Saturday, July 24, 2021
Home Telco Q2 2020 Industri Telekomunikasi Tumbuh di Atas 10%

Q2 2020 Industri Telekomunikasi Tumbuh di Atas 10%

Must Read

Instagram Stories Kini Mampu Terjemahkan Lebih dari 90 Bahasa

Techbiz.id - Dengan popularitas Instagram yang mencapai tingkat global, sebagian Kalian mungkin saja akan menemukan Stories dengan bahasa asing...

Smartfren Fiber in the Air, Internet Stabil dan Hemat Biaya

Techbiz.id - Smartfren Business meluncurkan Fiber in the Air, sebuah solusi internet untuk keperluan bisnis, yang memanfaatkan akses radio...

TMI: Peluangnya Masih Bagus Untuk Bikin Startup

Techbiz.id - Venture Capiital Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) menilai potensi startup Indonesia untuk berkembang masih sangat positif terlebih saat...

Mengintip Spesifikasi Redmi Note 10 5G yang Tiba Pekan Ini

Techbiz.id - Xiaomi memastikan Redmi Note 10 5G akan meluncur pada 22 Juli mendatang. Lantas bagaimana spesifikasi Redmi Note...

Tak Ditunda, iPhone 13 Meluncur September 2021

Techbiz.id - Apple dikabarkan tak akan menunda peluncuran dari iPhone 13. Jadwal debut dari suksesor iPhone 12 itu kabarnya...

Techbiz.id – Di tengah pertumbuhan ekonomi yang mengalami minus 5,3 persen akibat pandemi covid-19, industri telekomunikasi Indonesia justru mengalami pertumbuhan.

Namun di tengah kondisi ekonomi yang melemah ini, industri telekomunikasi Indonesia disampaikan Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengalami pertumbuhan 10%.

“Justru terjadi kenaikan di atas 10% pada sektor informasi dan komunikasi. Ketika sebagian besar lapangan usaha minus, sektor infokom meraup laba,” ungkapnya kepada redaksi.

Baca juga: Network Sharing Masih Menjadi Tantangan di Industri Telekomunikasi Indonesia

Berdasarkan ddata yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sektor telekomunikasi (Infokom) mengalami pertumbuhan sebesar 10,88% pada Q2 2020 jika dibandingkan pada kwartal yang sama tahun lalu.

Kondisi ini menurut Bhima justru menjadi momentum sektor telekomunikasi untuk lakukan ekspansi. Kebutuhan data meningkat tajam karena adanya WFH, belajar dan kuliah online.

Wakil Direktur Utama Tri Indinesia, Danny Buldansyah menyampaikan saat ini masih terjadi kenaikan trafik data yang mengkompensasi penurunan legacy voice, sms.

“Tiap operator agak berbeda. Yang pasti masih terjadi kenaikan trafik data,” ujarnya.

Namun demikian, kenaikan trafik data ini menurut Danny tidak diimbangi dengan kenaikan revenue yang proporsional. Hal ini dikarenakan Yield atau harga per GB-nya turun.

Turunnya yield data ini menurut Danny karena operator mmeberikan harga spesial kepada masyarakat dimasa pandemi ini sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.

Penurunan Daya Beli

Pertumbuhan Industri telekomunikasi di atas 10 persen ini sayangnya masih harus dibayangi oleh penurunan daya beli masyarakat akibat pelemahan ekonomi.

“Masih akan terjadi tekanan kepada operator yang disebabkan oleh penurunan daya beli,” ungkap Danny.

Senada dengan Danny, menurut Bhima, masyarakat kelas menengah bawah pastinya akan terpukul cukup dalam di semester II. Sementara kelas menengah atas cenderung menabung atau membeli aset yang aman.

Baca juga: Pemerintah Didesak Beri Insentif Operator Telekomunikasi

“Kondisi Ini pastinya akan berpengaruh juga pada bisnis telekomunikasi dalambjangka panjang,” imbuhnya.

Menurut Bhima, ketika ada momentum digital ini, sebaiknya pemerintah memberikan stimulus untuk perusahaan telko, misalnya insentif untuk perluasan jaringan bisa lewat insentif perpajakan

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...