Saturday, July 4, 2020
Home Business Update Pertumbuhan Pelanggan Netflix Melambat

Pertumbuhan Pelanggan Netflix Melambat

Must Read

Lava Benco V8, Ramaikan Pasar Smartphone Indonesia

TechBiz.ID - Inone Technology, perusahaan teknologi tinggi Cina yang menjalankan merek ponsel LAVA secara global, baru-baru ini...

Jual Smartphone di Tokopedia Bisa Langsung Laku

TechBiz.ID - Tokopedia resmi meluncurkan fitur Tokopedia Langsung Laku yang mempermudah masyarakat dalam menjual smartphone lama secara...

Realme jadi Sponsor Resmi MPL ID Season 5

Techbiz.id - Realme secara resmi mengumumkan kemitraannya dengan Mobile Legend: Bang Bang sebagai sponsor resmi Mobile Legends...

Techbiz.id – Netflix mencatat pertumbuhan yang lambat dalam basis berlangganannya di AS pada kuartal terakhir 2019, karena menghadapi persaingan domestik yang meningkat dari pendatang baru, Disney + dan Apple TV +, yang meluncurkan layanan di pasar selama periode tersebut.

Dalam laporan keuangannya, perusahaan itu mengatakan hanya mampu menarik 420.000 langganan AS baru pada Q4 2019, gagal memenuhi perkiraan 600.000.

- Advertisement -

Netflix menyatakan kegagalan itu diperkirakan karena perubahan harga yang ditetapkan baru-baru ini dan “peluncuran kompetitif AS”, dan berjanji untuk memerangi faktor-faktor ini dengan meningkatkan layanannya.

Meski dikepung banyak pemain, Netflix menyatakan keyakinan bahawa mereka akan mampu mengimbangi meningkatnya persaingan dari Disney + dan Apple TV +, yang diluncurkan di AS pada November 2019.

“Kami memiliki headstart besar dalam streaming dan akan bekerja untuk membangun itu dengan berfokus pada hal yang sama yang telah kami fokuskan selama 22 tahun terakhir – menyenangkan anggota”, kata Netflix.

Untuk mendorong pertumbuhan, perusahaan mengkonfirmasi rencananya untuk terus menayangkan layanan dengan format mobile only.

Strategi itu dibarengi dengan terus memperluas layanan ke lebih banyak negara. Keyakinan itu didasari dengan “pertumbuhan pelanggan yang meningkat dan meningkatkan retensi” dalam layanan yang diluncurkan di Malaysia dan Indonesia pada Q4.

Jika di banyak negara Asia Pasifik, kehadiran Netflix tidak mengalami banyak hambatan, berbeda dengan Indonesia. Perusahaan yang berbasis di California itu, sejak 2016 diizinkan menggunakan jaringan milik Telkom Group, karena persoalan SARA, pornografi, dan LGBT.

Pada Desember 2019 Disney +, yang akan menjadi saingan Netflix, meraih 22 juta unduhan secara global dalam bulan pertama ketersediaannya, dan pada 21 Januari ia mengumumkan rencana untuk ekspansi Eropa yang luas.

Secara global, Netflix menambahkan 8,8 juta langganan pembayaran baru selama Q4, melampaui perkiraannya 7,6 juta, yang dikaitkan dengan “deretan luas pemrograman asli dan adopsi streaming video di seluruh dunia”. Penambahan ini menjadikan total keanggotaan berbayar menjadi 167 juta, naik dari 139 juta pada Q4 2018.

Netflix memperkirakan langganan akan mencapai 174 juta pada kuartal saat ini.

Perusahaan mencatat kenaikan 31 persen pada tahun-ke-tahun dalam pendapatan Q4 menjadi USD5,5 miliar, menjadikan total setahun penuh menjadi lebih dari USD20 miliar. Penghasilan bersih melonjak, dari USD134 juta pada Q4 2018 menjadi USD587 juta.

Selain menghadapi Apple + dan Disney, pasar mobile streming juga semakin ketat, dengan kehadiran pemain baru, yakni Quibi.

Quibi berupaya menyaingi Netflix dengan layanan mobile-only yang menampilkan video pendek yang secara mulus beralih dari potret ke lanskap.

Layanan streaming ini diluncurkan pada CES 2020 di Las Vegas oleh pendiri Jeffrey Katzenberg, mantan Chairman Walt Disney Studios, dan pendiri/CEO Dreamworks Animation. Ia didampingi Meg Whitman, CEO HP antara 2011 dan 2015. Meg diserahi jabatan sebagai kepala perusahaan baru tersebut.

Quibi akan diluncurkan pada 6 April, menawarkan biaya berlangganan USD5 per bulan untuk versi iklan yang didukung dan USD8 untuk opsi bebas iklan.
Whitman mengatakan alokasi iklan 2020-nya telah terjual habis, mengumpulkan USD150 juta, dan perusahaan telah menyetujui kesepakatan dengan T-Mobile US untuk program bundel Quibi.

Layanan ini akan menawarkan video dan buletin berita antara empat menit dan sepuluh menit, dengan fitur ponsel pintar yang digunakan untuk membuat video menjadi interaktif, misalnya kamera, layar sentuh, dan giroskop.

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Perbaikan Ponsel Xiaomi Sekarang Cuma Sejam

Techbiz.id - Xiaomi kini memiliki layanan perbaikan ponsel pintar yang rampung dalam waktu satu jam saja. Perbaikan...

Telkomsel Dorong Penggiat Ekosistem Digital Berinovasi Hadapi Kenormalan Baru

Techbiz.id - Telkomsel menggelar The NextDev Hub Virtual Talks, yang menghadirkan rangkaian diskusi panel, webinar dan loka karya (workshop) yang diselenggarakan melalui siaran langsung di platform YouTube....

XL Axiata Perkuat Jaringan di Tol Balikpapan – Samarinda

Techbiz.id - XL Axiata tengah mengebut pengerjaan untuk memperkuat jaringan telekomunikasi dan data di sepanjang jalan Tol Balikpapan – Samarinda (Tol Balsam)....

Polytron Produksi Masker Kesehatan

Techbiz.id - Polytron akhirnya terjun membuat masker kesehatan yang layak di pakai oleh tenaga medis maupun masyarakat luas untuk memenuhi keterbatasan...

Tips Aman Bertransaksi Online lewat Smartphone

Techbiz.id - Belum berakhirnya pandemi covid-19 membuat banyak masyarakat tetap memilih untuk berbelanja online dalam memenuhi kebutuhan bahan makanan, kebutuhan sehari-hari, dan produk...

Terkait