Friday, October 23, 2020
Home Column Mengurai Benang Kusut Pandemi COVID19 Bagi Industri Telekomunikasi

Mengurai Benang Kusut Pandemi COVID19 Bagi Industri Telekomunikasi

Artikel ini ditulis oleh Herfini Haryono, Vice President of Industry Verticals, OmniSci

Must Read

realme Gelar Crazy Sale Tiap Hari Selasa

Techbiz.id - realme mengadakan program Crazy Sale untuk memeriahkan hari Selasa-mu menjadi lebih meriah yang akan diadakan...

Bisnis Proyektor LED ViewSonic Tumbuh 30%

Techbiz.id - Viewsonic melaporkan berhasil mencapai pertumbuhan penjualan dari unit bisnis proyektor LED di semester pertama 2020.

Menjadi Content Creator dengan Galaxy A Series

Techbiz.id - Untuk menjadi seorang content creator ternyata tidak harus memiliki smartphone flagship yang mahal. Sebuah ponsel...

Techbiz.id – Pandemi COVID-19 telah memaksa sebuah terminologi ‘normal baru’ bagi masyarakat di Indonesia, seperti halnya secara global, sekaligus menciptakan paradigma baru dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan dan kegiatan rekreasi, hingga aktivitas pembelajaran.

Peningkatan tajam kasus COVID-19 di Indonesia telah menyebabkan pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, dengan beberapa organisasi atau perusahaan menerapkan pengaturan work from home atau kerja dari rumah sebagai bagian dari usaha untuk keberlangsungan bisnis mereka.

- Advertisement -

Bahkan institusi pendidikan mulai beralih ke sistem pembelajaran dari rumah dengan tingkat keberhasilan dan keberlanjutannya bergantung pada infrastruktur internet yang kuat. Di tengah krisis, terdapat lonjakan dalam adopsi platform digital seperti WeKiddo, yang memungkinkan sekolah pemerintah, orang tua dan siswa untuk terhubung. Sama halnya dengan kemitraan, seperti kolaborasi antara Huawei Indonesia dan Universitas Muhamadiyah, salah satu universitas Muslim tertua dan terbesar di Jakarta, untuk mendukung kegiatan e-learning.

Memiliki infrastruktur yang tepat menjadi hal yang terpenting dalam periode kritis ini. Meskipun telah terjadi pertumbuhan masif dan adopsi dalam perangkat dan platform teknologi digital selama bertahun-tahun, memiliki konektivitas dan bandwidth yang andal akan menjadi kunci dalam mengatasi tantangan bekerja secara remote di tengah COVID-19. Tidak seperti sebelumnya, saat ini reengineering menjadi semakin penting dalam mendukung permintaan bandwidth, karena lalu lintas telekomunikasi bergeser ke daerah permukiman. Mengingat peningkatan lalu lintas data internet saat bekerja dan belajar dari rumah menjadi ‘normal baru’, ini menjadi area utama dimana sektor telekomunikasi Indonesia perlu meningkatkan perannya secara signifikan.

Memanfaatkan big data dan analitik

Dengan karyawan yang bekerja dari rumah, setiap perusahaan perlu memastikan tingkat produktivitas yang optimal guna mempertahankan operasi bisnis yang berkelanjutan di tengah krisis COVID-19 saat ini. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) baru-baru ini mengumumkan sebuah aturan yang menyoroti peran perusahaan telekomunikasi dalam mengoptimalkan pengalaman jaringan saat social distancing menjadi pusat perhatian, hal itu menunjukkan bahwa pemerintah menyadari betul peran penting yang dimainkan oleh perusahaan telekomunikasi dalam perekonomian.

Lonjakan lalu lintas data secara tiba-tiba membuat pemain industri telekomunikasi sendiri perlu memastikan pemantauan lalu lintas yang efisien, yang akan semakin penting untuk penyeimbangan sinyal seluler dan rencana peningkatan kapasitas jaringan. Lebih jauh lagi dari sekedar lalu lintas data, perusahaan telekomunikasi juga perlu membuat keputusan berbasis data terkait investasi dan memaksimalkan kinerja. Kemampuan untuk menganalisis data yang masif dengan cepat untuk menemukan wawasan akan menjadi kunci utama, sementara tantangannya adalah mengarungi berbagai sumber data, termasuk pemodelan frekuensi radio, analisis cakupan jaringan, serta kinerja jaringan seluler.

Optimalisasi kinerja jaringan telekomunikasi menjadi fokus utama bisnis telekomunikasi, sedangkan analisis, prediksi, serta pengaturan terkait pola pengiriman data yang dikirimkan melalui jaringan menjadi semakin penting. Dengan meningkatnya kebutuhan layanan data yang berkelanjutan selama periode ini, perusahaan telekomunikasi juga perlu memastikan bahwa kemampuan untuk mendeteksi anomali dalam jaringan mereka juga telah meningkat. Proses pengambilan keputusan investasi pun akan sama cepatnya dengan permintaan layanan.

Kini perusahaan komunikasi perlu mempertahankan layanan jaringan yang andal dan meningkatkan tingkat layanan pelanggan di seluruh operasi selama periode yang tidak pasti ini. Data dan analisis interaktif berkecepatan tinggi dapat memberi mereka keunggulan komparatif — memungkinkan mereka untuk memahami pola historis churn pelanggan untuk membangun model pembelajaran mesin prediksi, meningkatkan pengalaman pelanggan melalui analisis geospasial dengan kekuatan sinyal, serta melihat jaringan dengan cepat untuk layanan teknis di lapangan dan pemeliharaan yang bersifat preventif.

Mengubah krisis menjadi peluang

Periode Pembatasan Sosial Berskala Besar ini mungkin tampak seperti masa perjuangan berat bagi perusahaan telekomunikasi dalam memenuhi peningkatan permintaan layanan mereka. Tetapi setiap krisis menghadirkan peluang, karena masa krisis ini menghadirkan peluang besar untuk meraih kepercayaan publik lewat penyediaan layanan jaringan yang stabil sekaligus menjaga bisnis pelanggan agar tetap berjalan sebaik mungkin.

Optimalisasi perencanaan kapasitas akan menjadi kunci utama sehingga penyedia telekomunikasi perlu meningkatkan kemampuan mereka dalam menganalisis dan memvisualisasikan rekaman data yang kompleks pada skala tertentu. Di sinilah kekuatan akselerasi analitik akan hadir, memberdayakan perusahaan telekomunikasi untuk melapisi dataset jaringan yang ada dengan pemodelan dan analisis cakupan yang mereka butuhkan untuk menghadirkan jaringan yang efisien dan terus mengoptimalkan kinerja.

Permasalahan yang seperti benang kusut ini dapat perlahan diatasi dengan penggunaan data dan analitik. Kehadiran platform akselerasi analitik dapat memberdayakan perusahaan telekomunikasi untuk melapisi data geospasial, menghasilkan heatmaps, choropleth dan melakukan analisis spatio-temporal dan menghasilkan wawasan granular real-time yang terkait dengan kecepatan dan jangkauan jaringan. Selain itu, lewat pemanfaatan akselerasi data dalam memori, operator telekomunikasi dapat mencocokkan permintaan konsumen secara efektif dan real-time, dengan kemampuan untuk mempercepat algoritma pembelajaran mesin dan menghasilkan analitik prediktif untuk mengidentifikasi penempatan antena yang optimal selama periode saat ini.

(Artikel ini ditulis oleh Herfini Haryono, Vice President of Industry Verticals, OmniSci)

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Huawei Isyaratkan Mate 40 Series Masuk Pasar Indonesia

Techbiz.id - Huawei Indonesia memberikan isyarat perangkat terbarunya Mate 40 series yang baru saja dirilis secara global...

PermataBank Syariah Hadirkan Model Branch

Techbiz.id - PermataBank Syariah menghadirkan Model Branch pertama di Indonesia yang bertempat di Gedung Universitas Al-Azhar, Jakarta yang dilengkapi teknologi terbaru PermataBank

5 Perangkat Baru Huawei Lengkapi Gaya Hidup

Techbiz.id - Huawei merilis 5 perangkat terbarunya yang menggabungkan teknologi dan fashion. Kehadiran produk terbaru Huawei tersebut seolah menegaskan bahwa teknologi dan...

15 Ribu Unit Poco X3 NFC Habis Terjual

Techbiz.id - Xiaomi melaporkan telah menjual habis 15.000 unit POCO X3 NFC pada penjualan perdananya yang digelar hari ini dalam waktu 4...

Pekan Depan Samsung Gelar Flash Sale Galaxy M51

Techbiz.id - Smartphone Galaxy M51 akan dijual dalam flash sale yang akan digelar Samsung pada tanggal 26-31 Oktober 2020 mendatang.
- Advertisement -

Artikel Terkait