Selasa, September 28, 2021
Beranda Market Update Trader Kripto Untung 10% Sehari Saat Pandemi Corona

Trader Kripto Untung 10% Sehari Saat Pandemi Corona

Must Read

8 Tahun Berkiprah, Indigo Lakukan Perubahan

Techbiz.id - Telkom melakukan rebranding program inkubasi atau akselerasi startup miliknya, Indigo, untuk menjawab tantangan perubahan untuk mempercepat perkembangan...

Telkomsel Ajak Inovator Lokal Kembangkan Ekosistem Digital

Techbiz.id -Telkomsel kembali mengajak para inovator dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkolaborasi mengembangkan ekosistem digital lewat Telkomsel Innovation...

Trafik Data XL Axiata Naik Hingga 77% Saat Pergantian Tahun

Techbiz.id - Sepanjang masa libur antara 20 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020, trafik data XL Axiata meningkat signifikan,...

11 Ponsel yang Bisa Terkoneksi dengan Jaringan 5G Indosat

Techbiz.id - Menyusul konfirmasi jaringan 5G Indosat, terdapat sejumlah ponsel pintar di Indonesia yang sudah mendukung konektivitas tersebut. Menurut penelusuran...

Seluruh BTS USO Telkomsel Terhubung Jaringan 4G LTE

Techbiz.id - Telkomsel melakukan peningkatan teknologi jaringan di seluruh di BTS Universal Service Obligation (USO) yang kini berjumlah 1.111...

Resmi Meluncur di Indonesia, Intip harga Realme X3 SuperZoom

Techbiz.id - Realme X3 SuperZoom resmi menyapa Indonesia pada Selasa (16/6). Perangkat andalan realme itu dirilis secara online melalui...

Techbiz.id – Saat pandemi Corona, banyak trader dan investor aset kripto di INDODAX meraup untung (take profit) lebih dari 10% dalam sehari. Hal ini dikarenakan nilai aset kripto seperti bitcoin dan lainnya terus meningkat, belakangan ini.

CEO INDODAX, Oscar Darmawan mengatakan, industri trading platform aset kripto seperti INDODAX tidak terlalu terpengaruh oleh corona, seperti sekarang. Hal ini dibarengi dengan meningkatnya harga aset kripto dari awal tahun 2020.

“Trading platform merupakan industri yang tidak terkena dampak oleh corona. Situasi Corona ini justru membuat untung trader dan investornya. Ini menandakan bahwa bitcoin merupakan aset yang aman dan masih menjadi primadona,” kata Oscar Darmawan, Kamis (26/3/2020).

Dia mengatakan, serangan COVID-19 membuat orang-orang terpaksa bekerja dari rumah. Sehingga orang-orang mulai memikirkan investasi baru dengan pengembalian yang cepat. Salah satunya dengan cara trading aset kripto.

Oscar Darmawan mengatakan, seiring meningkatnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang aset kripto juga membuat member INDODAX meningkat. Pada awal tahun ini, jumlah volume trading di startup tersebut sudah mencapai Rp2 triliun per bulan dengan menjual lebih dari  60 aset digital termasuk bitcoin, ethereum dan lainnya.

“Saat ini, member INDODAX sudah hampir mencapai 2 juta orang, dimana 99 persennya adalah orang Indonesia. Orang-orang memanfaatkan waktu mereka bekerja di rumah untuk trading aset kripto. Banyak dari trader yang berhasil mengambil posisi tepat bisa take profit lebih dari 10% dalam sehari,” katanya.

Dia menjelaskan, saat corona menerpa perekonomian dunia, termasuk Indonesia, aset kripto tidak terkena dampak secara langsung. Karena yang menentukan harga hanyalah supply dan demand.

Faktanya, harga bitcoin menunjukkan tren kenaikan harga dari awal tahun. Pada awal tahun, harga bitcoin masih 90 jutaan. Saat ini, Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 6 petang, harga bitcoin sudah mencapai Rp110 juta. Kondisi ini berbeda dengan produk investasi lain yang mengalami penurunan karena COVID-19.

Oscar Darmawan tidak membantah bahwa sempat ada penurunan harga hingga Rp64 juta pada pertengahan Maret lalu. Penurunan yang drastis itu hanya bersifat sementara. Hal itu tentu saja dimanfaatkan investor atau trader. Saat ini, mereka sudah mengambil profit lebih dari 70% karena Bitcoin kembali menyentuh harga 110juta, pada Kamis (26/3) sekitar pukul 09.00 WIB.

Oscar Darmawan juga menyebutkan, investor atau trader tidak perlu khawatir dengan kondisi corona, soal kemanan data dan lain-lain. Tim INDODAX tetap bekerja secara produktif untuk mengamankan jaringan secara ekstra dan selama 24 jam.

“Kita disupport oleh tim yang berjumlah 200 orang yang beroperasi di Jakarta, Bali dan kota lain. Tidak perlu khawatir soal kemanan di INDODAX,” sebutnya.

Dia menyinggung bahwa INDODAX sedang menyusun beberapa program agar member baik investor dan trader lebih mudah berinvestasi di aset kripto. Pelayanan tersebut sejalan dengan tujuan INDODAX dalam menghadirkan inovasi investasi digital untuk aset masa depan.


Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Vivo X70 Pro Siap Hadir di Indonesia

Techbiz.id - Vivo X70 Pro dipastikan akan segera menyambangi pasar smartphone Indonesia. Hal ini diumumkan langsung oleh Vivo Indonesia,...