Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsEricsson Prediksi Waktu Otomatisasi Industri Manufaktur

Ericsson Prediksi Waktu Otomatisasi Industri Manufaktur

Must Read

Techbiz.id – Laporan terbaru Ericsson IndustryLab Future of Enterprises memprediksi otomatisasi yang akan terjadi pada industri manufaktur akan mengalami peningkatan yang sangat pesat.

Laporan yang bertajuk The Rise of the Smarter, Swifter, Safer Production Employee tersebut juga memperkirakan sistem pengaturan pabrik baru, termasuk manufacturing-as-a-service (MaaS) dan pabrik pop-up.

Berdasarkan laporan penelitian, sebagian besar perusahaan di industri manufaktur diprediksi akan menjadi setidaknya 80 persen dalam kurun waktu 10 tahun akan mengalami otomatisasi, dengan banyak yang berharap untuk melihat setidaknya dua kali lipat peningkatan penggunaan berbagai perangkat yang mendukung ICT dalam lima tahun ke depan.

Perangkat tersebut meliputi: software AIvideo recognitionaugmented & virtual reality, kendaraan berpemandu otomatis (Automated Guided Vehicles/AGVs), dan exoskeletons.

Sebagai penutup tubuh eksternal, exoskeletons dapat memberikan peningkatan kekuatan, presisi, dan daya tahan bagi karyawan produksi, melalui perlindungan pada bagian tubuh seperti tangan, lengan, atau bahkan pakaian seluruh tubuh.

Seri laporan Ericsson IndustryLab Future of Enterprises mengeksplorasi kemungkinan masa depan operasi perusahaan. Laporan Future of Enterprises pertama – The Dematerialization Path to Profitability and Sustainability – diterbitkan pada Februari 2021.

Baca juga: Ericsson: 5G Tidak Langsung Menggantikan 4G

Laporan terbaru ini membahas secara mendalam masa depan manufaktur, dengan mengumpulkan wawasan dari sekitar 145 juta karyawan produksi yang berasal dari 22 market.

Laporan tersebut menemukan bahwa sebagian besar perusahaan manufaktur tidak mengalami dampak terburuk dari pandemi Covid-19 global, dengan 69 persen melaporkan kinerja keuangan yang tidak berubah, atau bahkan meningkat, sejak masa lockdown dimulai.

Namun, dalam menanggapi persaingan global yang ketat dan tekanan konstan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sebanyak delapan dari 10 perusahaan manufaktur mengatakan bahwa mereka saat ini beroperasi di bawah target cost-cutting.

Untuk menghadapi lingkungan yang penuh tuntutan ini, serta memungkinkan karyawan produksi menjadi lebih pintar, lebih cepat, dan lebih aman, perusahaan manufaktur memperkenalkan alat produksi berbasis ICT.

Alat-alat tersebut termasuk: artificial intelligence (AI) softwareaugmented reality (AR), robot kolaboratif (co-bots), Video Recognition (VR), digital twins, serta mesin dan kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh.

Karyawan produksi yang lebih cerdas, lebih terlatih, dengan lingkungan kerja yang lebih aman mulai bermunculan, didukung oleh alat produksi berbasis ICT. Sebanyak tujuh dari 10 perusahaan manufaktur mengatakan bahwa mereka berencana untuk menggunakan lima atau lebih alat produksi yang diaktifkan oleh jaringan nirkabel canggih, seperti 5G, dalam waktu lima tahun.

Tiga dari empat produsen, yang termasuk di dalamnya responden dari Indonesia, mengatakan bahwa teknologi nirkabel canggih seperti 5G dan Wi-Fi 6 sangat penting untuk mendukung alat produksi tersebut.

Manufaktur yang saat ini menggunakan tiga atau lebih alat produksi berkemampuan ICT, yang didefinisikan dalam laporan sebagai tool frontrunner, menikmati peningkatan kinerja finansial yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan alat sama sekali.

Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia, mengatakan bahwa, di tengah berbagai tantangan global, terutama dampak pandemi Covid-19, sektor industri manufaktur di Indonesia secara konsisten memainkan peran penting sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional dan terus melaju dengan baik.

Ericsson menurutnya berkomitmen mendukung sektor manufaktur di Indonesia untuk bertransformasi secara digital, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Hal ini juga merupakan upaya percepatan pemulihan ekonomi negara pasca pandemi Covid-19.

“Sebagai pengaktif konektivitas tercepat dan paling andal, 5G akan menghadirkan serangkaian use cases yang inovatif untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kelincahan sebuah manufaktur, serta membebaskan operasi dari ketergantungan penggunaan kabel. Hal tersebut akan sangat meningkatkan kecepatan operasi, meningkatkan kemampuan pemeliharaan, dan meningkatkan keselamatan,” pungkas Jerry.

Terkait

Artikel Terkait

DJI Mini 3 Pro, Drone Ringan dengan Video 4K

Techbiz.id - DJI Mini 3 Pro resmi hadir di Indonesia melalui jaringan ritel Erajaya Active Lifestyle dan diklaim menjadi...