Friday, May 7, 2021
Home News UKM Asia Tenggara jadi Sasaran Penambang Kripto

UKM Asia Tenggara jadi Sasaran Penambang Kripto

Must Read

Maxstream Tayangkan Serial Ramadan Sajadah Panjang

Techbiz.id - Telkomsel berkolaborasi dengan rumah produksi OMG Metah Ganjil menghadirkan serial orisinal terbaru spesial Ramadan berjudul “Sajadah Panjang”...

Radio Pita Ganda Tiga Sektor Ericsson Tingkatkan Kapasitas

Techbiz.id - Ericsson meluncurkan Radio 6626, radio pita ganda tiga sektor unik, untuk membantu para penyedia layanan meningkatkan kapasitas...

Apple Watch 7 Dukung Pemantau Kadar Gula Darah

Techbiz.id - Apple Watch merupakan salah satu jam tangan pintar paling populer yang memiliki beberapa fitur terkait kesehatan. Beberapa...

5 Smartphone Xiaomi yang Lagi Diskon, Ada Potongan Rp500 Ribu!

Techbiz.id - Kabar baik bagi Kalian penggemar Xiaomi alias Mi Fans, karena Xiaomi memberikan diskon dan penawaran menarik untuk...

Susul Apple, OPPO Berencana Garap Mobil

Techbiz.id - Belakangan ini, beredar kabar bahwa sejumlah pabrikan smartphone tengah melirik industri otomotif, seperti halnya Apple. Kini, Oppo...

Techbiz.id – Data statistik terbaru dari Kaspersky menunjukkan bahwa ancaman terbesar dalam usaha kecil dan menengah (UKM) di Asia Tenggara adalah para penambang kripto (miners).

Hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2020, solusi Kaspersky telah menggagalkan lebih dari satu juta upaya penambangan terhadap perangkat bisnis di Asia Tenggara dengan jumlah karyawan sebanyak 20-250 orang. Ini 12% lebih tinggi dibandingkan dengan 949.592 insiden penambangan yang diblokir pada periode yang sama tahun lalu.

- Advertisement -

Jumlah total upaya penambangan yang terdeteksi pada kuartal pertama tahun ini juga secara signifikan lebih banyak dari 834.993 upaya phishing dan 269.204 deteksi ransomware terhadap UKM di wilayah tersebut.


“Kami tidak menyangkal fakta bahwa bahaya penambangan merusak lebih ringan dibandingkan dengan ransomware, pelanggaran data, dan sejenisnya, tetapi itu tetap merupakan risiko yang harus dipertimbangkan oleh sektor UKM secara serius” komentar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Para pelaku kejahatan siber di balik serangan ini menurutnya menggunakan sumber daya UKM itu sendiri, seperti listrik , bandwidth data, ke hardware perangkat yang tentu sama sekali tidak murah,

“Penelitian kami sebelumnya bahkan menemukan bahwa selama dua hari berturut-turut penambangan kripto menggunakan malware penambangan seluler dapat membuat baterai perangkat yang terinfeksi membengkak hingga mengubah bentuk ponsel secara fisik. Memanfaatkan yang sudah ada tanpa harus mengeluarkan biaya, begitulah cara kerja para penambang ilegal,” imbuhnya.

Penambangan kripto berbahaya, juga dikenal sebagai cryptojacking, yaitu serangan yang dapat menimbulkan kerugian baik langsung maupun tidak langsung bagi bisnis. Penambang kripto yang menginfeksi komputer pengguna pada dasarnya beroperasi sesuai dengan model bisnis yang sama dengan program ransomware: kekuatan komputasi target dimanfaatkan untuk memperkaya para pelaku kejahatan siber.

Selain bertambahnya substansial dalam konsumsi listrik dan penggunaan CPU, penambangan meningkatkan keausan pada perangkat keras dengan pemrosesan inti (processing core), termasuk yang berada di dalam kartu grafis diskrit, yang bekerja keras untuk menambang kripto yang sudah rusak.

Bandwidth yang terbuang juga mengurangi kecepatan dan efisiensi beban kerja komputasi yang sah. Selain itu, malware cryptojacking dapat membanjiri sistem, menyebabkan masalah kinerja yang cukup merusak, dan memiliki efek langsung pada jaringan bisnis hingga pada akhirnyaberpengaruh pada pelanggan mereka.

Data Kaspersky lebih lanjut mengungkapkan bahwa Indonesia dan Vietnam menjadi negara di Asia Tenggara dan secara global memiliki upaya penambangan kripto tertinggi terhadap UKM. Sebagian besar dari enam negara di kawasan ini, kecuali Filipina dan Thailand, juga telah mencatat peningkatan dalam hal deteksi malware ini pada kuartal pertama tahun 2020.

Melengkapi lima negara dengan upaya cryptojacking terbanyak adalah Federasi Rusia, Brasil, dan Republik Islam Iran.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Apple Watch Bakal Bisa Deteksi Kadar Gula dan Alkohol dalam Darah

Techbiz.id - Apple terus meningkatkan fitur kesehatan di perangkat Apple Watch miliknya. Jam tangan pintar generasi berikutnya dikabarkan bakal...

Artikel Terkait