Monday, March 1, 2021
Home News Kominfo Pasang Super Wifi di Labuan Bajo

Kominfo Pasang Super Wifi di Labuan Bajo

Must Read

Hattrick, Xiaomi Masuk Daftar 100 Inovator Global

Techbiz.id - Xiaomi kembali tercatat dalam daftar 100 lembaga yang menjadi inovator global untuk tiga tahun berturut-turut. Pencapaian ini...

Jaringan XL Axiata 100% Normal Paska Banjir

Techbiz.id - XL Axiata memastikan semua jaringan di sejumlah lokasi yang terdampak bencana alam telah pulih 100%, termasuk di...

Di Likee, Perempuan Ini Bisa Raup Puluhan Juta Rupiah

Techbiz.id - Seorang perempuan bernama Uchi mengaku mendapat gaji puluhan juta dan kehidupannya berubah drastis setelah ia menjadi content...

Tahun 2021 Investree Jalankan Strategi Beyond Lending

Techbiz.id - Sebagai strategi di tahun 2021 Investree mengembangkan inisiatif "Beyond Lending" untuk memberikan kemudahan serta memperkuat aktivitas bisnis UKM di...

Solusi Massive MIMO Ericsson Percepat 5G di Pita Sedang

Techbiz.id - Ericsson telah meluncurkan tiga radio baru dalam portofolio Massive MIMO serta mengembangkan portofolio RAN Compute dengan enam...


Techbiz.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memasang super wifi di halaman Masjid Nurul Huda Gorontalo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dalam penyediaaan akses internet gratis untuk warga.

Menurut Menteri Kominfo Johnny G. Plate, Kementeriannya membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi geografis.

- Advertisement -

Pilihan teknologi yang digunakan menurut Menteri Jhonny disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan wilayah .

Baca juga: Kominfo Diminta Pantau Operator dalam Pemberian Subsidi Pulsa

“Kominfo melalui BLU BAKTI memilih beberapa alternatif teknologi sesuai dengan kondisi lapangan. Ada  fiber opticbase transmitter station (BTS) atau radiolink. Untuk kontur tanah yang gunung dan lembag atau sulit bisa digunakan microwave link point to point. Kalau di sini dipasang Super Wifi,” jelasnya saat melakukan pengecekan perangkat Super WIfi, Kamis (24/09/2020).

Perangkat Super WIfi yang disedikan Kominfo ini, menurut Menteri Johnny langsung terhubung dengan satelit dan bisa menjangkau radius 500 meter.

“Kalau wifi biasa itu bisanya 50 sampai 100 meter, kalau super wifi ini baru bisa  sampai 500 meter. Satu kampung itu bisa tercover, tapi dia ada layer. Sehingga warga satu kampung di sini bisa mengakses internet langsung dari satelit,” jelasnya. 

Selain menyediakan akses internet gratis untuk warga, Menteri Kominfo menyatakan operator seluler juga diminta untuk menambah pembangunan BTS guna menyediakan akses internet untuk warga.

“Kalau dari operator itu berbayar, yang dari Kominfo ini gratis, dibayar oleh negara melalui Kominfo,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, alokasi biaya terbesar dalam penyediaan ini adalah Operational Expenditure (Opex) karena sewa kapasitas satelit untuk menyediakan akses internet cepat.

“Sewa kapasitas satelit, sekarang ada 9 satelit yang digunakan di seluruh Indonesia. Tahun 2023 kita akan melepaskan orbit 146 BT Satelit Multifungsi SATRIA yang akan digunakan untuk 150 lokasi total layanan pemerintah yang saat ini belum ada internet di NTT,” paparnya.

Bahkan untuk beberapa daerah, Menteri Kominfo tengah mempertimbangkan untuk memakai teknologi Loon, akses internet yang ditempatkan di atmosfer sehingga bisa menjangkau wilayah lebih luas.

“Ada juga teknologi Loon, kita tengah mempertimbangkan dan mengkaji untuk memenuhi kebutuhan akses internet terutama untuk layanan pemerintah di daerah,” paparnya.

Target akhir dari pembangunan TIK ini, menurut Menteri Kominfo akan dapat mendorong percepatan transformasi digital. “Harapan Presiden, transformasi digital dengan perluasan infrasrtuktur TIK setelah selesai  digunakan dengan baik oleh masyarakat. Gunakan ruang digital secara cerdas dan bermanfaat,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Menteri Johnny mengharapkan akan dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Sektor komunikasi dan informasi tumbuh positif diantara sektor lain yang tumbuh negatif dalam kuartal pertama nilainya 9,6% yoy, berikutnya 10,88% yoy. Ketika setor lain konstraksi, sektor kominfo bisa tumbuh,” ungkapnya optimistis.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Tingkatkan Aplikasi, Telegram Rilis 3 Fitur Baru

Techbiz.id - Dengan kontroversi mengenai kebijakan privasi WhatsApp, banyak pengguna smartphone memutuskan untuk mencoba layanan lain seperti Telegram. Layanan...

Artikel Terkait