Toko Online Kecil Jadi Incaran Kejahatan Siber

Techbiz.id – Baru-baru ini, teknologi Kaspersky mendeteksi serangan lain yang ditujukan ke bisnis toko online kecil. Para pelaku kejahatan siber, menggunakan metode rekayasa sosial (social engineering), dengan percobaan seperti memaksa pemilik bisnis untuk menjalankan skema berbahaya di komputer mereka.

Dipilihnya usaha kecil in karena pada umumnya jarang mengalokasikan biaya signifikan untuk sistem keamanan, bahkan sering kali tidak memiliki spesialis TI, dan paling penting, memiliki kecenderungan beroperasi hanya pada satu atau dua komputer, sehingga membuatnya lebih mudah menjadi target bagi para pelaku kejahatan siber dalam memburu informasi penting.

Aspek paling menarik dari serangan ini adalah trik yang digunakan pelaku kejahatan siber dalam meyakinkan karyawan toko untuk mengunduh dan membuka file berbahaya. Mereka berpura-pura menjadi pelanggan dan mengirimkan surat dengan mengaku telah membayar pesanan tetapi tidak bisa menerimanya. Mereka mengklaim adanya permasalahan di kantor pos dan meminta toko untuk mengisi dokumen dengan detail berupa informasi pengirim, nomor lacak, dan sebagainya.

Surat tersebut ditulis dalam bahasa Inggris yang tidak sempurna tetapi cukup dimengerti, berisikan tautan menuju objek yang di hosting di Google Documents. Mengklik tautan akan memulai pengunduhan arsip, yang tentu saja berisi file berbahaya – dalam hal ini, arsip dengan ekstensi xlsx.

Bentuk serangan sangat sederhana namun efektif ini jelas bukan surat massal karena teks pesan ditulis khusus untuk toko online dan kemungkinan besar dikirim ke daftar yang sesuai. Kedua, tidak mengandung apa pun yang berbahaya. Surat tersebut hanya berisikan beberapa paragraf teks dan tautan ke layanan yang sah. Filter surat otomatis tidak mungkin menghentikan pesan demikian, karena itu bukanlah spam atau phishing, dan yang paling penting, tidak memiliki lampiran berbahaya.

File XLSX berisikan unduhan skrip dan menjalankan file yang dapat dieksekusi dari layanan jarak jauh. Trojan DanaBot perbankan adalah malware yang terdeteksi oleh sistem kami sejak Mei 2018. Malware ini memiliki struktur modular sehingga dapat mengunduh plugin tambahan yang memungkinkannya untuk mencegat lalu lintas, mencuri. kata sandi dan bahkan cryptowallets.

Target serangan ini adalah toko-toko dengan skala sangat kecil, sehingga sangat mungkin bahwa komputer yang terinfeksi dari mana karyawan membaca surat tersebut juga akan menjadi mesin utama untuk operasi perbankan. Dengan kata lain, itu akan berisi informasi yang dicari oleh para pelaku kejahatan siber

Terkait

Terkait

Latest posts

Telkom Donasikan Robot Disinfeksi untuk Tangani Covid-19

Techbiz.id - Telkom menyerahkan bantuan Robot Disinfeksi atau Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) kepada Kepala Staf Kepresidenan untuk selanjutnya diserahkan kepada Ketua...

Masa Lebaran 2020 Trafik Data XL Axiata Naik 25 Persen

Techbiz.id - Dalam periode 18-26 Mei 2020, Customer Experience & Service Operation Center XL Axiata mencatat kenaikan trafik pada layanan data sebesar...

Rekomendasi 3 Smartphone Vivo untuk Beraktivitas Setelah Lebaran

Techbiz.id - Kembali bekerja, belajar, hingga beragam kegiatan lainnya dari rumah setelah merayakan Idul Fitri akan semakin produktif jika memiliki perangkat smartphone yang didukung...

Want to stay up to date with the latest news?

We would love to hear from you! Please fill in your details and we will stay in touch. It's that simple!