Sunday, April 18, 2021
Home Apps Berbahaya, Ternyata Ada Ribuan Aplikasi yang Bocorkan Data Pengguna

Berbahaya, Ternyata Ada Ribuan Aplikasi yang Bocorkan Data Pengguna

Must Read

Samsung Tech Institute Perbesar Peluang Kerja Lulusan SMK

Techbiz.id - Sejak tahun 2013, Samsung menghadirkan Samsung Tech Institute (STI) guna menyelaraskan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan...

Tips Bikin Ramadan yang Menyenangkan dengan HP Sejutaan

Techbiz.id - Ramadan selalu jadi momen berkesan bersama dengan keluarga, teman sekelas dulu maupun sahabat masa kini. Untuk kedua kalinya...

vivo X60 Series Mulai Dijual di Pasar Indonesia

Techbiz.id - vivo Indonesia mengumumkan penjualan perdana smartphone terbarunya dalam program Super Selling Day vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS...

Xiaomi Sediakan Panduan Belanja Selama Ramadan

Techbiz.id - Xiaomi meluncurkan panduan belanja produk smartphone dan AIoT yang menemani setiap momen bulan Ramadan berisi rekomendasi produk...

Garmin Enduro, Jam Tangan Pintar dengan GPS Multisport

Techbiz.id - Erajaya Group bekerja sama dengan Garmin Indonesia menghadirkan Garmin Enduro, yaitu GPS Multisport watch dengan perfoma ultra. Kehadiran...

Techbiz.id – Keamanan data pribadi menjadi sangat penting bagi pengguna. Pasalnya, data itu berisikan informasi penting seperti halnya kata sandi. Namun, tahukah kamu jika ternyata ditemukan ribuan aplikasi berbahaya yang membocorkan data pengguna?

Hasil riset itu diungkap oleh Perusahaan keamanan seluler swasta terkemuka bernama Zimperium. Perusahaan menganalisis lebih dari 1,3 juta aplikasi pada sistem yang menjalankan iOS dan Android, dan hasilnya cukup mengejutkan.

- Advertisement -

Hampir 84.000 aplikasi Android dan 47.000 aplikasi iOS ditemukan menggunakan server publik dan bukan pribadi. Sebanyak 14 persen diantaranya memiliki konfigurasi yang berbahaya, mengekspos semua jenis informasi sensitif ke dunia, dilansir dari Phonearena, Sabtu (6/3).

Seperti yang dilaporkan oleh Wired, kebocoran data semacam ini tidak boleh disengaja dengan cara apa pun. Lebih lanjut dikatakan, hal yang diperlukan hanyalah mengambil jalan pintas dalam proses konfigurasi dan perutean server, dan semua jenis data pribadi diekspos untuk diambil. Ini persis bagaimana aplikasi ini melakukannya.

Alih-alih berupaya menyiapkan server aplikasi sendiri untuk merutekan data sensitif, mereka malah memanfaatkan Layanan Web Amazon publik, Google Cloud, dan layanan back-end Microsoft Azure.

Bagian yang cukup megejutkan adalah bagian yang bocor itu lebih dari sekedar informasi dasar periklanan. Zimperium telah menemukan bahwa informasi pribadi, kata sandi, dan informasi medis pengguna, serta info keuangan dan pembayaran (tergantung pada jenis aplikasi) juga bocor dan terlihat oleh siapa saja yang tertarik.

Baca juga: Saingi Clubhouse, TikTok Garap Aplikasi Sejenis

Sangat berbahaya jika salah satu dari informasi semacam itu jatuh ke tangan yang salah. Menurut CEO Zimperium, hampir 20.000 aplikasi yang dikonfigurasi dengan buruk membiarkan pintu terbuka lebar untuk hal itu terjadi. Bahkan, beberapa diantaranya mengizinkan data sensitif ditimpa dari jarak jauh, meningkatkan risiko penipuan.

Meski tak menyebutkan satu per satu aplikasi yang dimaksud, Zimperium mengaku telah memberi tahu pengembang aplikasi yang salah tentang masalah ini, tetapi tak seluruhnya, melainkan hanya sebagian. Itu pun tak mendapatkan respon. Perusahaan juga mengatakan tidak mungkin bagi mereka untuk menghubungi puluhan ribu pengembang tentang masalah tersebut. Sayangnya, tidak diketahui apakah kesalahan konfigurasi ini (yang mencakup aplikasi perbankan) telah dieksploitasi.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Peluncuran Vivo V21 Semakin Dekat, Ini Tanggalnya

Techbiz.id - Peluncuran Vivo V21 semakin jelas terlihat. Kabar ini beredar usai Vivo Malaysia secara terbuka mengumumkan tanggal peluncuran...

Artikel Terkait