Sunday, July 25, 2021
Home News Kolaborasi Red Hat, IBM dan Siemens Garap Hybrid Cloud

Kolaborasi Red Hat, IBM dan Siemens Garap Hybrid Cloud

Must Read

Twitter Hadirkan Caption Otomatis di Voice Tweet

Techbiz.id - Twitter kini menghadirkan fitur caption atau teks otomatis untuk voice tweet atau cuitan berupa audio. "Kami meluncurkan teks...

Rilis Besok, Inikah Harga Redmi Note 10 5G di Indonesia?

Techbiz.id - Redmi Note 10 5G dipastikan akan meluncur pada esok hari (22/7). Namun, tahukah kamu berapa harga yang...

Kementerian BUMN Rilis Aplikasi FitAja Hadapi New Normal

Techbiz.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan beberapa BUMN yang bergerak dibidang Healthcare meluncurkan platform kesehatan...

Alibaba Punya Teknologi Kurangi Resiko Heatstroke

Techbiz.id - Untuk mengurangi resiko terkena heatstroke atau sengatan panas selama musim panas di Tokyo, Alibaba Group mengumumkan solusi berbasis teknologi cloud baru...

Rekomendasi Hp Samsung RAM 6GB Terbaru 2021

Techbiz.id - Handphone (hp) Samsung memiliki berbagai kapasitas RAM, salah satunya varian 6GB. Dengan kapasitas RAM 6GB, pengguna dapat dengan...

Techbiz.id – Kolaborasi tiga perusahaan teknologi Siemens, IBM dan Red Hat menghasilkan solusi yang terbuka, fleksibel, dan lebih aman, bagi kalangan manufaktur dan operator kilang dengan penggunaan desain hybrid cloud.

Desain hybrid cloud ini akan mendorong terciptanya value yang real time dari data operasional. Dalam satu bulan, sebuah unit manufaktur bisa menciptakan lebih dari 2.200 terabyte data menurut sebuah laporan dari IBM – dan kebanyakan data itu belum dianalisa.

Melalui kolaborasi bersama, Siemens Digital Industries Software akan menerapkan pendekatan open hybrid cloud dari IBM, dibangun di atas Red Hat OpenShift, untuk meningkatkan fleksibilitas dalam pemasangan MindSphere, semacam solusi industrial IoT as a service dari Siemens.

Baca juga: Hybrid Cloud Build Team dari IBM Percepat Transformasi

Kolaborasi Red Hat, IBM dan Siemens ini akan memungkinkan pelanggan menjalankan MindSphere secara on-premise, menambah kecepatan dan agilitas dalam operasional pabrik dan kilang, serta memberikan product supportupdate, dan konektivitas perusahaan yang seamless melalui cloud.

“Hari-hari ini manufaktur membutuhkan agilitas dan fleksibilitas untuk mencapai ekspektasi tentang kualitas produk yang lebih baik dengan siklus produksi yang lebih pendek,” kata Senior Vice President of Cloud Application Solutions di Siemens Digital Industries Software, Raymond Kok.

kolaborasi red hat ibm siemens

MindSphere menurutnya telah memberikan insight yang didorong oleh data (data-driven), kepada para pelanggan, untuk memperkuat operasional mereka melalui Industrial IoT.

“Melalui kerja sama dengan IBM dan Red Hat, sekarang kami dapat memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk memilih menjalankan MindSphere di on-premise atau di cloud, untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional mereka dan supaya mereka tambah efisien, gesit, dan responsif di marketplace saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Manish Chawla, Industry General Manager, Energy, Resources, and Manufacturing di IBM, kebanyakan data industrial dihasilkan di luar IT – di dalam operasional manufaktur, supply chain atau produk-produk yang terhubung (connected products) – namun untuk memanfaatkan teknologi digital, kalangan manufaktur biasanya mengirimkan data ke enterprise cloud mereka, atau menurunkan teknologinya.

“Kolaborasi kami dengan Siemens menggunakan hybrid cloud dan dirancang untuk memberikan kepada manufaktur ha-hal terbaik seperti otonomi, kecepatan, dan kendali atas data shopfloor yang diproses di edge, dan koneksi yang lancar ke perusahaan,” ucapnya.

Untuk membantu pelanggan meraih manfaat dan kapabilitas sesungguhnya dari kolaborasi ini serta mengurangi risiko TI, konsultan IBM Global Business Services dan Global Technology Services akan menjadi provider layanan terkelola (managed service) dan solusi IoT bagi pelanggan MindSphere Siemens.

Kolaborasi bersama Siemens adalah bagian dari program ekosistem IBM dalam rangka mengakselerasi pengadopsian hybrid cloud dan open architecture di seluruh industri yang esensial meliputi manufaktur, energi, smart city, telekomunikasi, dan layanan keuangan. 

Siemens memanfaatkan Cloud Engagement Fund dari IBM, yang didirikan sebagai bagian dari investasi sebesar USD1 miliar yang dikucurkan oleh IBM ke dalam ekosistemnya, untuk mengakses berbagai sumber daya teknis dan cloud credit untuk mendukung perpindahan workload di sisi client ke lingkungan hybrid cloud.

Upaya-upaya ini terasa semakin penting sebab perusahaan-perusahaan saat ini sedang berusaha mencari jalan keluar dari dampak pandemi ini. Keadaan ini menciptakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk mempercepat time to market, meningkatkan fleksibilitas, kegesitannya untuk mendorong terciptanya berbagai inovasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Acer Hadirkan Warna Baru Laptop Swift 3 Infinity 4 di Indonesia

Techbiz.id - Memadukan desain yang baru dan unik serta hadirnya sertifikasi Intel Evo, Acer secara resmi memperkenalkan Swift 3...