Friday, February 26, 2021
Home Business Update Bisnis Smartphone Jadi Strategi Bertahan Hidup Sharp

Bisnis Smartphone Jadi Strategi Bertahan Hidup Sharp

Must Read

Hasilkan Suara Berkualitas, Sharp Luncurkan Active Speaker High Definition

Techbiz.id - Selama pandemi, seluruh aktivitas seperti bekerja atau belajar, harus dijalankan dari rumah. Melihat hal ini, guna menunjang...

Huawei Bangun 50 Persen Jaringan 5G Dunia

Techbiz.id - Dalam sebuah acara pre-briefing Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2021, Huawei menyebutkan lebih dari 140 jaringan 5G komersial...

Pandemi Memperburuk Kesenjangan Digital

Techbiz.id - Pandemi COVID-19 dinilai telah menciptakan banyak kebutuhan baru untuk infrastruktur digital karena telah memperburuk kesenjangan digital. Deputi Chairman...

Telkomsel Cegah Stunting di Sumedang dengan e-Health SIMPATI

Techbiz.id - Telkomsel membangun kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan menghadirkan aplikasi e-Health SIMPATI (Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi). Kehadiran aplikasi e-Health SIMPATI ini...

Canggih, Xiaomi Bakal Rilis 3 Smartphone Andalan dengan Snapdragon 888?

Techbiz.id - Xiaomi kabarnya siap menggebrak pasar smartphone. Brand teknologi itu dilaporkan bakal merilis 3 model smartphone andalan sekaligus. Menurut...

Techbiz.id – Sharp Indonesia semakin serius untuk memasuki pasar smartphone Indonesia dan menjadi strategi bertahan hidup perusahaan.

Seperti diketahui, saat pandemi ini daya beli masyarakat menurun dan berakibat pada turunnya penjualan banyak produsen, termasuk Sharp Indonesia.

- Advertisement -

Namun demikian, menurut Andry Adi Utomo selaku National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, menghadapi pandemi bukan saatnya menyerah dengan keadaan, perusahaan harus bisa bertahan (survived) melewati masa ini denganpenjualan yang stabil.

Baca juga: Serius, Sharp Garap Smartphone Gaming Aquos Sense4 Plus

“Penurunan bisnis yang terjadi harus dianalisa apa yang menurun dan harus digantikan dengan apa. Penjualan lemari es masih susah, tetapi penjualan LED dan AC masih bagus. Ternyata ada lagi, sekolah sekarang membutuhkan gadget, kita lihat ada potensi ini makanya kita berani menghadirkan bisnis ini sebagai game survival (strategi bertahan hidup),” ungkap Andry.

Strategi ini dinilai Andry cukup sukses, walaupun penjualan smartphone Sharp pada tahun 2020 lalu belum sesuai dengan yang diharapkan. Besarnya pangsa pasar smartphone tanah air pun menjadi pendorong optimisme Sharp untuk terjun di lini bisnis ini.

Sepanjang tahun 2020 lalu pasar Smartphone di Indonesia masih terlihat menggairahkan, terhitung sampai dengan bulan November 2020 kemarin penjualan smartphone mampu menyerap angka penjualan hingga 40 juta unit, atau rata-rata sekitar 3,6 juta unit perbulannya.

Kendati turun sebanyak 4 juta unit dibanding tahun sebelumnya akibat dampak pandemi, namun pasar smartphone di Indonesia masih sangat potensial, terlebih di tahun 2021 yang diprediksi akan lebih baik dibanding 2020.

Didominasi oleh produk kelas menengah ke bawah yaitu sebesar 90%, besaran pasar smartphone di Indonesia berasal dari produk di rentang harga Rp5 juta ke bawah.

Pada tahun 2020 tercatat produk smartphone di kisaran Rp 4-5 jutaan mengalami pertumbuhan cukup signifikan, walaupun hanya memiliki porsi sebesar 7% dari total pasar Smartphone Indonesia namun mampu tumbuh sebesar 28% dibanding tahun sebelumnya.

Melihat potensi tersebut, Sharp yang tengah gencar memperluas lini bisnis smartphone, dengan konsisten kembali meluncurkan produk smartphone terbarunya, Sharp AQUOS Sense4 Plus dengan menyasar segmen tersebut.

Pertumbuhan

Saat ini Sharp baru memiliki empat line up produk smartphone-nya (termasuk AQUOS Sense4 Plus) di pasar Indonesia setelah satu tahun berkiprah.

Memasuki tahun 2021, selain gencar meluncurkan produk-produk terbaru yang kompetitif, guna memperkuat saluran distribusi, Sharp pun kini tengah membangun Smartphone Club.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya perusahaan memperluas cakupan area penjualan, sehingga dapat memudahkan konsumen untuk memperoleh produk smartphone terbaru milik Sharp Indonesia.

Tidak hanya berhenti pada program pre-sale, ke depannya Sharp akan terus memberikan penawaran menarik yang menguntungan bagi konsumen setianya untuk setiap transaksi pembelian.

Dengan starategi tersebut, sharp memasang target pertumbuhan penjualan di tahun 2021 ini tiga hingga lima kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kami bisa menjual seribu unit per bulan. Dengan adanya Smartphone Club diharapkan penjualan smartphone Sharp bisa naik 3x lipat atau 5x lipat yang berarti penjualannya 3 ribu per bulan,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Update Harga Realme Narzo 2021, Turun Rp400 ribu!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme Narzo kini sudah mengalami perubahan. Apalagi hanya tinggal menghitung hari...

Artikel Terkait