Sunday, March 7, 2021
Home Telco Q2 2020 Industri Telekomunikasi Tumbuh di Atas 10%

Q2 2020 Industri Telekomunikasi Tumbuh di Atas 10%

Must Read

Selain Kamera 108MP, Ini Fitur Fotografi yang Akan Hadir di Realme 8 Pro

Techbiz.id - Bersamaan dengan peluncuran inovasi kamera, Realme juga menggoda kehadiran Realme 8 Series. Penerus Realme 7 itu akan...

Bocoran Ungkap iPhone 13 Usung Memori Jumbo

Techbiz.id - Rumor mengenai spesifikasi iPhone 13 terus beredar. Perangkat yang disinyalir menjadi penerus iPhone 12 kini disebut akan...

Polytron Pasarkan PAS 8E12, Speaker Digital Terbarunya

Techbiz.id - Setelah sukses memasarkan dua tipe pendahulunya yaitu PAS 8E28 dan PAS 8E22, Polytron mulai memasarkan produk speaker...

5 Smartphone RAM 8GB, Mulai Rp2 Jutaan

Techbiz.id - Kapasitas RAM biasanya menjadi salah satu pertimbangan dalam membeli sebuah smartphone. Tak heran jika dalam hal ini...

Mitra Usaha Gojek Bisa Jadi Reseller Produk Telkomsel

Techbiz.id - Telkomsel bersama Gojek semakin memperkuat sinergi dengan melakukan kolaborasi terbaru yang diwujudkan dengan membuka akses bagi para...

Techbiz.id – Di tengah pertumbuhan ekonomi yang mengalami minus 5,3 persen akibat pandemi covid-19, industri telekomunikasi Indonesia justru mengalami pertumbuhan.

Namun di tengah kondisi ekonomi yang melemah ini, industri telekomunikasi Indonesia disampaikan Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengalami pertumbuhan 10%.

- Advertisement -

“Justru terjadi kenaikan di atas 10% pada sektor informasi dan komunikasi. Ketika sebagian besar lapangan usaha minus, sektor infokom meraup laba,” ungkapnya kepada redaksi.

Baca juga: Network Sharing Masih Menjadi Tantangan di Industri Telekomunikasi Indonesia

Berdasarkan ddata yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sektor telekomunikasi (Infokom) mengalami pertumbuhan sebesar 10,88% pada Q2 2020 jika dibandingkan pada kwartal yang sama tahun lalu.

Kondisi ini menurut Bhima justru menjadi momentum sektor telekomunikasi untuk lakukan ekspansi. Kebutuhan data meningkat tajam karena adanya WFH, belajar dan kuliah online.

Wakil Direktur Utama Tri Indinesia, Danny Buldansyah menyampaikan saat ini masih terjadi kenaikan trafik data yang mengkompensasi penurunan legacy voice, sms.

“Tiap operator agak berbeda. Yang pasti masih terjadi kenaikan trafik data,” ujarnya.

Namun demikian, kenaikan trafik data ini menurut Danny tidak diimbangi dengan kenaikan revenue yang proporsional. Hal ini dikarenakan Yield atau harga per GB-nya turun.

Turunnya yield data ini menurut Danny karena operator mmeberikan harga spesial kepada masyarakat dimasa pandemi ini sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.

Penurunan Daya Beli

Pertumbuhan Industri telekomunikasi di atas 10 persen ini sayangnya masih harus dibayangi oleh penurunan daya beli masyarakat akibat pelemahan ekonomi.

“Masih akan terjadi tekanan kepada operator yang disebabkan oleh penurunan daya beli,” ungkap Danny.

Senada dengan Danny, menurut Bhima, masyarakat kelas menengah bawah pastinya akan terpukul cukup dalam di semester II. Sementara kelas menengah atas cenderung menabung atau membeli aset yang aman.

Baca juga: Pemerintah Didesak Beri Insentif Operator Telekomunikasi

“Kondisi Ini pastinya akan berpengaruh juga pada bisnis telekomunikasi dalambjangka panjang,” imbuhnya.

Menurut Bhima, ketika ada momentum digital ini, sebaiknya pemerintah memberikan stimulus untuk perusahaan telko, misalnya insentif untuk perluasan jaringan bisa lewat insentif perpajakan

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Daftar Harga Paket Internet Indosat Ooredoo Maret 2021

Techbiz.id - Setiap bulannya operator seluler selalu memberikan penawaran yang terbaik. Seperti halnya, harga paket internet Indosat Ooredoo pada...

Artikel Terkait