Saturday, March 6, 2021
Home News Training Red Hat Mampu Hasilkan ROI 365 Persen

Training Red Hat Mampu Hasilkan ROI 365 Persen

Must Read

Harga dan Spesifikasi Realme Narzo 30A di Indonesia

Techbiz.id - Menepati janjinya, Realme secara resmi menghadirkan Narzo 30A. Perangkat yang menyasar ponsel gaming entry-level ini tiba dengan...

Selain Kamera 108MP, Ini Fitur Fotografi yang Akan Hadir di Realme 8 Pro

Techbiz.id - Bersamaan dengan peluncuran inovasi kamera, Realme juga menggoda kehadiran Realme 8 Series. Penerus Realme 7 itu akan...

Seagate Sediakan IronWolf untuk Penyimpanan Profesional Kreatif

Techbiz.id - Seagate Technology mengumumkan pembaruan terhadap lini perangkat IronWolf dan IronWolf Pro Network Attached Storage (NAS) untuk penggunaan di...

Terungkap, Ini Spesifikasi Realme 8

Techbiz.id - Kehadiran Realme 8 Series tampak semakin jelas setelah perusahaan menggoda sedikit spesifikasinya melalui ajang inovasi kamera yang...

Lewat Live Rooms, Instagram Kini Bisa Siaran Langsung Bareng 4 Orang

Techbiz.id - Instagram mulai menggulirkan fitur baru Live Rooms. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan siaran langsung bersama dengan...

Techbiz.id – Berdasarkan hasil studi terbaru yang bertajuk “The Business Value of Red Hat Training” IDC mengungkap manfaat signifikan dari training yang diselenggarakan Red Hat.

Studi tersebut menyebutkan bahwa training yang diselenggarakan tersebut, mampu mencapai return on investment (ROI) rata-rata tiga tahun sebesar 365 persen.

- Advertisement -

Selain itu, studi tersebut menemukan bahwa perusahaan akan mengalami peningkatan produktivitas tim DevOps, pemasangan sumber daya TI baru yang lebih cepat, dan tim infrastruktur TI yang lebih efisien melalui program Training dan Sertifikasi Red Hat.

Untuk studi ini, IDC mengeksplorasi value dan manfaat yang didapatkan oleh perusahaan/organisasi yang memiliki tim TI yang beragam, saat mereka menyelesaikan kursus training Red Hat melalui program Training dan Sertifikasi Red Hat.

Baca juga: Red Hat Akuisisi Perusahaan Keamanan Kubernetes

Studi ini melibatkan para pemimpin TI di berbagai perusahaan berskala besar, yang mencakup berbagai industri dan negara. Rata-rata, responden mengirimkan 302 stafnya untuk mengikuti total rata-rata 363 kursus Red Hat setiap tahun.

“Saat perusahaan/organisasi makin menimbang-nimbang ke mana mereka menginvestasikan anggarannya, studi yang disponsori oleh Red Hat ini menemukan bahwa meningkatkan porsi anggaran transformasi digital yang biasanya dialokasikan sebesar 5 persen untuk training, menjadi 6,5 persen, dapat meningkatkan peluang mencapai target bisnis dari 50 persen menjadi lebih dari 80 persen,” kata Ken Goetz, Global Vice President of Core Services at Red Hat.

Training Red Hat

Melalui training, value tahunan yang bisa diraih adalah rata-rata USD43.800 per karyawan yang dilatih, atau setara dengan USD5,71 juta per perusahaan. Staf TI yang terlatih akan menghasilkan produktivitas, mitigasi risiko, dan penghematan biaya infrastruktur TI yang lebih besar.

Terkait dengan proses kerja, kesiapan kerja akan meningkat 76 persen ketika anggota tim yang baru terlebih dahulu menyelesaikan training Red Hat, dibandingkan 55 persen yang didapatkan kala mereka baru di-training dalam proses bergabung.

IDC memproyeksikan bahwa perusahaan/organisasi akan membuat lebih dari 500 juta aplikasi baru secara global pada tahun 2023. Untuk mencapainya, organisasi TI perlu melatih tim pengembangan agar menghasilkan aplikasi dan fitur-fitur yang lebih tepat waktu, kuat, dan berbeda dari yang lain.

Hadirnya training dari Red Hat menjadi relevan pada masa kini di mana bisnis di seluruh dunia beralih ke sistem bekerja jarak jauh pada tahun 2020. Perubahan sistem kerja ini membuat tim TI mendapat tekanan dalam cara mengelola dan, dalam beberapa kasus, membangun kembali jaringan mereka. Mereka juga harus mempercepat transformasi digital dan strategi cloud agar bisa memenuhi kebutuhan yang terus berkembang. Hal ini menimbulkan tantangan.

Perusahaan/organisasi menghadapi lonjakan permintaan user support, meningkatnya ancaman keamanan, dan semua harus dihadapi dengan interaksi di lokasi (on-site) yang lebih sedikit. Selain masalah-masalah tersebut, beberapa tim juga menghadapi masalah defisit kapasitas dan keahlian (skillset).

Kemampuan untuk mengimbangi kecepatan perkembangan teknologi bukanlah hal baru bagi tim TI. Namun, keberadaan tool dan pendekatan yang tradisional menjadi kurang efektif ketika pekerjaan dilakukan dari jarak jauh. Hal ini menunjukkan pentingnya training perangkat lunak (software) untuk peningkatan keterampilan TI. Dengan melakukan training, para pemimpin TI dapat menjembatani kesenjangan keterampilan dan memastikan tim mereka dapat memenuhi kebutuhan teknologi yang terus berkembang.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Berbahaya, Ternyata Ada Ribuan Aplikasi yang Bocorkan Data Pengguna

Techbiz.id - Keamanan data pribadi menjadi sangat penting bagi pengguna. Pasalnya, data itu berisikan informasi penting seperti halnya kata...

Artikel Terkait