Saturday, July 24, 2021
Home News Jutaan Ponsel Baru Terancam Tidak Bisa Digunakan

Jutaan Ponsel Baru Terancam Tidak Bisa Digunakan

Must Read

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...

Konsep Shoppertainment Jadi Tren Pemasaran Mega Sales

Techbiz.id - Konsep Shoppertainment atau belanja sambil mencari hiburan diprediksi akan merajai tren pemasaran selama periode festival belanja atau...

Beli Xiaomi dapat Diskon 50% Belajar Online di Pahamify

Techbiz.id - Xiaomi dan Pahamify memperkenalkan program "Back to School" yang menawarkan sejumlah manfaat untuk pembelian segala jenis smartphone untuk menyambut...

Rekomendasi Hp Samsung RAM 6GB Terbaru 2021

Techbiz.id - Handphone (hp) Samsung memiliki berbagai kapasitas RAM, salah satunya varian 6GB. Dengan kapasitas RAM 6GB, pengguna dapat dengan...

Huawei Sediakan Layanan Belanja Dari Rumah, Ada Promo

Techbiz.id - Huawei meningkatkan layanannya dalam rangka mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dengan memperkenalkan inisiatif terbarunya,...

Techbiz.id – Jutaan perangkat ponsel baru terancam akan tidak bisa digunakan menyusul penuhnya kapasitas mesin CEIR yang digunakan untuk pengendalian IMEI.

Sejak tanggal 23 September 2020 Kementerian Perindustrian (kemenperin) RI tidak bisa melakukan upload data IMEI ke dalam data base CEIR karena kapasitas mesin tersebut yang sudah mencapai 95 persen.

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan, kapasitas CEIR yang mencapai 95% tersebut dikhawatirkan akan membuat perangkat CEIR down mengingat kapasitas yang hampir full.

Baca juga: Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Dengan demikian, ponsel baru yang nomor IMEI-nya belum diupload oleh Kemenperin sejak 23 September 2020 itu pun terancam tidak akan bisa digunakan oleh pemiliknya.

Pasalnya, semua perangkat HKT yang tidak terdaftar dalam database CEIR tidak akan mendapat sinyal dari operator sehingga tidak akan bisa digunakan sebagai alat komunikasi.

Di Indonesia sendiri setidaknya ada lima brand smartphone yang bersaing menjajakan perangkatnya di pasar tanah air.

Menurut data Tracker Ponsel Triwulan IDC, selama periode tiga bulan pertama tahun 2020, pengiriman smartphone ke pasar Indonesia mencapai 7,5 juta unit. Jika direratakan angka tersebut mencapai 2,5 juta unit smartphone yang terjual di pasar Indonesia tiap bulannya.

Sepanjang September 2020 saja ada beberapa brand yang meluncurkan smartphone terbarunya ke pasar Indonesia. Dalam setiap kali meluncurkan produk baru tentunya akan ada ratusan ribu unit yang diproduksi untuk satu model.

Dengan demikian jika kapsitas mesin CEIR tidak segera dilakukan penambahan kapasitas, akan ada jutaan smartphone baru yang tidak bisa dimasukkan data IMEI-nya ke mesin CEIR.

Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia, Ali Soebroto tidak bisa memastikan berapa banyak ponsel yang belum diupload data IMEI-nya sejak 23 September 2020 tersebut.

“Belum tahu, karena servernya CEIR dikelola ATSI di bawah Kominfo, sedangkan data IMEI dikelola oleh Kemenperin,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu produsen smartphone yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan bahwa, setiap bulan pihaknya mampu menjual 1 juta unit smartphone.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...