Friday, June 18, 2021
Home Business Update Bisnis Smartphone Jadi Strategi Bertahan Hidup Sharp

Bisnis Smartphone Jadi Strategi Bertahan Hidup Sharp

Must Read

Samsung Tegaskan Galaxy S21 FE Belum Ditangguhkan

Techbiz.id - Samsung sempat dikabarkan bakal menunda proses produksi dari Galaxy S21 FE. Hal ini terjadi lantaran adanya kekurangan...

Selain Fitur Kadar Gula Darah, Apple Watch 7 Usung Pengukur Suhu Tubuh

Techbiz.id - Apple terus memberikan inovasi dalam seri smartwatch mereka, termasuk model Apple Watch 7 yang akan segera dirilis...

Rilis Pekan Depan, Ini Bocoran Spesifikasi Mi 11 Lite

Techbiz.id - Xiaomi Mi 11 Lite kini siap meluncur pada 15 Juni mendatang di Indonesia. Jelang peluncurannya pada pekan...

Teknologi Blockchain Digunakan dalam UEFA EURO 2020

Techbiz.id - UEFA dan AntChain, bisnis blockchain dari Ant Group, mengumumkan kemitraan global lima tahun terkait teknologi blockchain dan bersama-sama mengeksplorasi bagaimana...

Rilis Besok, Ini Bocoran Spesifikasi Realme 8 5G Indonesia

Techbiz.id - Realme memastikan akan merilis smartphone 5G di Indonesia pada esok hari (16/6). Namun, sebelum itu kita bisa...

Techbiz.id – Sharp Indonesia semakin serius untuk memasuki pasar smartphone Indonesia dan menjadi strategi bertahan hidup perusahaan.

Seperti diketahui, saat pandemi ini daya beli masyarakat menurun dan berakibat pada turunnya penjualan banyak produsen, termasuk Sharp Indonesia.

- Advertisement -

Namun demikian, menurut Andry Adi Utomo selaku National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, menghadapi pandemi bukan saatnya menyerah dengan keadaan, perusahaan harus bisa bertahan (survived) melewati masa ini denganpenjualan yang stabil.

Baca juga: Serius, Sharp Garap Smartphone Gaming Aquos Sense4 Plus

“Penurunan bisnis yang terjadi harus dianalisa apa yang menurun dan harus digantikan dengan apa. Penjualan lemari es masih susah, tetapi penjualan LED dan AC masih bagus. Ternyata ada lagi, sekolah sekarang membutuhkan gadget, kita lihat ada potensi ini makanya kita berani menghadirkan bisnis ini sebagai game survival (strategi bertahan hidup),” ungkap Andry.

Strategi ini dinilai Andry cukup sukses, walaupun penjualan smartphone Sharp pada tahun 2020 lalu belum sesuai dengan yang diharapkan. Besarnya pangsa pasar smartphone tanah air pun menjadi pendorong optimisme Sharp untuk terjun di lini bisnis ini.

Sepanjang tahun 2020 lalu pasar Smartphone di Indonesia masih terlihat menggairahkan, terhitung sampai dengan bulan November 2020 kemarin penjualan smartphone mampu menyerap angka penjualan hingga 40 juta unit, atau rata-rata sekitar 3,6 juta unit perbulannya.

Kendati turun sebanyak 4 juta unit dibanding tahun sebelumnya akibat dampak pandemi, namun pasar smartphone di Indonesia masih sangat potensial, terlebih di tahun 2021 yang diprediksi akan lebih baik dibanding 2020.

Didominasi oleh produk kelas menengah ke bawah yaitu sebesar 90%, besaran pasar smartphone di Indonesia berasal dari produk di rentang harga Rp5 juta ke bawah.

Pada tahun 2020 tercatat produk smartphone di kisaran Rp 4-5 jutaan mengalami pertumbuhan cukup signifikan, walaupun hanya memiliki porsi sebesar 7% dari total pasar Smartphone Indonesia namun mampu tumbuh sebesar 28% dibanding tahun sebelumnya.

Melihat potensi tersebut, Sharp yang tengah gencar memperluas lini bisnis smartphone, dengan konsisten kembali meluncurkan produk smartphone terbarunya, Sharp AQUOS Sense4 Plus dengan menyasar segmen tersebut.

Pertumbuhan

Saat ini Sharp baru memiliki empat line up produk smartphone-nya (termasuk AQUOS Sense4 Plus) di pasar Indonesia setelah satu tahun berkiprah.

Memasuki tahun 2021, selain gencar meluncurkan produk-produk terbaru yang kompetitif, guna memperkuat saluran distribusi, Sharp pun kini tengah membangun Smartphone Club.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya perusahaan memperluas cakupan area penjualan, sehingga dapat memudahkan konsumen untuk memperoleh produk smartphone terbaru milik Sharp Indonesia.

Tidak hanya berhenti pada program pre-sale, ke depannya Sharp akan terus memberikan penawaran menarik yang menguntungan bagi konsumen setianya untuk setiap transaksi pembelian.

Dengan starategi tersebut, sharp memasang target pertumbuhan penjualan di tahun 2021 ini tiga hingga lima kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kami bisa menjual seribu unit per bulan. Dengan adanya Smartphone Club diharapkan penjualan smartphone Sharp bisa naik 3x lipat atau 5x lipat yang berarti penjualannya 3 ribu per bulan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Ponsel Pertama Leica, ‘Leitz Phone 1’ Resmi Dirilis

Techbiz.id - Brand asal Jerman, Leica, telah lama berkolaborasi dengan Huawei sebagai partner dalam perangkat besutan Huawei. Namun kini,...

Artikel Terkait