Navigasi Digital Canggih

Techbiz.id - Royal Enfield memperkenalkan teknologi navigasi yang menjadi pionir dan telah dipatenkan, yaitu Royal Enfield Tripper pada lini terbarunya,...

WOM Finance Terbitkan Obligasi untuk Tambah Modal

Techbiz.id - Perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) akan melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV tahun...

Rukita Mods, Hunian dengan Perangkat Gaming Lengkap

Techbiz.id - Para gamers kini bisa memiliki hunian yang dapat memanjakan aktivitas mereka dengan adanya Rukita Mods, fitur baru yang...

Instagram Reels Mulai Tampilkan Iklan

Techbiz.id - Instagram kini mengumumkan akan mulai menampilkan iklan pada fitur Reels. Iklan tersebut nantinya tampil terbagi menjadi beberapa...

BCA Gelar Program SYNRGY Academy Batch 3

Techbiz.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali memulai program beasiswa pendidikan keahlian digital (digital skills) dengan menggelar...

Techbiz.id – Hari ini (8 Mei 2020) Bitcoin menyentuh Rp150 juta dan merupakan harga tertinggi semenjak Agustus 2019 lalu. Ini menandakan bahwa tren kenaikan harga atau bullish sudah di mulai, seperti yang diramalkan sebelumnya.

CEO INDODAX, Oscar Darmawan sependapat dengan analisis dari Amerika Serikat dan negara lain. Dia mengatakan, dalam beberapa bulan kedepan, bitcoin akan mengalami berpotensi mengalami kenaikan harga secara terus menerus atau tren bullish. 

“Saya sependapat dengan para analisis dari Amerika Serikat, seperti yang dikutip dari Bloomberg, dan media lainnya bahwa bitcoin akan mengalami tren bullish pada tahun ini. Hari ini harga bitcoin mencapai Rp150 juta. Artinya, kenaikan Bitcoin akan terbuka lebih besar mengingat sudah menembus harga resisten yaitu 10ribu dollar per 1 Bitcoin atau 150jt rupiah per 1 Bitcoin,” kata Oscar Darmawan.

Dia mengatakan, faktor yang meningkatkan harga bitcoin diantaranya adalah peralihan investor atau trader dari ekuitas atau saham. Para pemain saham dan ekuitas di seluruh dunia kompak dan secara masif beralih ke bitcoin. Hal ini karena pasar ekuitas di seluruh dunia masih belum menunjukkan pemulihan karena wabah Covid-19.

“Peralihan pemain ekuitas membuat demand bitcoin meningkat dan membuat harga bitcoin juga meningkat. Kenaikan harga belakangan dimanfaatkan oleh mereka yang selama ini berinvestasi di saham atau bahkan produk lain untuk ikut bertransaksi di perdagangan kripto. Karena bitcoin terbukti tidak mempan diterjang resesi ekonomi corona karena statusnya sebagai safe haven aset class teruji kembali,” katanya.

Oscar Darmawan menguatkan argumennya bahwa selama Covid-19, harga bitcoin terus mengalami kenaikan. Faktanya, dua bulan lalu, harga bitcoin sempat menyentuh 70jutaan rupiah. Sebelum menanjak ke Rp150 juta, harga bitcoin sudah menunjukkan tren kenaikan harga dan sempat lama bertahan di sekitaran Rp100-Rp110 juta pada April 2020.

“Bitcoin mengalami tren kenaikan harga di saat produk investasi lain masih belum menunjukkan pemulihan, bahkan hingga saat ini,” lanjutnya.

Selain itu, faktor lainnya yang meningkatkan harga bitcoin adalah bahwa orang-orang sudah mengambil posisi untuk menyambut halving day yang meurpakan pembatasan supply bitcoin. Momen halving day terjadi pada Mei 2020. Ini. merupakan momen 4 tahun sekali dimana supply bitcoin akan berkurang setengahnya.

“Inilah kenapa harga bitcoin akan mengalami tren bullish pada tahun ini. Belum halving day saja harga bitcoin sudah meningkat, apalagi masa setelah halving day nanti,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terbaru

GrabProtect Jadi Bukti Kelincahan Bisnis Grab

Techbiz.id - Dalam kuliah umum hasil kolaborasi dengan The Legatum Center of Development & Entrepreneurship at Massachusetts Institute of...

Artikel Terkait