Friday, February 26, 2021
Home DigiBiz Gojek Berbagi Ilmu Machine Learning

Gojek Berbagi Ilmu Machine Learning

Must Read

Unboxing Realme Narzo 30A: Awal Baru Ponsel Gaming

Techbiz.id - Bersamaan dengan mengonfirmasi tanggal peluncuran, Realme juga membocorkan isi kotak (unboxing) dari Realme Narzo 30A yang akan...

Canggih, Xiaomi Bakal Rilis 3 Smartphone Andalan dengan Snapdragon 888?

Techbiz.id - Xiaomi kabarnya siap menggebrak pasar smartphone. Brand teknologi itu dilaporkan bakal merilis 3 model smartphone andalan sekaligus. Menurut...

Di Likee, Perempuan Ini Bisa Raup Puluhan Juta Rupiah

Techbiz.id - Seorang perempuan bernama Uchi mengaku mendapat gaji puluhan juta dan kehidupannya berubah drastis setelah ia menjadi content...

Pandemi Memperburuk Kesenjangan Digital

Techbiz.id - Pandemi COVID-19 dinilai telah menciptakan banyak kebutuhan baru untuk infrastruktur digital karena telah memperburuk kesenjangan digital. Deputi Chairman...

Bermasalah dengan Produk Samsung? Ini Solusinya

Techbiz.id - Untuk memberikan kenyamanan bagi konsumennya, Samsung pun lantas berinovasi memastikan bahwa pengguna setia Samsung tetap dapat menggunakan...

TechBiz.ID – Sebagai wujud komitmen Gojek mengembangkan industri startup di Indonesia dan Asia, Gojek berbagi ilmu dan keahliannya dalam machine learning kepada 25 startup lokal dan internasional yang terpilih ikut program akselerator startup Gojek Xcelerate.

Machine learning membantu kami mempelajari banyak hal, mulai dari pola perilaku pelanggan dan mitra hingga kondisi lalu lintas yang menjadi insight baru bagi kami untuk menemukan berbagai pendekatan baru, bahkan rute baru, untuk senantiasa meningkatkan pengalaman pelanggan. Data dari jutaan pesanan yang kami proses setiap hari dalam platform Gojek kembali kami olah untuk menjawab kebutuhan pengguna. Karena Gojek menyentuh sangat banyak ranah di kehidupan sehari-hari, kami mendapatkan insight luar biasa yang menjadi kesempatan bagi Gojek untuk turut membangun industri dan meningkatkan kualitas para pelaku industri itu sendiri,” ungkap Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi

- Advertisement -

Dalam proses mempertemukan mitra driver dan merchant dengan pelanggan, Gojek mengembangkan teknologi pintar berbasis machine learning yang memastikan keseimbangan antara jumlah mitra driver dengan ramainya tingkat permintaan di suatu wilayah. Sistem ini menguntungkan seluruh pihak, baik pelanggan yang mendapatkan penjemputan dengan lebih cepat, dan juga mitra driver yang dapat mengoptimalkan waktu bekerja, karena teknologi ini menginformasikan wilayah ramai yang berpotensi memberikan banyak order.

Sistem machine learning di Gojek juga diterapkan pada proses penetapan label menu GoFood yang awalnya dilakukan secara manual dengan memisahkan kategori hanya berdasarkan jenis makanan. Sekarang, sistem secara otomatis akan menyaring menu kuliner berdasarkan kategori lainnya, seperti nominal harga tertentu sampai pengelompokkan rasa manis atau asin.

Sistem ini secara signifikan berpengaruh terhadap efisiensi waktu pelanggan dalam menemukan kuliner yang diinginkan, karena secara otomatis akan menampilkan menu yang dipersonalisasi sesuai preferensi dan kebiasaan setiap pelanggan. Hal ini juga berdampak positif pada mitra merchant GoFood, karena promosi atas menu baru di restorannya akan lebih tepat sasaran. Berkat teknologi, omzet merchant GoFood meningkat rata-rata 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung dengan Gojek.

Kevin melanjutkan, ada dua kunci penting yang menentukan kekuatan model machine learning, yaitu jumlah data yang tersedia untuk dianalisis dan algoritma perhitungan untuk melakukan analisis. Semakin banyak volume data yang masuk melalui platform Gojek memungkinkan kami untuk menganalisis data yang lebih besar dan lebih kompleks sehingga bisa menghasilkan insight yang lebih akurat.

“Selanjutnya, algoritma perhitungan akan semakin terlatih dengan meningkatnya volume dan kompleksitas data yang masuk. Melihat potensi besar ini pula Gojek banyak mengalokasikan investasi untuk mengembangkan talenta yang paham machine learning untuk menciptakan lebih banyak solusi lewat teknologi,” paparnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Cisco: 78% Perusahaan Indonesia Alami Peningkatan Serangan Siber Selama Pandemi

Techbiz.id - Selama pandemi Covid-19, perusahaan di Indonesia melihat adanya peningkatan tantangan keamanan siber ditengah pergeseran massal menuju sistem...

Artikel Terkait