Thursday, February 25, 2021
Home Apps TikTok Ajak Remaja Jadi Netizen yang Bijak

TikTok Ajak Remaja Jadi Netizen yang Bijak

Must Read

Telkomsel Cegah Stunting di Sumedang dengan e-Health SIMPATI

Techbiz.id - Telkomsel membangun kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan menghadirkan aplikasi e-Health SIMPATI (Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi). Kehadiran aplikasi e-Health SIMPATI ini...

Realme Bocorkan Kotak Penjualan Narzo 30A

Techbiz.id - Sebelum resmi diluncurkan, Realme membocorkan desain dan warna baru kotak penjualan untuk Realme narzo 30A. Smartphone terbaru tersebut...

Usung Snapdragon 888, Realme GT 5G Mulai Debut Maret Tahun Ini

Techbiz.id - Ponsel andalan realme, realme GT 5G, siap memulai debutnya pada Maret tahun ini. Bukan di Indonesia, lini...

20 Industri Sudah Terapkan Aplikasi 5G

Techbiz.id - Sebanyak lebih dari 20 industri saat ini, termasuk manufaktur, perawatan kesehatan, pendidikan, dan logistik dipastikan sudah menerapkan...

Clubhouse Janji Perbaiki Keamanan Usai Adanya Kebocoran Audio

Techbiz.id - Salah satu pengguna Clubhouse dilaporkan berhasil menyedot audio dari aplikasi obrolan khusus undangan itu, dan membuatnya dapat...

Techbiz.id – TikTok mengajak remaja Indonesia untuk menjadi untuk menjadi warga digital (netizen) yang bijak dengan meluncurkan tantangan tagar #SamaSamaNyaman.

Tantangan tagar #SamaSamaNyaman di aplikasi TikTok ini mengajak pengguna untuk lebih memperhatikan pentingnya remaja agar lebih bijak, terutama saat mengunggah konten berbahaya dengan tujuan hiburan ataupun menjadi viral.

- Advertisement -

Menurut Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina, Donny Eryastha, TikTok berkomitmen untuk membina lingkungan yang positif dan inklusif dimana siapapun, dengan batas usia minimum 14 tahun, dapat mengekspresikan diri mereka dengan aman.

“Meskipun banyak yang memanfaatkan platform TikTok untuk mencari hiburan, belajar, dan berinteraksi dengan komunitasnya, masih akan ada beberapa pengguna yang mengunggah konten yang menampilkan perilaku berbahaya, seperti aksi amatir atau tantangan yang membahayakan,” ucapnya.

Baca juga: TikTok Sudah Diunduh 2 Miliar Kali

Oleh karena itu TikTok mendorong pengguna untuk berhenti dan berpikir tentang dampak mengunggah konten semacam itu, serta mengingatkan mereka untuk mengikuti kebijakan dan memanfaatkan fitur yang ada untuk bantu menghentikan masalah seperti ini.

Tantangan #SamaSamaNyaman

Sementara itu, Samanta Ananta, M.Si, Psikolog Anak dan Keluarga berpendapat, saat masa pandemi Covid-19 semakin banyak orang termasuk anak remaja menghabiskan banyak waktu di internet, bukan hanya untuk kegiatan belajar dari rumah, tetapi juga untuk tetap berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarganya.

Data Digital Report 2020 oleh Hootsuite menunjukkan bahwa pengguna internet yang didominasi oleh remaja, rata-rata menghabiskan 7 jam dan 59 menit per hari di internet. 

“Seperti halnya semua aplikasi yang mungkin digunakan oleh anak remaja kita, akan sangat membantu untuk mempelajari berbagai pilihan aplikasi untuk orangtua dan keluarga, serta mengetahui apa saja potensi resikonya,” ujarnya.

TikTok bekerja sama dengan para pakar industri, organisasi non-pemerintah (LSM) dan asosiasi industri di seluruh dunia untuk membantu memastikan bahwa kebijakan, teknologi, dan kontrol privasi melindungi dari tantangan industri seputar penyalahgunaan platform.

Di Indonesia sendiri, TikTok telah bekerjasama dengan Komunitas Sudah Dong untuk kampanye anti perundungan siber, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia untuk mengedukasi pentingnya peran orang tua dalam menjaga keamanan internet anak remaja.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Smartfren Bagi-bagi Rejeki Wow Buat Pelanggan

Techbiz.id - Setelah sukses dengan program meraih mimpi rumah milyaran di Tahun 2020 dengan Smartfren WOW, kini di Tahun...

Artikel Terkait