Sabtu, Oktober 23, 2021
Beranda News Akses Internet Sekolah Mampu Tingkatkan PDB 20 Persen

Akses Internet Sekolah Mampu Tingkatkan PDB 20 Persen

Must Read

Line Tambah Stiker Edukasi Covid-19

Techbiz.id - Setelah sebelumnya meluncurkan set stiker edukasi COVID-19 dengan empat kreator lokal, kali ini LINE meluncurkan set stiker...

XL Axiata Tawarkan myPRIO X Unlimited Terbaru

Techbiz.id - XL Axiata meluncurkan penawaran terbaru myPRIO X Unlimited terbaru yang memberikan banyak pilihan dengan harga mulai Rp80.000/bulan. Penawaran terbaru...

3 TV Premium Samsung Ini Cocok Buat Lifestyle

Techbiz.id - Selain menghadirkan Neo QLED 8K TV, Samsung juga menghadirkan jajran TV premium untuk memperkuat jajaran Lifestyle TV...

Indosat Gunakan Platform Ericsson untuk Transformasi Bisnis

Techbiz.id - Indosat Ooredoo memilih Ericsson Digital Monetization Platform (DMP) untuk mentransformasi sistem pendukung bisnisnya (BSS, Business Support System)...

Harga Galaxy M12 Mendekati Seri A, Samsung: Pasar Keduanya Berbeda

Techbiz.id - Samsung baru saja memperkenalkan Galaxy M12 beberapa waktu lalu dengan harga sejutaan. Menariknya, banderol harga Galaxy M12...

Google Meet Siapkan Fitur Live Streaming ke YouTube

Techbiz.id - Sebagai salah satu aplikasi yang digunakan selama pandemi, baik untuk belajar maupun bekerja secara online, Google Meet...

Techbiz.id – Dalam sebuah laporan Economist Intelligence Unit (EIU), yang didukung Ericsson mengngkapkan bahwa, memperluas akses internet ke sekolah di negara dengan konektivitas broadband yang rendah memiliki peluang untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 20 persen.

Seperti diketahui, saat ini sistem pendidikan di seluruh dunia terdampak pandemi. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 190 negara menutup sekolah secara nasional.

Selama masa ini, konektivitas di rumah memastikan pembelajaran dapat berlangsung untuk setidaknya 100 juta dari 1,6 miliar siswa putus sekolah di seluruh dunia.

Penutupan sekolah yang dilakukan sementara telah mengubah pandangan mengenai perlunya konektivitas sekolah guna mendukung pembelajaran dan menjembatani pendidikan serta mengurangi kesenjangan digital.

Tenaga kerja dengan pendidikan yang cukup baik berkesempatan untuk menjadi pribadi inovatif dan mampu menghasilkan  ide-ide terobosan, yang pada akhirnya, dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Baca juga: Dana BOS Sudah Boleh untuk Beli Kuota Internet, Ini Syaratnya

Akses internet di sekolah juga dapat membantu memberikan kesempatan setara kepada siswa dalam bentuk peningkatan pembelajaran dan keterampilan, yang pada akhirnya membuka akses ke jalur karir baru dan mutu hidup yang lebih baik, sehingga dapat menguntungkan setiap orang maupun masyarakat pada umumnya.

World Economic Forum Global Competitiveness Index(2017) dan World Bank Human Capital Index (2017) menunjukkan hubungan yang jelas antara akses internet dengan mutu pendidikan. Analisis EIU menunjukkan bahwa apabila konektivitas internet sekolah di suatu negara meningkat 10 persen, maka PDB per kapitanya pun meningkat sebesar 1,1 persen.

Meskipun tingkat penetrasi internet dunia telah meningkat secara substansial dari 17% pada 2005, persentase penetrasi ini masih berada di tingkat moderat, hanya sedikit di atas 50% pada 2021, dan tidak merata di seluruh wilayah.

Di Nigeria, negara di Afrika Barat, laporan tersebut menemukan bahwa peningkatan konektivitas sekolah ke tingkat Finlandia dapat meningkatkan PDB per kapita hampir 20 persen – dari minimum 550 dolar AS per orang, menjadi 660 dolar AS per orang pada 2025.

Laporan ini  mengangkat empat langkah utama untuk menciptakan perubahan:

  1. Kerja sama adalah kunci: Strategi kemitraan dengan institusi umum/swasta yang menyeluruh diperlukan untuk berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna mengatasi hambatan konektivitas sekolah.
  2. Aksesibilitas dan keterjangkauan: Membangun infrastruktur guna memperluas akses ke internet merupakan langkah awal. Kualitas koneksi dan biaya juga menjadi unsur penting.
  3. Menggunakan  internet dan alat digital dalam pendidikan: Setelah akses konektivitas sekolah terbentuk, hal tersebut harus dimasukkan ke dalam kurikulum. Guru perlu dilatih untuk memanfaatkan teknologi pada pembelajaran sehari-hari.
  4. Perlindungan anak-anak di internet: Konektivitas sekolah memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak. Langkah lain perlu diambil untuk memastikan lingkungan belajar daring menjadi sehat dan terlindungi. Penggunaan internet harus dikelola dengan baik guna memastikan penggunaan yang aman dan terjamin.

Laporan ini juga menyarankan agar para pemimpin sektor publik, swasta dan LSM di seluruh dunia dapat menciptakan dampak besar guna menjembatani kesenjangan digital dengan menggabungkan kekuatan agar konektivitas internet menjadi kenyataan global bagi anak-anak sekolah di segala usia.

Oleh karena itu, Ericsson mengimbau para pemangku kepentingan untuk mendukung upaya Giga (inisiatif konektivitas sekolah yang didirikan UNICEF dan International Telecommunication Union) melalui tindakan, seperti, pendanaan, data sharingtechnological expertise dan tatanan model bisnis berkelanjutan untuk konektivitas. Ericsson melalui kemitraan tiga tahunnya dengan UNICEF bertekad membantu memetakan kesenjangan konektivitas sekolah yang terjadi di 35 negara saat ini.

Laporan EIU, yang didukung Ericsson – ‘Connecting Learners: Narrowing the Educational Divide’ – memperkuat keyakinan perusahaan bahwa tujuan ambisius Giga dalam memperluas akses internet ke semua sekolah dan masyarakat sekitarnya pada 2030 dapat tercapai.

Heather Johnson, Vice President, Sustainability and Corporate Responsibility, Ericsson, mengatakan, “Ketika Giga diumumkan, kami segera memahami pengaruh positifnya – yakni menjembatani kesenjangan digital di antara dan di dalam negara guna memberikan kesempatan dan masa depan gemilang bagi anak-anak di seluruh dunia.”

Ia juga menambahkan, laporan tersebut memperjelas bahwa kemitraan pemimpin bisnis, pemimpin sektor publik, dan LSM dapat menghasilkan tindakan efektif untuk mengatasi masalah itu serta memberikan pengaruh signifikan pada kehidupan.

Setiap pemain di sektor tersebut dapat menciptakan perubahan, tidak peduli seberapa besar atau kecil. Kami mendorong para pemangku kepentingan untuk membaca laporan ini dan yang lebih penting, bergabung dengan inisiatif Giga guna mewujudkan tujuan penting ini.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Selain Merger, Operator Harus Jadi Perusahaan Teknologi Biar Selamat

Techbiz.id - Sektor Telekomunikasi dianggap bisa menjadi industri pendorong pada program Transformasi Digital Nasional 2024 yang dicanangkan...