Sunday, October 25, 2020
Home News Red Hat Sediakan Platform Cloud Native untuk Transformasi Digital

Red Hat Sediakan Platform Cloud Native untuk Transformasi Digital

Must Read

Combat Telkomsel Jelajahi Pelosok Negeri

Techbiz.id - Infrastruktur Compact Mobile BTS (COMBAT) kerap digunakan Telkomsel dalam upayanya menghadirkan jaringan broadband di pelosok wiayah 3T...

Bisnis Proyektor LED ViewSonic Tumbuh 30%

Techbiz.id - Viewsonic melaporkan berhasil mencapai pertumbuhan penjualan dari unit bisnis proyektor LED di semester pertama 2020.

realme Gelar Crazy Sale Tiap Hari Selasa

Techbiz.id - realme mengadakan program Crazy Sale untuk memeriahkan hari Selasa-mu menjadi lebih meriah yang akan diadakan...

Techbiz.id – Red Hat mengumumkan ketersediaan Red Hat OpenShift 4.5, versi terbaru dari platform Kubernetes untuk mendobrak hambatan aplikasi antara infrastruktur tradisional dan cloud-native serta memperluas kontrol atas sumber daya yang terdistribusi.

Menurut laporan Gartner, “Pada 2022, lebih dari 75% perusahaan global akan menjalankan aplikasi berbasis container dalam proses produksi mereka, yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan pada 2019 yang masih di bawah 30%.

- Advertisement -

Laporan ini mengindikasikan bahwa meski aplikasi yang sepenuhnya berbasis cloud  (cloud-native) adalah masa depan inovasi bisnis dan akan menjadi fokus dari pengembangan aplikasi baru, masih banyak perusahaan yang mengucurkan investasi yang besar dalam aplikasi bisnis penting yang dijalankan sebagai virtual machines (VMs) tradisional.

“Sejak Red Hat OpenShift diciptakan, kami telah bekerja keras untuk membuat Red Hat OpenShift menjadi sebuah platform yang memungkinkan para pelanggan menjalankan pendekatan cloud-native dengan tetap memberikan dukungan terhadap aplikasi tradisional mereka yang sudah ada,” ucap Ashesh Badani, senior vice president, Cloud Platforms, Red Hat.

Red Hat OpenShift sekarang mencakup pula OpenShift Virtualization, sebuah fitur baru yang memungkinkan organisasi TI memindahkan beban kerja VM standar ke Kubernetes, sehingga menghilangkan sekat-sekat (silo) pada alur kerja dan pengembangan yang biasanya terjadi antara application stack tradisional dan cloud-native.

OpenShift Virtualization pertama kali diperkenalkan di Red Hat Summit 2020 sebagai fitur preview teknologi. OpenShift Virtualization saat ini sudah tersedia dan termasuk di dalam Red Hat OpenShift Container Platform tanpa biaya tambahan.

Dilahirkan dari proyek open source KubeVirt, OpenShift Virtualization memungkinkan organisasi untuk mengembangkan, menjalankan, dan mengelola aplikasi yang terdiri dari VM, container, dan fungsi tanpa server (serverless). Semuanya dalam satu platform Kubernetes modern yang berjalan pada infrastruktur bare-metal.

Dengan OpenShift Virtualization, Red Hat membawa application stack tradisional ke dalam suatu layer inovasi terbuka, sehingga memungkinkan pelanggan untuk benar-benar bertransformasi dengan kecepatan yang mereka tentukan sendiri.

Dengan membawa aplikasi baru maupun lama ke arsitektur yang sama, OpenShift Virtualization menyajikan pengalaman pengembangan yang konsisten dan meningkatkan kemampuan untuk menciptakan inovasi secepat mungkin.

Begitu VM dimigrasikan dan dikelola oleh Red Hat OpenShift, VM tersebut akan ter-containerized dari waktu ke waktu, atau dipertahankan sebagai mesin virtual. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengembangkan dan meluncurkan aplikasi hybrid yang dibangun melalui container dan VM, untuk dijalankan secara berdampingan di platform yang sama.

Red Hat OpenShift 4.5 juga memperkenalkan otomatisasi full-stack untuk menjalankan VMware vSphere, sehingga untuk menjalankan Red Hat OpenShift di lingkungan yang mendukung vSphere, akan semudah menekan tombol.

Dengan otomatisasi full-stack, administrator hanya perlu memberikan kredensial untuk menjalankan vSphere, dan penginstal akan menyediakan semua sumber daya yang diperlukan, sehingga penyiapan awal akan lebih cepat dan pengelolaan serta maintenance berkelanjutan yang lebih mudah.

Tambahan support OpenShift pada VMware vSphere di infrastruktur yang sudah ada sebelumnya akan memudahkan administrator menerapkan OpenShift di lingkungan vSphere yang highly customized.

Lebih dari 2.000 pelanggan di seluruh dunia menggunakan Red Hat OpenShift untuk menjalankan infrastruktur cloud-native mereka, baik mereka yang baru saja mulai mengeksplorasi benefit dari aplikasi yang containerized sampai perusahaan yang aplikasi enterprise cloud-native mereka sudah memasuki tahap produksi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Tips Hemat Kuota Internet Saat Pandemi

Techbiz.id - Masyarakat saat ini harus bijak menggunakan kuota internet agar hemat. Hal ini mengingat konsumsi akses...

LinkAja Digitalisasi Produk Halal UMKM

Techbiz.id - Layanan Syariah LinkAja kembali menunjukkan komitmennya memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menjadi penyelenggara Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan...

Kamera Sony ZV-1 Ada Varian Warna Putih

Techbiz.id - Sony Indonesia menambah varian Kamera Digital ZV-1 yang kini hadir dalam warna putih, dan dilengkapi dengan wind screen yang serasi....

Telkomsel Memperkuat Potensi Santri

Techbiz.id - Telkomsel melanjutkan kolaborasi bersama Santri Milenial Center (SiMaC) untuk memperkuat potensi santri dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis keumatan.

Investree Distribusikan Rp30 Miliar untuk Pembudidaya Ikan

Techbiz.id - Investree menandatangani perjanjian kerja sama dengan eFishery untuk mendistribusikan pembiayaan kepada para pembudidaya ikan di Indonesia. Kerja...
- Advertisement -

Artikel Terkait