Saturday, January 16, 2021
Home DigiBiz Ketahui Syarat Investasi di Startup Saat Pandemi

Ketahui Syarat Investasi di Startup Saat Pandemi

Must Read

Oppo Reno5 Habis Terjual dalam 3 Menit

Techbiz.id - Setelah resmi diluncurkan, Oppo Reno5 langsung diserbu habis sebelum waktu yang ditetapkan berakhir oleh konsumen pada penjualan...

Penjual dan Pembeli di Tokopedia Melonjak Selama 2020

Techbiz.id - Pandemi membuat aktivitas belanja online semakin menjadi andalan masyarakat. Terbukti dari jumlah penjual dan pembeli di Tokopedia...

Galaxy Buds Pro, Earbuds Paling Premium dari Samsung

Techbiz.id - Dalam acara Galaxy Unpacked 2021 Samsung juga meluncurkan earbuds generasi berikutnya: Galaxy Buds Pro yang menjadi earbuds...

Xiaomi Tawarkan 3 Varian Mi TV 4 Bezelless

Techbiz.id - Xiaomi memberikan kesempatan untuk menikmati hiburan maksimal melalui seri TV pintar yang memiliki desain premium serta layar...

Maksimalkan Kinerja Bisnisnya, XL Axiata Gandeng Cloudera

Techbiz.id - untuk meningkatkan penggunaan data analitik dalam upaya memaksimalkan kinerja bisnisnya, XL Axiata menjalin kerjasama dengan Cloudera, perusahaan...

Techbiz.id – Di saat Pandemi Covid-19 ini beberapa perusahaan rintisan (startup) masih memiliki potensi yang bagus untuk menyalurkan investasi.
 
Menurut Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, beberapa startup memang cukup resilience (tahan) terhadap pandemi Covid-19, khususnya startup yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, dan ritel makanan. Kebijakan bekerja dan belajar dari rumah menjadi katalis positif bagi startup di sektor tersebut.

“Memang beberapa perusahaan rintisan masih memiliki potensi yang bagus. Namun jika investor ingin masuk ke perusahaan rintisan, kita harus melihat valuasinya terlebih dahulu. Apakah valuasinya mahal atau murah,” terang Venny.
 
Lanjutnya, untuk dapat melihat valuasi perusahaan rintisan memang berbeda dengan perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama ini jika analis ingin melihat aset perusahaan yang ada di BEI, mereka melihat dari valuasi gedung, mesin, atau tanah.

- Advertisement -

Namun untuk perusahaan rintisan dilihat dari jumlah penggunanya dan database konsumen yang mengakses perusahaan rintisan tersebut.
 
Diakui Venny, memang saat ini banyak perusahaan yang terdaftar di BEI tengah mencari sinergi dengan perusahaan rintisan. Hal ini mereka lakukan karena perusahaan konvensional tengah mencari alternatif pendapatan lainnya dari non-core bisnis mereka.
 
“Karena yang berharga dari perusahaan adalah database konsumen, maka saat ini banyak perusahaan jasa maupun non jasa melakukan transformasi dalam mengembangkan bisnisnya dengan berinvestasi di perusahaan rintisan” terang analis saham tersebut.

Perusahaan konvensional dikatakan Venny saat ini tengah mengembangkan layanan baru melalui teknologi digital yang bertujuan untuk mencari revenue stream baru untuk menggantikan revenue dari legacy yang sudah melambat pertumbuhannya.
 
Seperti kita ketahui Bersama, saat ini beberapa perusahaan konvensional sudah berinvestasi di perusahaan rintisan. PT. Astra International Tbk. misalnya, bersama dengan modal ventura, EverHaus, mereka sudah berinvestasi di bisnis logistik melalui Trukita. Bahkan Astra juga sudah berinvestasi di Gojek sebanyak dua kali.
 
Contoh lainnya adalah Telkom. BUMN telekomunikasi ini sudah memiliki beberapa perusahaan rintisan yang menjadi mitra binaan mereka, di antaranya Qlue, Kredivo, PrivyID, Nodeflux, Kata.ai, eFishery, ChatAja, hingga Anchanto.
 
Sementara itu BRI melalui BRI Ventures, Program Dana Ventura Sembrani Nusantar ini melakukan investasi di perusahaan rintisan. Pendanaan akan difokuskan untuk seed-growth stage yang terdiri dari seed funding dan pendanaan awal Seri A (Series A).

Dengan dana Rp300 miliar, Dana Ventura Sembrani Nusantar akan mencari perusahaan 10-15 startup di early stage pada sektor finansial, pendidikan, agro maritim, ritel, transportasi, dan kesehatan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Investree Filipina Operasikan Platform Crowdfunding UKM

Techbiz.id - Perusahaan joint venture berbasis fintech antara Filinvest Development Corp. (FDC) yang dimiliki oleh Keluarga Gotianun dengan Investree Singapore Pte. Ltd. resmi...

Artikel Terkait