Wednesday, July 28, 2021
Home Telco Aturan Network Sharing Tidak Perlu Ditafsirkan Lagi

Aturan Network Sharing Tidak Perlu Ditafsirkan Lagi

Must Read

Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy M32

Techbiz.id - Samsung Galaxy M32 akhirnya secara resmi telah dijual di Indonesia. Ponsel pintar ini dipasarkan seharga Rp 3...

Gabungkan Seni dan Teknologi, OPPO Renovator 2021 Digelar

Techbiz.id - OPPO secara resmi meluncurkan OPPO Renovator 2021 untuk menjadi wadah bagi para kreator muda untuk mengekspresikan masa...

Kementerian BUMN Rilis Aplikasi FitAja Hadapi New Normal

Techbiz.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan beberapa BUMN yang bergerak dibidang Healthcare meluncurkan platform kesehatan...

Dua Fitur Blu Banyak Disukai Nasabah BCA Digital

Techbiz.id - Sejak diluncurkan pada 2 Juli 2021 lalu oleh BCA Digital, dua fitur yang terdapat dalam aplikasi...

Harganya Rp 3 Jutaan, Ini Spesifikasi Vivo Y53s di Indonesia

Techbiz.id - Vivo kembali menambah daftar perangkatnya di Indonesia dengan memperkenalkan Vivo Y53s. Diklaim sebagai smartphone terbaik dikelasnya yang...

Techbiz.id – Perdebatan mengenai terminologi teknologi baru dalam ketentuan network sharing yang tercantum dalam UU Cipta Kerja menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Arteria Dahlan tidak perlu diperdebatkan lagi.

Menurut Arteria, hanya ada satu tafsir tunggal dalam frasa teknologi baru aturan network sharing yang tercantum dalam UU Cipta Kerja sektor telekomunikasi yang telah disahkan oleh pemerintah.

“Tafsir tunggalnya adalah bahwa pihak yang dapat melakukan kerjasama adalah pemegang izin berusaha terkait penggunaan frekuensi radio. Kerjasama penggunaan spektrum frekuensi radio ini hanya terbatas untuk penerapan teknologi baru,” ungkap Arteria.

Lebih lanjut menurut Arteria contoh dari teknologi baru tersebut adalah teknologi seluler generasi kelima (5G). Sedangkan teknologi 4G dan turunannya menurutnya tidak termasuk dalam teknoogi baru.

Baca juga: H3I Berharap Aturan Teknis UU Cipta Kerja Segera Dibuat

Oleh karenanya Arteria berpesan dalam pembuatan aturan pelaksanaannya baik berupa Peraturan Pemerintah (PP) ataupun Peraturan Menteri (PM) harus tegak lurus dengan UU yang ada.

“Hannya ada satu tafsir undang-undang, jadi jangan ditafsirkan macam-macam,” tegas Arteria mengingatkan.

Selain itu, pegaturan spectrum sharing untuk teknologi baru seperti 5G disampaikan Arteria akan berdampak positif tidak hanya bagi industri telekomunikasi tetapi juga industri nasional secara keseluruhan karena dapat meningkatkan investasi, memacu investasi serta membuka lapangan kerja.

“Untuk mengimplementasikan layanan berbasis teknologi baru seperti 5G, operator telekomunikasi harus mendapatkan izin. Dalam izin tersebut terdapat yang namanya komitmenn pembangunan, penyediaan infrastruktur. Untuk memenuhi komimen tersebut operator tetunya akan melakukan investasi coverage layanan. sehingga pertumbuhan bisnis eksisting hadir juga disamping munculnya bisns-bisnis baru,” ungkapnya.

Yang harus dipahami juga menurut Artemia, aturan penerapan teknologi baru dala spectrum sharing ini adalah insentif yang diberikan pemerintah kepada operator untuk berinvestasi di teknologi 5G.

“Konteksnya aturan ini adalah stimulus. Pasal ini tegas menyatakan aturannya untuk menghindari kerancuan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

RedmiBook 15 dan Redmi Note 10 5G Mulai Dijual, Ada Harga Khusus

Techbiz.id - Usai diperkenalkan, RedmiBook 15 dan Redmi Note 10 5G kini secara resmi mulai dijual di Indonesia dengan...