Monday, January 25, 2021
Home News Satgas Covid-19 Siapkan Masker dengan Teknologi Baru

Satgas Covid-19 Siapkan Masker dengan Teknologi Baru

Must Read

Bisnis Smartphone Jadi Strategi Bertahan Hidup Sharp

Techbiz.id - Sharp Indonesia semakin serius untuk memasuki pasar smartphone Indonesia dan menjadi strategi bertahan hidup perusahaan. Seperti diketahui, saat...

Pengalaman Video Indosat Ooredoo Mengalami Peningkatan

Techbiz.id – Indosat Ooredoo dinobatkan sebagai Global Rising Star untuk Video Experience dalam Global Mobile Network Experience Awards 2020...

5 Fitur Aplikasi Resso untuk Menemani Awal Tahun

Techbiz.id - Tahun baru seringkali menjadi awal untuk menemukan hal yang baru dalam kehidupan, termasuk juga menemukan musik-musik baru. Aplikasi...

Flagship realme jadi yang Pertama Gunakan Dimensity 1200

Techbiz.id - Produk dual flagship realme yang akan dihadirkan di tahun 2021 ini bakal menjadi smartphone pertama menggunaan chipset...

Red Hat Akuisisi Perusahaan Keamanan Kubernetes

Techbiz.id - Red Hat mengumumkan proses akuisisi StackRox, pemimpin dan inovator dalam container dan Kubernetes-native security. Dengan akuisisi ini, Red Hat...

Techbiz.id – Satuan Tugas (Satgas) Nasional Penanganan Covid-19 sudah menyiapkan masker dengan teknologi baru yang lebih efektif mencegah masuknya virus Covid-19 ke tubuh manusia.

Seperti diketahui, kasus positif Covid-19 terus bertambah di Indonesia, setiiap hari bisa mencapai 3.000 kasus. Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 adalah dengan memakai masker.

- Advertisement -

Menurut Juru bicara Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito masker yang disiapkan tersebut adalah masker dengan kain lima lapis yang diproduksi di Indonesia dan sudah diuji coba di Jerman.

Baca juga: Qlue Sediakan Teknologi Keamanan Covid-19 untuk Pertunjukan Seni

“Masker ini mempunyai kemampuan filtrasi setara masker bedah. Proses penyaringan virus mencapai 88 persen dan penyaringan bakteri 99 persen. Masker ini berbahan baku utama polyester dengan teknologi antibakteri pada setiap benang. Meski lima lapis, namun pemakai masker ini tidak akan kesulitan untuk bernapas,” kata Wiku.

masker teknologi baru

Wiku menambahkan, masker bedah hanya bisa menyaring 80-90 persen virus dan 95-98 persen bakteri. Menurut dia, masker lima lapis ini dibuat dengan teknologi baru yang inovatif sehingga dapat menyaring dan mengikat partikel hingga seukuran virus dengan tingkat kemampuan untuk bernapas yang baik.

“Rencananya Satgas akan segera membagikan masker lima lapis ini kepada masyarakat. Diharapkan, pembuatan masker lima lapis ini juga bisa menggerakkan UMKM agar bisa membuat hal yang sama,” jelasnya.

Sementara itu, Inisiator dan Ketua Umum Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono mengatakan, masker menjadi satu-satunya senjata untuk melawan Covid-19 selama vaksin belum berhasil dibuat.

Namun, bukan tugas yang mudah untuk mengedukasi masyarakat untuk mau memakai masker. Gerakan Pakai Masker yang merupakan inisiasi sejumlah relawan dari kalangan profesional sudah melakukan sosialisasi penggunaan masker ke sejumlah tempat antara lain pesantren, pasar rakyat dan tenpat wisata.

“Kami sudah mendatangi 9.200 pasar di seluruh Indonesia dan 44 ribu pesantren. Tapi memang tidak mudah, masih banyak yang belum disiplin. Yang kami lakukan bukan meminta orang untuk memakai masker saja tetapi melakukan Gerakan perubahan perilaku,” ujar Sigit.

Gerakan Pakai Masker juga mendatangi sejumlah tempat pariwisata untuk mengingatkan tentang pentingnya pakai masker. Sigit mengatakan, GPM menasihati para pelaku pariwisata agar pakai masker agar tidak terjadi kluster Covid-19. Karena, apabila terjadi kluster baru maka otomatis tempat wisata tersebut akan langsung ditutup.

Sigit juga mengusulkan pembentukan Satgas Penanganan Wabah Covid-19 Jakarta Metro Raya. Menurut dia, manajemen penanganan pandemi harus diubah dan menggunakan pendekatann batas wilayah pemerintahan ke pendekatan kota raya dan berdasarkan pergerakan manusia yang ada di kota tersebut.

“Virus tidak mengenal batas imajiner yang diciptakan oleh manusia yang disebut batas wilayah pemerintahan. Virus mengikuti pergerakan manusia. Karena itu perlu dibentuk Satgas Jakarta Metro Raya yang akan menangani 32 juta penduduk. Karena sebagian besar yang beraktivitas di Jakarta tinggal di kota sekitarnya yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi,” ujarnya.

Sigit menambahkan, pengendalian Covid-19 di Jakarta Metro Raya tergantung pada bagaimana bisa mengendalikan pergerakan manusia di kawasan ini.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Platform Video Pendek Mulai Diminati untuk Promosi

Techbiz.id - Potensi platform pembuatan video pendek mulai dilirik oleh berbagai pemilik brand sebagai cara baru untuk melakukan promosi...

Artikel Terkait