Thursday, February 25, 2021
Home News Jutaan Ponsel Baru Terancam Tidak Bisa Digunakan

Jutaan Ponsel Baru Terancam Tidak Bisa Digunakan

Must Read

Harga dan Spesifikasi 3 Laptop Zenbook Terbaru Asus

Techbiz.id - Tiga laptop ZenBook terbaru resmi diperkenalkan Asus dalam acara peluncuran bertajuk "Built For Brilliance", yaitu ZenBook Flip...

Selain Samsung, LG Akan Pasok Layar iPhone Lipat

Techbiz.id - Apple terus mengembangkan iPhone lipat pertamanya. Informasi terbaru, Apple menjalin kemitraan dengan LG Display selaku pemasok layar...

Pendapatan Builder.ai Naik 230% Selama 2020

Techbiz.id -​ Sepanjang tahun 2020, platform pengembang perangkat lunak berkekuatan artificial intelligent (AI) Builder.ai​ mencatatkan pertumbuhan yang pesat. Dalam laporannya,...

Raih USD170 Juta, TigerGraph Rambah Indonesia

Techbiz.id - Penyedia platform analitik grafik, TigerGraph, hari ini mengumumkan pengumpulan dana sebesar USD105 juta dalam pendanaan Seri C,...

Huawei Bangun 50 Persen Jaringan 5G Dunia

Techbiz.id - Dalam sebuah acara pre-briefing Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2021, Huawei menyebutkan lebih dari 140 jaringan 5G komersial...

Techbiz.id – Jutaan perangkat ponsel baru terancam akan tidak bisa digunakan menyusul penuhnya kapasitas mesin CEIR yang digunakan untuk pengendalian IMEI.

Sejak tanggal 23 September 2020 Kementerian Perindustrian (kemenperin) RI tidak bisa melakukan upload data IMEI ke dalam data base CEIR karena kapasitas mesin tersebut yang sudah mencapai 95 persen.

- Advertisement -

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan, kapasitas CEIR yang mencapai 95% tersebut dikhawatirkan akan membuat perangkat CEIR down mengingat kapasitas yang hampir full.

Baca juga: Kapasitas CEIR Penuh, Kemenperin Tidak Bisa Input IMEI

Dengan demikian, ponsel baru yang nomor IMEI-nya belum diupload oleh Kemenperin sejak 23 September 2020 itu pun terancam tidak akan bisa digunakan oleh pemiliknya.

Pasalnya, semua perangkat HKT yang tidak terdaftar dalam database CEIR tidak akan mendapat sinyal dari operator sehingga tidak akan bisa digunakan sebagai alat komunikasi.

Di Indonesia sendiri setidaknya ada lima brand smartphone yang bersaing menjajakan perangkatnya di pasar tanah air.

Menurut data Tracker Ponsel Triwulan IDC, selama periode tiga bulan pertama tahun 2020, pengiriman smartphone ke pasar Indonesia mencapai 7,5 juta unit. Jika direratakan angka tersebut mencapai 2,5 juta unit smartphone yang terjual di pasar Indonesia tiap bulannya.

Sepanjang September 2020 saja ada beberapa brand yang meluncurkan smartphone terbarunya ke pasar Indonesia. Dalam setiap kali meluncurkan produk baru tentunya akan ada ratusan ribu unit yang diproduksi untuk satu model.

Dengan demikian jika kapsitas mesin CEIR tidak segera dilakukan penambahan kapasitas, akan ada jutaan smartphone baru yang tidak bisa dimasukkan data IMEI-nya ke mesin CEIR.

Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia, Ali Soebroto tidak bisa memastikan berapa banyak ponsel yang belum diupload data IMEI-nya sejak 23 September 2020 tersebut.

“Belum tahu, karena servernya CEIR dikelola ATSI di bawah Kominfo, sedangkan data IMEI dikelola oleh Kemenperin,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu produsen smartphone yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan bahwa, setiap bulan pihaknya mampu menjual 1 juta unit smartphone.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Lawan OTT Amerika, Kita Bisa

Techbiz.id - Bulan Februari setahun yang lalu, Menteri BUMN Erick Thohir keceplosan sindir Telkom kurang inovatif dan terlalu tergantung...

Artikel Terkait