Monday, April 19, 2021
Home Telco Pemerintah Genjot Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi

Pemerintah Genjot Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi

Must Read

Ramadan Praktis Pakai DANA Berhadiah Rp150 Juta

Techbiz.id - Guna mendukung aktivitas selama Ramadan, DANA menggelar program “Ramadan Praktis Pakai DANA” yang menghadirkan penawaran-penawaran menarik serta...

Lewat Google Asisstant Kini Bisa Pesan dan Bayar Makanan

Techbiz.id - Google Asisstant kini menghadirkan fitur baru yang mempermudah pengguna untuk memesan makanan dan memproses pembayaran di restoran. Melalui...

Peluncuran Vivo V21 Semakin Dekat, Ini Tanggalnya

Techbiz.id - Peluncuran Vivo V21 semakin jelas terlihat. Kabar ini beredar usai Vivo Malaysia secara terbuka mengumumkan tanggal peluncuran...

Telkomsel Siap Dukung Aktivitas Digital Selama RAFI 1442 H

Techbiz.id - Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital bagi masyarakat di...

Memotret Malam Ramadan dengan Extreme Night Vision

Techbiz.id - Setelah vivo resmi membawa vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS ke Indonesia beberapa hari lalu, vivo pun memperkenalkan...

Techbiz.id – Tahun 2021 Kementerian Komunikasi dan Informatika RI akan melakukan percepatan pemerataan infratsruktur telekomunikasi agar semua desa yang ada dapat menikmati akses layanan 4G.

Coverage layanan seluer ini menurut Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kominfo, Ahmad M Ramli, menjadi pilar yang sangat penting dan utama dalam mewujudkan transformasi digital yang dicanangkan Presiden Jokowi.

- Advertisement -

“Yang akan kita kejar mulai tahun 2021 adalah layanan 4G, karena dengan layanan ini masyarakat bisa berselancar di internat dan menikmati layanan lainnya,” ungkap Ramli dalam Webinar Digital Telco Outlook 2021.

Baca juga: RPP POSTELSIAR Akan Mengatur Kualitas Layanan Operator

Lebih lanjut disampaikan Ramli, dari total 83.218 desa yang ada di Indonesia, yang sudah tercover layanan internet 4G sebanyak 70.670 desa. Sehingga masih ada 12.548 desa yang masih belum mendapatkan layanan 4G.

“Dari 12.548 desa yang belum terlayani 4G, ada 9.113 desa yang merupakan wilayah 3T dan 3.435 desa non 3T. Untuk desa 3T ini pemerintah akan mengambil langkah USO ditambah dengan APBN. Sedangkan daerah non 3T ini kita akan mendorong operator untuk memfasilitasi karena ini daerah komersal,” jelas Ramli.

Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kominfo, Ahmad M Ramli,

Namun demikian, dalam menghadirkan akses telekomunikasi ke seluruh wilayah Indonesia memang tidak mudah. Menurut Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, para penyedia layanan harus menghadapi tantangan letak geografis yang sulit dicapai.

“Lokasinya yang pegunungan, laut, pulau-pulau menjadi tantangan berat buat Indonesia, namun sebenarnya kita sudah punya teknologi-teknologi yang memang bisa kita andalkan untuk penetrasi internet, target kita adalah di Tahun 2022 itu semua daerah sudah ada internet,” terangnya.

Senada dengan Jamal, GM Future Network Project Telkomsel, Ronald Limoa, mengakui kendala geografis memang masih menjadi kendala hingga saat ini. Kendati demikian, ia menyampaikan, operator perlu membuat inovasi agar layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah-daerah bisa tetap tersampaikan dan tidak terhalangi oleh infrastruktur pendukung seperti listrik misalnya.

“Telkomsel dalam hal ini, sudah membangun pembangkit listrik tenaga surya atau bahkan di daerah-daerah yang memang aliran sungainya baik, kami juga mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), itu sudah kami kembangkan. Kedepan sebenarnya kebutuhan dari masyarakat di daerah-daerah tersebut adalah bagaimana mereka mendapatkan benefit tambahan dari akses telekomunikasi yang dihadirkan,” jealsnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Update Harga Realme C12: Ada Diskon!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme C12 kini sudah mengalami perubahan. Apalagi kini sudah hampir setahun...

Artikel Terkait